Trends

Danareksa Bentuk Konsorsium Investasi Air Rp3,7 Triliun

Foto : Silawati/SWA.

PT Danareksa (Persero) melakukan penandatangan pembentukan konsorsium dengan PT CITIC Envirotech Indonesia (CITIC) dan SUEZ (Singapore) Services Pte Ltd senilai Rp3, 75 Triliun untuk menggarap Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Bandung. Kesepakatan ini disaksikan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Hattari di World Water Forum di Nusa Bali pada pekan ini. Pembentukan konsorsium ini merupakan langkah nyata Indonesia Water Fund (IWF) dengan pembangunan sistem pengelolaan air minum (SPAM) Bandung yang didukung oleh Pemerintah Kota Bandung dan Perumda Tirtawening.

Proyek SPAM tersebut mencakup pembangunan water treatment plan (wtp) yang diproyeksikan memiliki kapasitas 3.500 liter per detik. Sehingga nantinya dapat menambah lebih dari 130 ribu sambungan rumah baru di Kota Bandung dan memperluas cakupan air bersih bagi warga Kota Bandung. “Danareksa berkomitmen dalam mendukung program pemerintah dalam percepatan akses air bersih,” kata Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi.

Kartika menyampaikan dukungannya untuk Danareksa karena untuk mengatasi permasalahan air bersih perlu adanya sejumlah langkah, seperti melakukan pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan pemanfaatan teknologi, dan membuka potensi kerja sama dengan sektor swasta. "Mari kita bersama-sama bekerja keras dan berkomitmen untuk dapat mewujudkan akses air bersih yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Kartika

Untuk semakin memperkuat komitmen dalam implementasi IWF, pada kesempatan yang sama, Danareksa juga melakukan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) IWF dengan PT CITIC Envirotech Indonesia dan SUEZ (Singapore) Services Pte. Ltd selaku mitra strategis terkait rencana kerjasama pembentukan dan investasi. Danareksa juga melakukan penandatanganan Annex atas Heads of Agreement terkait pembangunan WWTP berkapasitas 150 liter per detik di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). WWTP ini merupakan pilot project WWTP underground di Indonesia dengan benchmark WWTP underground milik CITIC di Guangzhou, Jianxi.

Penandatangan MoU ketiga dilakukan dengan Konsultan Karya – CITIC untuk memperkuat kerjasama di wilayah kerja masing-masing. CITIC menunjuk Virama Karya sebagai konsultan rekanan terpilih untuk proyek-proyeknya di Indonesia. "Kerja sama ini akan sangat membantu IWF melalui Danareksa dalam memberikan kontribusi penyediaan akses air di Indonesia.

Strategic partner kami yang sudah berpengalaman di bidang pengelolaan air seperti CITIC di Tiongkok dan Suez di Prancis, diharapkan bisa memberikan transfer knowledge atau technology dalam pengelolaan air, untuk segera mewujudkan 15 juta sambungan rumah baru," tutur Yadi.

World Water Forum ke-10 juga menghasilkan aksi rencana konkret dengan penandatanganan kesepakatan pendanaan SPAM Regional Karian-Serpong dan nota kesepahaman mengenai Net-Zero Water Supply Infrastructure Project di Ibu Kota Nusantara (IKN) “Ini adalah dua hasil konkret dari forum ini sejak World Water Forum ke-10 ini digelar. Ini baru dua dan akan ada lagi kesepakatan-kesepakatan lainnya dari forum ini,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yang juga merupakan Ketua Harian Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10.

(kanan) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. (Foto : Silawati/SWA).

Kesepakatan pendanaan SPAM Regional Karian-Serpong ditandatangani oleh Country Head of International Finance Corporation (IFC) Euan Marshal, Principal Investment Specialist at Asia Development Bank (ADB) Yuichiro Yoi, Director General of Infrastructure Finance Department K-Exim Jae-Sun Shim, Managing Director Development Bank of Singapore Kunardy Darma Lie, dan Presiden Direktur PT Karian Water Service, Kyeong Yun Jeong.

SPAM Regional Karian-Serpong merupakan Proyek Strategis Nasional berkapasitas 4.600 liter/detik. SPAM ini diharapkan dapat memberikan akses air minum kepada 1,84 juta penduduk yang tinggal di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Proyek SPAM Regional Karian-Serpong memiliki nilai investasi sebesar Rp2,4 triliun. “Dengan adanya penandatangan kesepakatan pendanaan ini, saya optimistis proyek ini akan segera selesai,” kata Basuki.

World Water Forum ini menghasilkan nota kesepahaman mengenai proyek Net-Zero Water Supply Infrastructure Project di IKN Nusantara. MoU itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dan Wakil Presiden K-Water Han Seong Yong. K-Water merupakan perusahaan milik negara Korea Selatan. “Dua kesepakatan ini memperlihatkan bahwa pemerintah Indonesia selalu berupaya membuat pendanaan inovatif,” ujar Basuki. Pemerintah Korea akan mempercepat pembangunan SPAM lainnya di IKN tahun ini. Sebelumnya, Kementerian PUPR telah membangun satu proyek SPAM berkapasitas 300 liter per detik di IKN yang direncanakan beroperasi pada Juli 2024. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved