Trends

Perputaran Uang di World Water Forum Berpotensi Mencapai Rp1,5 Triliun

Sandiaga Uno, Menparekraf di Wolrd Water Forum, Bali. (Foto : Humas WWF).

World Water Forum (WWF) ke-10 yang digelar pada 20-25 Mei 2024 berdampak terhadap roda perekonomian di Bali. Dalam keterangannya, Kamis (23/5), Menparekraf Sandiaga, mengatakan sebanyak 50 ribu wisatawan mendatangi Bali untuk kegiatan WWF yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. "Dari jumlah spending per delegasi yang mengacu event sejenis itu sekitar Rp34 juta. Oleh karena itu, kita bisa memprediksi lebih dari setengah triliun rupiah atau Rp500 miliar belanja langsung bagi ekonomi Bali dan Indonesia pada kegiatan World Water Forum ini,” kata Sandiaga pada keterangan tertulis di Bali, Kamis (23/5/2024)

Sandiaga mengestimasikan perputaran ekonomi mencapai Rp1,5 triliun, “Mengingat delegasi kemungkinan tidak datang sendirian, serta masih ada perputaran ekonomi yang dapat dilihat tidak hanya dari spending delegasi saja,” ujar Sandiaga. Kemenparekraf meyakini pagelaran WWF berdampak terhadap perekonomian Bali, investasi, dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. "Nanti akan dilanjutkan dengan sekitar 100 sampai 120 proyek dan kami menghitung bisa memberikan dampak ke investasi turunan dan lanjutan selama lima sampai sepuluh tahun ke depan sekitar Rp120 triliun," ucap Sandiaga.

Kemenparekraf sedang melakukan survei terhitung penyelenggaraan WWF dari 17 Mei hingga 25 Mei 2024. Survei ini menyasar para pemangku kepentingan, pengunjung, dan delegasi guna menghitung dampak penyelenggaraan WWF.

Penyelenggaraan WWF berdampak positif terhadap eksposur destinasi wisata Bali. Dalam sebulan terakhir, pencarian World Water Forum meningkat signifikan, dengan lebih dari 1.800 pencarian harian, 45% dari luar negeri (wilayah Pasifik, Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Barat, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan). Dalam sepekan terakhir, ada 190 berita global dan nasional mengenai WWF Kemenparekraf berkomitmen dalam penyelenggaraan MICE yang berkelanjutan. Sehingga perhatian tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Okupansi Hotel

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan pelaksanaan WWF 2024 akan berdampak pada geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya terlihat di sektor akomodasi lantaran tingginya tingkat okupansi hotel di Bali, khususnya kawasan Nusa Dua. "Pelaksanaan event-event MICE internasional akan memberikan dampak yang besar. Ini tentunya menjadi berkah bagi Bali," ujar Rai.

PHRI Badung mencatat tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan Nusa Dua mencapai 100%. Kondisi serupa dialami hotel-hotel di luar kawasan konferensi WWF, seperti Jimbaran, Kuta, Sanur, dan Ubud. "Hal ini juga akan berdampak lebih luas ke pelaku usaha lainnya, seperti usaha restoran," ujar Rai.

Hal senada dikatakan Ketua PHRI BPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Ia mengatakan dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan World Water Forum di Bali tidak saja memberi dampak langsung terhadap tingkat hunian hotel di Bali, khususnya kawasan Nusa Dua tapi juga promosi Bali sebagai destinasi pariwisata favorit dunia. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved