Management

NVIDIA yang Makin Dominan

Jensen Huang, otak di balik kehebatan NVIDIA (Dok. NVIDIA)

Pemegang saham NVIDIA Corporation pasti merasakan sensasi luar biasa melihat pergerakan saham perusahaan ini selama lima tahun terakhir. Pada 10 Mei 2019, harga saham perusahaan berada di titik US$42,21 per lembar. Namun, pada 22 Mei 2024, harga sahamnya telah terbang tinggi mencapai US$949,50 per lembar. Peningkatan sebesar 2149,75% ini tidak hanya mengesankan tetapi juga menunjukkan performa yang konsisten melampaui pasar secara umum.

Per Mei 2024, kapitalisasi pasar NVIDIA adalah sekitar US$2,26 triliun, menempatkannya sebagai salah satu perusahaan paling berharga (most valuable companies) di dunia. Bandingkan dengan posisi Desember 2014, kapitalisasi pasarnya sekitar $10,7 miliar.

Selama lima tahun terakhir, saham NVIDIA memang telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, mencerminkan kinerja perusahaan yang kuat di lima bisnis utamanya. Pilar pertama adalah gaming. Sektor gaming merupakan salah satu kontributor terbesar bagi NVIDIA. Melalui penjualan GPU (Graphics Processing Unit) yang canggih untuk PC gaming dan konsol, NVIDIA terus memimpin dengan inovasi seperti teknologi ray tracing yang menghadirkan pencahayaan ultra-realistis dan AI-enhanced graphics melalui Deep Learning Super Sampling (DLSS). Kedua teknologi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman bermain game tetapi juga menempatkan NVIDIA di garis depan inovasi grafis.

Pilar berikutnya adalah data center. Di bidang data center, NVIDIA telah memperkenalkan produk seperti NVIDIA DGX systems yang dirancang untuk aplikasi berat seperti pembelajaran mesin dan deep learning. Dengan meningkatnya permintaan untuk komputasi paralel dan AI, GPU NVIDIA telah menjadi tulang punggung infrastruktur data besar dan pusat data canggih di seluruh dunia.

Selanjutnya, pilar professional visualization. NVIDIA juga mendominasi di bidang visualisasi profesional dengan produk dan solusi seperti NVIDIA Quadro dan platform NVIDIA Omniverse. Platform-platform ini mendukung kolaborasi dalam proyek-proyek 3D, yang vital bagi para profesional di industri desain, visualisasi, dan simulasi.

Kemudian, pilar otomotif. Di industri otomotif, NVIDIA telah mengembangkan teknologi inovatif seperti platform NVIDIA DRIVE, yang tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan otonom tetapi juga sistem infotainment canggih dalam kendaraan.

Terakhir, pilar Edge AI and Robotics. Segmen ini mencakup teknologi yang digunakan dalam robotika serta perangkat cerdas lainnya yang membutuhkan pemrosesan AI di perangkat (on the edge), bukan di pusat data. Ini penting untuk aplikasi di mana latensi rendah dan pemrosesan lokal menjadi kunci, seperti dalam robotika atau perangkat IoT (Internet of Things).

Di antara berbagai pilar bisnisnya, GPU tetap menjadi kekuatan utama NVIDIA. Menurut data terbaru, NVIDIA menguasai sekitar 80% dari pasar chip semikonduktor GPU global, menegaskan dominasinya dalam industri, khususnya dalam aplikasi AI dan komputasi intensif lainnya. Sedangkan pesaing utamanya, AMD, hanya memiliki sekitar 19% pangsa pasar untuk kartu grafis diskrit. Perbedaan ini menandai keunggulan yang signifikan dari NVIDIA di sektor ini.

Pendapatan dari divisi GPU NVIDIA sangat signifikan. Pada tahun fiskal 2024, total pendapatan mencapai US$60,922 miliar, dengan US$47,5 miliar berasal dari segmen data center yang mencakup penjualan GPU untuk AI dan komputasi canggih. Segmen gaming dan visualisasi profesional juga berkontribusi, tetapi data center adalah motor penggerak utama pertumbuhan saat ini.

Kelima pilar itu terus bergerak maju, memberikan catatan keuangan yang ciamik. Per 31 Januari 2024, laba bersih NVIDIA mencapai US$29,760 miliar, melesat 581,32% dibanding periode yang sama di tahun 2023 (US$4,368 miliar), sementara tahun 2022 sebesar US$9,752 miliar.

Mulanya dari GeForce 256

Tentu saja hukum proses berlaku di sini. Tidak ada kesuksesan berkesinambungan yang diraih dalam waktu singkat. NVIDIA memulai kehidupannya sebagai perusahaan game pada tahun 1993 didirikan oleh tiga sahabat: Jensen Huang, Chris Malachowsky, dan Curtis Priem. Ketiga pendiri tersebut memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang teknik komputer dan visualisasi, yang menjadi landasan untuk fokus awal perusahaan dalam pengembangan produk grafis.

Huang yang lahir di Taiwan dan pindah ke Amerika Serikat ketika masih muda adalah sarjana Teknik Elektro dari Oregon State University dan Magister Teknik Elektro Stanford University. Lalu, Malachowsky meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dan Ilmu Komputer dari University of Florida, dan sama seperti Huang, dia meraih gelar Magister Teknik Elektro dari Stanford University. Adapun Priem alumnus Teknik Elektro dari Rensselaer Polytechnic Institute (RPI) di Troy, New York. Priem adalah perancang chip pada perusahaan Sun Microsystems sebelum mendirikan NVIDIA.

Pada awal berdirinya, NVIDIA fokus pada pembuatan chipset grafis untuk pasar komputer pribadi. Perusahaan ini memperkenalkan produk pertamanya, NV1, pada tahun 1995. NV1 adalah sebuah kartu grafis yang juga mengintegrasikan fungsi sound card dan joystick port, namun tidak terlalu berhasil di pasar karena kurangnya dukungan dari pengembang permainan video dan pasar yang belum siap dengan produk multifungsi tersebut.

Kesuksesan besar NVIDIA dimulai dengan diluncurkannya GPU pada tahun 1999 dengan nama GeForce 256. Produk ini dianggap sebagai produk pertama di pasar GPU yang benar-benar mampu melakukan perhitungan kompleks untuk grafis 3D secara terpisah dari prosesor pusat (CPU). GeForce 256 sangat sukses dan membantu mengukuhkan posisi NVIDIA sebagai pemimpin dalam teknologi grafis. Produk ini memungkinkan NVIDIA tidak hanya untuk memimpin pasar dalam hal grafis untuk permainan komputer, tetapi juga menetapkan standar baru dalam pengolahan grafis.

Peluncuran GeForce 256 menjadi fondasi bagi NVIDIA untuk mengembangkan produk-produk berikutnya yang terus mengedepankan inovasi dalam grafis dan kemudian berkembang ke bidang lain seperti komputasi paralel, solusi mobile, dan kecerdasan buatan. Keberhasilan ini terus membawa mereka menjadi pemain dominan di pasar GPU, memperluas pengaruhnya dari hanya fokus pada grafis PC menjadi segmen pasar yang lebih luas seperti data center dan AI.

Produk andalan NVIDIA, GeForce semakin berkembang (Dok. NVIDIA).

Momen Kritikal

Tapi GeForce 256 hanyalah satu titik dalam milestone yang terentang lebih dari tiga dekade. Setelah peluncuran GeForce 256, Huang yang menjadi figur kunci sebagai CEO, terus mendorong perusahaan melakukan inovasi berkelanjutan. NVIDIA pun mengalami beberapa momen penting yang berkontribusi besar terhadap kesuksesan dan pertumbuhan berkelanjutan mereka. Apa saja?

Pertama, peluncuran CUDA pada 2006. CUDA (Compute Unified Device Architecture) adalah sebuah inovasi revolusioner dari NVIDIA yang memungkinkan penggunaan GPU untuk komputasi paralel, bukan hanya untuk pengolahan grafis. Ini memperluas penggunaan GPU NVIDIA ke berbagai aplikasi seperti ilmu data, simulasi fisika, dan kecerdasan buatan, membuka pasar yang sangat besar dan baru.

Kedua, masuk ke pasar data center. Pada awal 2010-an, NVIDIA mulai memfokuskan usaha pada data center dan cloud computing, terutama dengan peluncuran GPU Tesla yang ditujukan untuk komputasi skala besar. Ini membantu mengkonsolidasikan posisi NVIDIA dalam AI dan pembelajaran mendalam (deep learning), yang membutuhkan banyak kekuatan komputasi.

Ketiga, pengenalan ray tracing pada GPU RTX. Pada 2018, NVIDIA meluncurkan seri RTX, yang merupakan GPU pertama yang mendukung ray tracing di waktu nyata, teknologi yang secara dramatis meningkatkan realisme visual dalam permainan video. Ini menandai langkah besar berikutnya dalam grafis komputer.

Keempat, pembelian Mellanox pada 2019 senilai US$6,9 miliar. Akuisisi ini menguatkan posisi NVIDIA di pasar data center dengan memberikan teknologi jaringan dan interkoneksi yang meningkatkan efisiensi serta skalabilitas dalam pusat data. Pembelian ini terbukti menjadi langkah strategis yang sangat penting bagi NVIDIA.

Kelima, ekspansi ke mobil otomatis dan AI. NVIDIA tidak hanya memperkuat posisi di pasar gaming dan profesional tetapi juga mengejar peluang di pasar mobil otomatis dan kecerdasan buatan. Platform NVIDIA DRIVE mengintegrasikan GPU untuk memungkinkan sistem mobil otonom.

Langkah yang terakhir sangat krusial bagi kejayaan NVIDIA. Setelah menguasai pasar GPU, Nvidia beralih ke berbagai aplikasi AI, termasuk mobil otonom, pengenalan wajah, dan pemrosesan bahasa alami. Dengan melakukannya, perusahaan telah memperluas jangkauan pasar – mendominasi 70% pangsa pasar penjualan chip AI.

Inovasi berkelanjutan dan berupaya menjadi yang terdepan jelas merupakan kunci kesuksesan NVIDIA. Sebab dengan cara ini NVIDIA berada di depan permainan. Terutama ketika mereka masuk ke AI sejak dini. Berbicara di New York Times Deal-Book Summit tahun lalu, Huang mengatakan: "Kami mengamati dan menyadari hal itu (AI) sekitar satu setengah dekade yang lalu. Saya pikir banyak orang masih mencoba menyusun itu. Alasan orang mengatakan kami hampir menjadi satu-satunya perusahaan yang melakukannya adalah karena kami mungkin satu-satunya perusahaan yang berhasil mendapatkannya. Dan orang masih mencoba untuk mendapatkannya."

Jalan yang diambil Huang di AI tidaklah keliru. Mulai sekitar tahun 2019, penekanan NVIDIA pada teknologi AI secara signifikan memperkuat posisi pasar mereka. Pengenalan dan ekspansi produk yang didorong oleh AI telah memungkinkan mereka memanfaatkan peningkatan permintaan akan kemampuan AI, yang telah menjadi penggerak pertumbuhan utama bagi perusahaan. Misalnya, teknologi DLSS NVIDIA telah menjadi standar dalam gaming, meningkatkan performa dan grafik permainan melalui AI.

Oke, inovasi berkelanjutan menjadi kunci sukses NVIDIA. Lantas, apa faktor keberhasilan lainnya?

Tiga Hal Penting

Dalam sebuah wawancara dengan venture capitalist Navin Chaddha, Huang mengatakan bahwa perusahaannya terdiri dari orang-orang biasa dengan visi yang besar; namun, itu bukanlah tempat esensi kesuksesan berada. Kemudian, dia mengatakan ada tiga hal penting; bahwa "ketekunan, ketangguhan, dan keyakinan" adalah bagian terbaik dari perjalanan perusahaan tersebut sejak didirikan.

Dia bertutur, “Kami bersaing dengan sekitar 110, 120 perusahaan grafis dari waktu ke waktu. Apa yang membuat kami berbeda adalah perspektif. Kami melihat dunia dengan cara yang berbeda. Contoh, sementara orang-orang berpikir bahwa mereka sedang membangun chip grafis komputasi, atau sistem grafis komputer, kami ingin membuat aplikasi menjadi lebih kaya, atau lebih menyenangkan, atau mungkin dalam banyak kasus adalah komputasi yang dipercepat.”

Dia melanjutkan, “Hal yang saya tekankan dari waktu ke waktu adalah aplikasi komputasi yang dipercepat, dan ini benar-benar tentang aplikasi. Kami selalu menyadari bahwa itu bukan hanya tentang chip grafis 3D. Kami menciptakan CUDNN yang digunakan untuk AI, kami menciptakan Rapids yang digunakan QDF untuk pemrosesan data, kami menciptakan Quantum untuk Simulasi Kuantum. Ada banyak algoritma dan pustaka domain-specific yang kami ciptakan dari waktu ke waktu. Tetapi platform itu, pustaka itu, chip itu, sejatinya semuanya dalam pelayanan aplikasi.”

Jadi, Huang melanjutkan, sejak awal filosofi NVDIA bukan hanya memiliki perancang chip grafis. “Kami selalu memiliki orang-orang yang bekerja dengan industri aplikasi untuk menginspirasi mereka menggunakan teknologi sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi atau algoritma yang kami ciptakan untuk membuat permainan grafis komputer mereka lebih baik,” katanya.

Begitulah cara Huang memotivasi SDM-nya: untuk melihat apa sejatinya tujuan yang ingin mereka berikan kepada para pengguna. Per tanggal 28 Januari 2024, NVIDIA mempekerjakan 29.600 orang. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,99% dibandingkan tahun sebelumnya, mengindikasikan fase ekspansi aktif yang sedang dilakukan oleh perusahaan.

Hari ini, Huang menempati peringkat ke-20 orang terkaya di dunia menurut Indeks Billionaires Bloomberg, dengan kekayaan bersih yang diperkirakan sebesar US$73 miliar, naik US$29 miliar sejak awal tahun. Ketika dia ditanya bagaimana mencapai kesuksesan besar, dan apa rahasianya, dia menjawab ringkas,

"Saya bekerja dari saat saya bangun hingga saat saya tidur. Saya bekerja tujuh hari seminggu. Ketika saya tidak bekerja, saya memikirkan pekerjaan, dan ketika saya bekerja, saya bekerja. Saya menonton film, tetapi saya tidak mengingatnya karena saya sedang memikirkan pekerjaan.”

Karena sifatnya yang seperti itu, maka kendati menikmati dominasinya, Huang tidak mau terlena. Sosok yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang visioner dan energik ini terus mengutamakan inovasi agar NVIDIA tetap berada di posisi terdepan. Sekarang, ketika ditanya tentang satu taruhan yang dilakukan perusahannya, dia mengatakan bahwa fokus utama mereka adalah meningkatkan aplikasi teknologi yang dimiliki. Menurutnya, sementara perusahaan lain terlibat dalam perlombaan kekuatan komputer, NVIDIA berfokus pada menyediakan medium yang cocok untuk arsitektur bagi kalangan perusahaan.

Dengan visi dan kerja keras seperti ini, tak heran jika kita masih akan melihat NVIDIA terus dominan, dan tentunya harga sahamnya pun konsisten melonjak. (***)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved