Capital Market & Investment

Tokocrypto Pacu Literasi Investor Pemula

Foto ilustrasi

Tokocrypto melakukan literasi finansial dan investasi pada Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 di Medan, Sumatera Utara. Bersama Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), mereka juga mengenalkan teknologi blokchain kepada masyarakat Indonesia. Pengetahuan masyarakat dan tingkat pendidikan yang rendah membuat mereka rentan rugi dalam investasi ini.

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam melakukan literasi keuangan yaitu letak geografis yang berjauhan, akses internet yang belum rata, kesenjangan pendidikan dan ekonomi, serta indeks literasi keuangan. "Kami di Tokocrypto menyadari tantangan-tantangan ini, dan kami berkomitmen untuk terus berusaha mengatasinya,” kata Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal dalam keterangannya pada Selasa (22/5/2024).

Bulan Literasi Kripto diharapkan bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Sebanyak 300 peserta tedaftar dalam acara ini dan direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Hal ini sejalan dengan tren kripto yang terus meningkat di Indonesia. Iqbal menambahkan dalam paparannya, kunci bagi pemula yang ingin berinvestasi kripto adalah memfilter informasi yang berkembang cepat.

Selain itu, penting mencari sumber informasi terpercaya dan belajar dasar-dasar teknologi dan pasar kripto. Dengan begitu, investor pemula bisa mengurangi resiko dan mengambil keputusan dengan tepat. "Kendalanya adalah karena informasi yang beredar sangat banyak, sehingga pemula membutuhkan pendampingan untuk memfilter informasi tersebut agar dapat membedakan mana yang benar dan relevan,” ucapnya.

Bimbingan dari orang yang tepat bisa menghindari kesalahan dalam investasi kripto, serta bisa membuat keputusan yang lebih bijak. Saat ini, ada 19,75 juta orang Indonesia yang berinvestasi kripto. "Kami melihat potensinya akan semakin besar ke depannya. Jumlah investor kripto masih sekitar 10% dari total penduduk Indonesia. Maka dari itu, kami aktif melakukan edukasi,” kata dia.

Tahun lalu, Tokocrypto hadir di 30 kota dengan 27 ribu peserta. Iqbal memprediksi investasi kripto akan meningkat di tahun-tahun menadatang. Oleh karena itu, sosialisi dan edukasi perlu dilakukan. Secara keseluruhan sudah ada 35 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang berlisensi di Indonesia, termasuk Tokocrypto, yang diawasi oleh Bappebti.

Berdasarkan UU P2SK terbaru, aset kripto pada 2025 diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tokocrypto, kata Iqbal, rajin mengadakan program offline ke kota-kota di seluruh Indonesia. Ada juga platform Tokocrypto Academy yang bisa diakses secara online, kapan saja dan di mana saja, secara gratis. "Sudah tersedia lebih dari 300 modul tentang kripto. Siapa pun bisa belajar dengan mudah karena fitur-fiturnya sudah tersedia dalam bahasa Indonesia," ujarnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved