Trends

Perilaku Konsumen Dipengaruhi Influencer

Perilaku Konsumen Dipengaruhi Influencer
Foto : Vero.

Pemengaruh (influencer) berdampak terhadap pola perilaku dan keputusan masyarakat membeli jasa atau produk. Hal ini terefleksikan dari riset yang dipublikasikan Vero dan YouGov. Data dari riset ini menunjukkan 94% dari 2.000 responden terpengaruh influencer yang membentuk pola perilaku dan keputusan membeli.

Responden juga mengatakan alasan utama mengikuti influencer untuk mempelajari hal-hal baru yang jumlahnya 63% ,mencari informasi terkini (58%), dan mencari inspirasi (53%) . Sebanyak 63 persen dari jumlah responden juga menjawab mencari konten tips and tricks dari para ahli.

Masih dalam riset yang sama, 47% responden ingin konten yang edukatif dan 41 persen tertarik dengan cerita atau pengalaman influencer. “Sebagian besar masyarakat Indonesia, terlepas dari usia, tingkat pendapatan, dan lokasi geografis, mengakui bahwa mereka dipengaruhi oleh konten dari influencer,” ungkap Brian Griffin, CEO Vero pada keterangannya yang dikutip Rabu (22/5/2024).

Kondisi tersebut, kata dia, membuka peluang kerjasama antara bisnis atau organisasi dengan influencer untuk menyampaikan pesan. Namun untuk mencapai hasil terbaik, diperlukan data serta proses yang terstruktur.

Chatrine Siswoyo, Senior Advisor Asean Vero, mengatakan influencer sebagai individu-individu yang berbeda-beda dengan perspektif unik masing-masing memungkinkan mereka mengintegrasikan pesan secara relevan kepada audiens, sehingga meningkatkan kesadaran merek dan mendorong konversi.

Analisis data juga diperlukan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran influencer. Metodologi identifikasi influencer TrueVibe, yang juga dimiliki oleh Vero, menyediakan proses berbasis data untuk membantu merek mengidentifikasi dan berinteraksi dengan influencer. Pendekatan ini, kata dia, tidak hanya lebih strategis tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Sementara itu, Edward Hutasoit, General Manager at YouGov, menekankan bahwa efektivitas influencer berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Indonesia tentang kebersamaan dan kepercayaan. “Bagi merek, bermitra dengan influencer tidak hanya menjadi taktik pemasaran, namun juga terhubung dengan audiens secara autentik dan menciptakan dampak yang signifikan melalui kepercayaan mereka terhadap influencer,” ucap Edward.

Besarnya peran influencer dalam membuat keputusan menunjukan ada pergeseran pola perilaku konsumsi masyarakat. Para influencer bertautan dengan kebersamaan dan sosial budaya Indonesia yakni kepercayaan dan rekomendasi dari mulut ke mulut. “Mereka tidak hanya membentuk dan memimpin komunitas baru, namun juga memberikan referensi melalui konten yang menghibur dan sarat informasi yang pada akhirnya akan memengaruhi pilihan dan keputusan pembelian konsumen,” kata Ujang Sumarwan Pakar Universitas Insitut Pertanian Bogor yang mendalami perilaku konsumen.

Di sisi lain, Agung Karmalogy, Influencer yang juga bagian dari Meta Creator of Tomorrow menjelaskan influencer dihimbau beradaptasi sesuai dengan harapan dan kebutuhan konsumen yang terus berubah. "Studi ini tidak hanya memvalidasi pengaruh kami terhadap pola konsumsi masyarakat, tetapi juga menekankan tanggung jawab kami untuk memelihara keaslian budaya dan kepercayaan,” kata dia.

Agung mengingatkan influencer berinteraksi dengan pengikut dan merepresentasikan nilai-nilai serta kehidupan sehari-hari dalam konten agar tetap relevan. Karena di negara seperti Indonesia yang memegang budaya kebersamaan, influencer yang terhubung dengan tulus dan memberikan kontribusi akan meraih kesuksesan.(*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved