Sajian Utama

Daya Adicipta Mustika, Sistematis dan Konsisten Mendorong Inovasi Perusahaan

Krisgianto Lilikwargawidjaja, CEO PT Daya Adicipta Mustika. (Foto : Istimewa).

Sejalan dengan visi PT Daya Adicipta Mustika ‒dikenal dengan nama Daya Group‒ untuk menjadi the best managed corporation di Indonesia, manajemen perusahaan ini selalu terbuka dalam mempelajari dan mengadopsi hal-hal baru yang dapat mendukung kinerja. Hal ini tecermin melalui salah satu misi perusahaan, yaitu “Systematically driving sustainable continuous improvement within people, process, and technologies”.

Makna misi tersebut, Daya Group secara sistematis dan konsisten terus mendorong inovasi agar dapat terus tumbuh untuk menjadi perusahaan yang sustain. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan untuk mendukung terciptanya budaya inovasi dalam perusahaan ialah menyelenggarakan kompetisi improvement setiap tahun yang terbuka bagi seluruh karyawan Daya Group.

Selain itu, perusahaan ini juga memberikan reward kepada setiap karyawan yang melakukan improvement (inovasi) sehingga karyawan semakin terpacu untuk menciptakan inovasi di lingkungan kerjanya.

Keterlibatan pimpinan perusahaan dalam penentuan kebijakan dan program inovasi sangat besar di Daya Group. Hal ini terlihat dalam President Letter yang dikeluarkan setiap tahun: ada pesan yang menekankan pentingnya membudayakan inovasi pada setiap perusahaan. “Arahan ini diterjemahkan dengan pemberian Key Performance Indicators (KPI) terkait implementasi inovasi kepada seluruh pimpinan dalam perusahaan,” kata Krisgianto Lilikwargawidjaja, CEO PT Daya Adicipta Mustika.

Selain itu, dewan direksi perusahaan juga berperan sebagai dewan komite dalam Komite Improvement. Komite ini bertugas melakukan evaluasi dan memberikan advise terhadap tema-tema inovasi yang berdampak besar terhadap perkembangan perusahaan. Daya Group pun membangun budaya inovasi yang didasari salah satu nilai inti perusahaan, yaitu Excellence, dengan salah satu key behavior-nya: continuous improvement & innovation.

Untuk memastikan implementasinya, Dibentuk fungsi khusus yang bertanggung jawab membudayakan inovasi di perusahaan dengan melakukan edukasi dan pendampingan, serta membuat program/event yang menarik supaya setiap karyawan tertarik untuk berperan serta dalam kegiatan improvement/inovasi. “Perusahaan juga memfasilitasi adanya Improvement Day. Pada kegiatan tersebut, setiap karyawan diberi kesempatan untuk meninggalkan sejenak rutinitas pekerjaannya untuk mendiskusikan dan mengerjakan tema inovasi yang sedang dikembangkan,” kata Krisgianto.

Sebagian besar perusahaan yang berada di bawah naungan Daya Group yang berdiri sejak 1972 ini bukan merupakan perusahaan manufaktur. Sehingga, tidak ada fungsi untuk melakukan R&D terkait pengembangan produk. Namun, tidak berarti di Daya Group tidak ada fungsi untuk menjalankan program inovasi.

Di grup usaha ini, hampir semua inovasi yang dijalankan berfokus pada peningkatan efisiensi proses kerja, perbaikan layanan terhadap konsumen, dan perbaikan lingkungan kerja. Fungsi yang bertanggung jawab untuk mengoordinasi aktivitas inovasi ini adalah Divisi Corporate Management Development, yang bertanggung jawab langsung kepada CEO, dengan jumlah anggota tim Management Improvement sekitar 20 orang yang tersebar di semua anak perusahaan.

Untuk mempermudah implementasi proses inovasi, Daya Group menyiapkan tools Improvement Online. Melalui Improvement Online ini, setiap karyawan dapat menjelaskan ide inovasinya secara singkat.

Setelah melakukan proses submit, akan masuk ke atasan untuk di-review, apakah idenya dapat diterima atau perlu disesuaikan lagi. Setelah disetujui, karyawan dapat memulai proses pembuatan inovasinya. “Setelah proyek inovasi selesai, risalah dapat di-upload ke sistem untuk validasi penyelesaian project,” Krisgianto menjelaskan.

Krisgianto Lilikwargawidjaja, CEO PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group). Sang CEO rutin meninjau ulang program inovasi. (Foto : Istimewa).

Pantau Program Inovasi

Saat ini, sistem Improvement Online baru dapat digunakan untuk metodologi Suggestion System. Metodologi inovasi yang lain sedang dalam proses pengembangan. Improvement Online juga digunakan sebagai database risalah-risalah proyek inovasi yang sudah selesai sebagai bagian dari knowledge management sehingga dapat menjadi referensi untuk seluruh karyawan.

Setiap tahun, Daya Group melakukan review dan update terhadap roadmap terkait implementasi inovasi lima tahun ke depan agar selalu sejalan dengan arahan dewan direksi dalam President Letter. Roadmap tersebut akan diturunkan menjadi target KPI, seperti persentase keterlibatan karyawan dalam proyek inovasi dan jumlah inovasi yang akan menjadi dasar saat penilaian kinerja di akhir tahun.

Jadwal penyelesaian inovasi setiap proyek akan berbeda-beda sesuai dengan scope proyeknya. “Ide inovasi yang sederhana dapat diselesaikan dalam periode 1-2 bulan. Namun, untuk ide yang kompleks dapat membutuhkan waktu sampai satu tahun,” kata Krisgianto.

Bicara hasil inovasi, untuk setiap proyek inovasi yang selesai dijalankan, akan dilakukan pengukuran benefit-nya terhadap beberapa parameter, yaitu quality, cost, delivery, safety, productivity.

Selama implementasi proses inovasi dengan metodologi Practical Problem Solving, Quality Control Circle, Quality Control Project, dan Inteks di Daya Group, ada tiga fokus utama, yaitu peningkatan kualitas (57%), peningkatan produktivitas (27%), dan peningkatan delivery (15%). (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved