Trends

Jurus Danone Indonesia Mengelola Air yang Berkelanjutan

(Kiri-Kanan). Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, dan Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia di World Water Forum 2024 di Bali. (Foto : Silawati/SWA).

Danone mempertegas komitmennya melestarikan sumber daya air seiring partisipasinya di World Water Forum ke-10 di Nusa Dua Bali pada 18 - 25 Mei 2024. Keterlibatan Danone dalam ajang internasional ini mendukung program pemerintah dalam menangani permasalahan air di Indonesia.

Keberlanjutan sumber daya air merupakan tantangan pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hampir 703 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki akses terhadap air. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa 72% permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1% yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dari para pelaku industri. untuk turut terlibat dalam upaya pengelolaan air untuk mewujudkan tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, mengatakan pengelolaan air berkelanjutan atau integrated water resources management itu merupakan bagian dari solusi untuk mengentaskan permasalahan ketersediaan air. "Kami juga percaya peran penting pihak swasta dalam mendukung keberhasilan pengelolaan air berkelanjutan ini harus saling bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama pemerintah,” ujar Vera di Bali, baru-baru ini.

Henri Bruxelles, Chief Sustainability & Strategic Business Development Danone, mengatakan, kebijakan Danone dalam mengelola air sejalan dengan strategi keberlanjutan Danone Impact Journey. “Kami meyakini forum ini sebagai sarana memperluas akses pertukaran informasi dan jaringan untuk mendorong berbagai aksi kolektif program pengelolaan sumber daya air yang dapat menjawab berbagai tantangan permasalahan air,” tutur Bruxelles.

Danone Indonesia berupaya mencapai positive water impact, yaitu mengembalikan lebih banyak air ke masyarakat dan lingkungan dari yang digunakan dalam proses produksi. Komitmen perusahaan dalam mewujudkan positive water impact ini tertuang pada Kebijakan Air Danone (Danone Water Policy). Kebijakan ini berfokus pada tiga pilar, yaitu melindungi sumber daya air, mendorong sirkularitas air dalam sistem produksi dengan mengurangi penggunaan air (total penggunaan air/rasio air) serta memberikan akses air bersih dan sanitasi melalui program WASH (Water Access, Sanitation and Hygiene) untuk masyarakat Indonesia. “Danone Indonesia telah berhasil menyediakan akses air bersih bagi lebih dari 500.000 orang,” tambah Vera.

Danone Indonesia bersama mitra-mitranya melibatkan komunitas lokal dalam melakukan pengelolaan sumber daya air. Komunitas lokal yang terdiri dari pemerintah daerah, masyarakat umum, lembaga swadaya masyarakat, akademisi serta sektor swasta membentuk sebuah forum Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk melakukan upaya tata kelola sumber daya air terpadu dari hulu hingga ke hilir.

Danone Indonesia bersama 7 forum DAS berpartisipasi aktif mengelola air di DAS Cisadane, Cicatih dan Cibeleng di Jawa Barat, Pusur, Jawa Tengah, Rejoso, dan Pandaan di Jawa Timur serta Ayung, Bali. Untuk memperkuat penerapan tata kelola yang baik Danone juga memperkenalkan Pembayaran Jasa Lingkungan (PES) sebagai skema untuk memberikan kompensasi finansial untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya alam yang baik.

Komitmen Danone Indonesia dalam menjalankan tata kelola air juga diimplementasikan dalam proses produksi yang mendorong efisiensi penggunaan air dalam sistem produksi. Upaya ini diwujudkan dengan pengurangan penggunaan air (Total Water Utilization/Water Ratio) yang merupakan perbandingan air yang digunakan untuk memproduksi 1 liter produk. Semakin kecil nilai rasio tersebut maka semakin efisien pemakaian air untuk produk dan proses produksi.

Hingga tahun 2020, Danone-AQUA mencapai target water ratio sebesar 1,15 guna menjaga ekosistem air. Danone juga mengimplementasikan prinsip reduce, reuse, recycle, reclaim (4R) dalam pemanfaatan air di seluruh fasilitas produksi di Indonesia

Danone Indonesia dan Water.org berinovasi dan meningkatkan akses ke air dan sanitasi melalui skema kredit mikro yang difasilitasi oleh lembaga keuangan atau dikenal dengan Water Credit. Skema ini memberdayakan kelompok pengelola sistem penyediaan air pedesaan (SPAM) untuk mandiri dalam mengembangkan dan mengelola akses ke air bersih dengan mencari pendanaan dari lembaga keuangan lokal.

Program ini telah berjalan di dua kabupaten di Jawa Tengah dan tiga puluh dua kabupaten di Jawa Timur. Sejak diluncurkan pada 2016, kolaborasi Danone dan Water.org memberikan manfaat bagi lebih dari 175.000 orang. Danone optimistis pengelolaan air yang berkelanjutan dan memperkuat kemitraan itu dapat mengatasi masalah air dan memastikan masa depan yang cerah, serta mendorong pertumbuhan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved