Sajian Utama

Tigaraksa Satria, Jadikan Inovasi sebagai Bagian dari Employee Performance Appraisal

Lianne Widjaja, Presiden Direktur Tigaraksa Satria. (Foto : Istimewa).

Cikal bakal PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) bermula dari N.V. Handel Bouwen Cultuur Maatschappij Soen Lie, perusahaan perkebunan dan perdagangan karet yang didirikan oleh keluarga Widjaja tahun 1919. Perubahan nama dari N.V. Handel Bouwen Cultuur Maatschappij Soen Lie menjadi PT Tigaraksa terjadi pada 1960. Selanjutnya, generasi kedua mengambil alih dan mendirikan perusahaan induk, kemudian memisahkan bisnis penjualan dan distribusi menjadi PT Tigaraksa Satria pada 1986.

Tigaraksa Satria memiliki visi: “To Succeed and Excel as a Market-Driven Sales & Distribution Organization”. Lianne Widjaja, Presiden Direktur Tigaraksa Satria, menjelaskan, market-driven artinya semua output yang dihasilkan oleh perusahaan didasari dan berorientasi pada kebutuhan customer yang senantiasa berubah dengan ekspektasi yang meningkat. “Perubahan identik dengan menciptakan suatu perbaikan, pembaruan, serta ide baru dalam layanan. Hal ini didukung oleh sikap open mindset dan proaktif, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kepuasan kepada customer,” kata Lianne.

Maka, inovasi memang didorong di perusahaan ini untuk menciptakan perubahan. Lianne menjelaskan, program inovasi yang dijalankan Tigaraksa meliputi tiga level. Pertama, level korporat, yakni program inovasi lintas divisi yang dikerjakan bersama oleh beberapa head of process. “Program ini diadakan tiap tahun dan dimonitor secara berkala (bulanan/triwulanan) oleh Head of Process dan BOD (Board of Director),” ujarnya.

Kedua, level divisi, yakni program inovasi yang diinisiasi dan dijalankan oleh setiap divisi dalam bentuk program kerja divisi untuk bisa mencapai target tahunan perusahaan. Program ini dimonitor secara bulanan oleh Head of Process, dan secara triwulanan oleh BOD Tigaraksa.

Dan, ketiga, inovasi di level individual, yaitu program inovasi yang diinisiasi oleh setiap individu karyawan untuk menyampaikan rencana konkret perbaikan (improvement) sesuai dengan bidang pekerjaannya. “Program tersebut diwadahi dalam bentuk ajang kompetensi nasional yang langsung dinilai secara panel oleh manajemen kantor pusat. Kepada pemenang diberikan sejumlah reward sebagai apresiasi,” kata Lianne.

Dalam menjalankan program inovasi tersebut, Dewan Direksi Tigaraksa berperan dalam menentukan kebijakan dan program inovasi di perusahaan, serta secara berkala ikut memonitor pelaksanaan program inovasi yang dijalankan. “Improvement di-review secara berkala oleh setiap line manager. Bagi para inisiator, diberikan wadah untuk mempresentasikan hasilnya dalam program Let’s Improve dengan berkesempatan untuk melakukan audiensi secara langsung di hadapan BOD dan top 5 initiator mendapatkan reward,” Lianne memaparkan.

Unit Usaha Tigaraksa Satria Pada 2023

Sumber : Tigaraksa.

Menempa Budaya Inovasi

Agar di Tigaraksa terwujud budaya inovasi, menurut Lianne, inovasi/improvement dijadikan sebagai salah satu bagian dari employee performance appraisal dengan bobot 10%. Di samping itu, juga ada cash reward bagi pemenang di tahap 1 (cabang), tahap 2 (regional), dan tahap 3 (nasional). Itu untuk level individu. Untuk level divisi, 10% dari total saving improvement menjadi hak inisiator.

Ia menambahkan, inovasi/improvement dikelola oleh dua bagian, yakni Organization Development dan Internal Audit. Bagian Organization Development berfokus pada improvement, baik di level korporat, divisi, maupun individu. Sementara, bagian Internal Audit berfokus pada assessment proses kerja dan memimpin proses perbaikan yang dibutuhkan.

Dalam mengimplementasikan inovasi tersebut, tentunya dibutuhkan dukungan sistem teknologi informasi (TI) yang andal dan SDM, khususnya tim di Departemen TI. “Mereka merupakan salah satu pilar yang sangat mendukung terlaksananya program-program inovasi yang dijalankan perusahaan,” ungkap Lianne.

Tentu saja, ada anggaran yang disiapkan untuk memastikan agar sistem TI di Tigaraksa tetap updated dan siap pakai, juga anggaran untuk pengembangan dan pelatihan bagi tim TI. Namun, Lianne tidak bisa menyebutkan nilainya secara sepesifik karena tergabung dalam keseluruhan anggaran departemen TI.

Menurutnya, hasil inovasi di Tigaraksa yang berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis perusahaan, antara lain, pembuatan form kerja berbasis sistem untuk percepatan proses audit, modifikasi alat kerja (forklift) yang mempercepat proses loading & unloading produk, dan modifikasi mesin pabrik yang mempercepat kapasitas produksi.

Kinerja Finansial 2019-2023

Sumber : Tigaraksa Satria.

Sementara itu, inovasi untuk meningkatkan kompetensi/skill yang berdampak pada perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam semua proses operasional di perusahaan, di antaranya IT System yang membuat karyawan menjadi tech savvy dalam mengolah data, serta perangkat sales order yang memungkinkan karyawan bagian Penjualan bisa mendapatkan informasi terkait produk, account receivable (piutang dagang), dan informasi kunjungan secara cepat.

Dan, dalam 1-5 tahun mendatang, Lianne mengungkapkan, program inovasi yang akan dijalankan Tigaraksa di level korporat berfokus pada integration business planning. Yaitu, dengan melakukan digitalisasi dan pemanfaatan artificial intelligence/AI.

Adapun di level divisi, berfokus pada perbaikan proses, teknologi, dan SDM, dengan tujuan optimalisasi top line (revenue growth) dan bottom line (productivity improvement dan asset utilization). Hal ini dimaksudkan agar Tigaraksa bisa tumbuh berkelanjutan di tengah arus perubahan lanskap bisnis yang super cepat.

Tigaraksa menargetkan penjualan dan laba bersih di tahun ini tumbuh high single digit. Perseroan, seperti termaktub pada risalah paparan publik, mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp41 miliar. "Strategi bisnis yang dilakukan perseroan adalah menggabungkan organic growth dan inorganic growth, seperti penambahan principal baru. Kami belum ada rencana penambahan cabang untuk saat ini," ucap Lianne pada paparan publik di 15 Mei 2024.

Harga saham Tigaraksa sejak awal tahun hingga 22 Mei 2024 (year to date) naik sebesar 7,03%, menjadi Rp6.975. Perseroan membagikan dividen Manajemen Tigaraksa bakal membagikan dividen senilai Rp 286,56 miliar yang diambil dari laba tahun buku 2023. Pemegang saham TGKA akan mendapat dividen Rp312 per saham. Pembayaran dividen ini dijadwalkan pada 7 Juni 2024. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved