Capital Market & Investment

BEI Realisasikan Mekanisme Terbaru Pemindahan Papan Pencatatan

Foto : Vicky Rachman/SWA.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) senantiasa berupaya melakukan berbagai penyesuaian untuk menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. Pada 21 Desember 2021, BEI telah melakukan penyesuaian terkait persyaratan dan mekanisme perpindahan papan pencatatan, persyaratan papan pencatatan, serta penetapan definisi saham free float yang sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (Peraturan Nomor I-A).

Salah satu penyesuaian yang dilakukan dalam peraturan tersebut adalah mekanisme perpindahan papan pencatatan bagi perusahaan tercatat dari papan utama atau papan ekonomi baru ke papan pengembangan untuk memberikan klasifikasi yang jelas kepada investor mengenai kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, serta pemenuhan atas ketentuan peraturan BEI. “Terkait dengan pengaturan tersebut, BEI berwenang untuk melakukan penilaian perusahaan tercatat atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan yang dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Mei dan November,” tutur Kautsar Pribadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI di Jakarta, Kamis (23/5/2024).

Beberapa persyaratan untuk dapat tetap tercatat di papan utama yakni emiten mulai Mei 2022 tidak boleh membukukan ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir, tidak mendapatkan sanksi peringatan tertulis III dari BEI selama 1 tahun terakhir, serta memenuhi salah satu dari kriteria, antara lain rasio harga terhadap laba per saham (price to earning) tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to earning pasar.

Kemudian,rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) saham tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap PBV pasar atau nilai kapitalisasi pasar paling sedikit Rp12 triliun. Kedua, jumlah pemegang saham harus lebih dari 750 nasabah pemilik Single Investor Identification (SID).

Saham free float harus memenuhi ketentuan, saham free lloat 10% atau lebih, maka nilai kapitalisasi pasar lebih dari Rp200 miliar. Atau, saham free float kurang dari 10%, maka nilai kapitalisasi pasar lebih dari Rp1 triliun. Selain itu, emiten harus memperoleh opini tanpa modifikasian selama dua tahun buku terakhir secara berturut-turut.

Pemenuhan ketentuan saham free float, nilai kapitalisasi pasar free float, dan opini tersebut telah diberikan grace period (masa tenggang) oleh BEI selama dua tahun sejak pemberlakuan Peraturan Nomor I-A sampai dengan 21 Desember 2023. Kautsar, dalam keterangan tertulisnya ini, menyampaikan BEI telah melakukan sosialisasi dan secara intensif mengingatkan emiten untuk meningkatkan kesadaran atas pemenuhan ketentuan tersebut.

Guna memastikan pemenuhan aspek fundamental emitendi papan utama, maka perusahaan tercatat mulai Mei 2025 tidak boleh membukukan rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut, atau membukukan compound annual growth rate/ CAGR (laju pertumbuhan majemuk tahunan) atas pendapatan usaha paling sedikit 20% selama 3 tahun terakhir.

Oleh karena itu, BEI pada Mei 2024 melakukan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan yang diumumkan melalui pengumuman bursa dan efektif berlaku pada 31 Mei 2024. "BEI akan melakukan evaluasi kembali atas papan pencatatan ini pada periode berikutnya, yaitu di November 2024. Dengan adanya mekanisme perpindahan papan pencatatan ini, diharapkan perusahaan tercatat akan semakin memacu kinerja perusahaannya sehingga dapat menjadi pilihan investor dalam berinvestasi,” tuturnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved