Technology

Peruri Meluncurkan Logo Terbaru dan Memacu Transformasi

(kiri-kanan) Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas, dan Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri. (Foto : Peruri)

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) pada Rabu pekan ini meluncurkan logo baru di Kota Peruri, Jakarta. Logo baru ini merupakan tonggak bisnis Peruri untuk memasuki babak baru sebagai GovTech Indonesia, beradaptasi dan berevolusi di era digital. Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri, menyampaikan Peruri melakukan rebranding untuk mengubah logo dan mendefinisikan ulang jati diri perusahaan. “Ini juga menandai kesiapan Peruri untuk menjadi yang terdepan dalam kemajuan teknologi,” kata Dwina dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (24/5/2024).

Perubahan logo ini didorong oleh semangat untuk menunjukkan kapabilitas Peruri yang terus berkembang. Garis lurus pada logo Peruri merefleksikan perjalanan teknologi Peruri yang panjang dari masa ke masa. Bagian tengah merefleksikan teknologi yang terfokus pada keamanan tingkat tinggi sebagai inti yang mendorong Peruri untuk melakukan terobosan.

Pancaran sinar ke segala penjuru merefleksikan inovasi transformatif yang menyebar ke seluruh aspek kehidupan. Warna Core Blue menggambarkan teknologi, keamanan dan kedaulatan. Selanjutnya warna Hi-Tech Violet menggambarkan digital dan transformasi. Kemudian, Beyond Purple menggambarkan inovasi, beyond, dan akselerasi. “Setelah lebih dari setengah dekade sebagai perusahaan yang unggul di bidang teknologi high security, Peruri menampilkan identitas visual segar yang menggambarkan kemampuan kami menghasilkan layanan berkualitas untuk menjaga keaslian produk, identitas serta sistem digital yang kompleks,” tutur Dwina.

Peluncuran logo terbaru Peruri ini disaksikan Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Abdullah Azwar Anas, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari, para pelanggan, seperti Bank Indonesia, Dirjen Pajak, Imigrasi, Bea Cukai, Kementerian ATR/BPN, Dirjen Dukcapil, Kemenkop & UKM, Kemendikbud, BUMN Group dan swasta serta para mitra bisnis.

Foto : Peruri.

Tiko, sapaan akrab Wakil Menteri BUMN, mengapresiasi Peruri yang meluncurkan logo terbaru yang sesuai dengan tantangan zaman, dari bisnis printing masuk ke security paper, digital security, hingga Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). “Suatu transformasi yang garis merahnya jelas,” ujar Tiko.

Hal senada digaungkan Anas yang menuturkan Peruri tidak hanya mengubah logo, tetapi juga transformasi. “Negara-negara yang memiliki GovTech, mempercepat proses interoperabilitas layanannya. Ini yang dimiliki juga oleh kita, dalam waktu dekat akan di-launching. Jika ini sungguh-sungguh dikerjakan, cita-cita emas 2045 akan bisa kita percepat pencapaiannnya ketika digital transformation tadi dilakukan dengan baik,” kata Anas.

Peruri yang kini mendapat amanah sebagai GovTech Indonesia sebagai penyelenggara Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023, mengemban tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi dan teknologi yang canggih dan berinovasi untuk memberikan nilai tambah yang besar bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih efektif dan efisien. Hal ini melengkapi pilar usaha Peruri menjadi 4 pilar utama yakni, Banknote Printing, Security Printing, Digital Security, dan GovTech Indonesia.

Selain memperkenalkan logo baru, Peruri juga meresmikan area kerja GovTech Indonesia di Kota Peruri. Ruang Kerja GovTech Peruri diresmikan secara langsung oleh Menteri PAN RB dan Wakil Menteri BUMN. Area kerja GovTech Indonesia memiliki estetika desain yang menarik, agar tim GovTech dapat bekerja secara nyaman dan optimal.

Transformasi Peruri

Pada kesempatan sebelumnya, Dwina menyampaikan positioning Peruri bukan sekadar pencetak uang dan dokumen sekuriti tapi perusahaan teknologi security yang memprotect keaslian sebuah produk dan dokumen (authenticity guarantor).

Dia menjabarkan kompetensi utama Peruri sebagai penjamin keaslian yang dapat bertahan dan masih mencatatkan kinerja positif dalam kondisi derasnya disrupsi digital.”Printing hanya teknologi, kompetensi utama Peruri sebagai penjamin keaslian justru semakin dibutuhkan di era digital yang tidak hanya menjamin keaslian produk dan barang tetapi juga orang-nya. Era digital bukan menjadi ending bagi bisnis Peruri, justru memperluas offering yang bisa dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki,” tutur Dwina pada siaran pers di Jakarta, Jumat (26/4/2024) .

Peruri mengakselerasi budaya inovasi yang semakin meningkat setiap tahunnya. Transformasi tidak hanya pada produk, tetapi juga pola piker dan budaya organisasi. “Inovasi menjadi peran kunci dalam perjalanan transformasi Peruri. Kita tidak mungkin bisa menjalankan bisnis digital kalau tidak punya budaya inovasi yang baik,” ucap Dwina.

Keberhasilan transformasi digital Peruri melandasi pemerintah menunjuk Peruri sebagai GovTech Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023. Dengan telah ditunjukkan Peruri sebagai GovTech Indonesia, transformasi bukan hanya pada level korporasi tetapi juga turut membantu transformasi digital negeri. “From corporate transformation to transforming the nation,” ucapnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved