Trends

OJK Mengembangkan UMKM dan Pariwista Berkelanjutan di Sumsel

Foto : OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tmendorong pertumbuhan UMKM serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia agar terus dan menjadi pilar utama perekonomian nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, pada Kegiatan Puncak Semarak Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI-BBWI) di Lapangan DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang pada akhir pekan lalu.

Kegiatan bertemakan Belanja dan Melancong ke Sumatera Selatan Bae (Berbelanja dan Berwisata ke Sumatera Selatan Aja) ini upaya strategis pemerintah untuk mendukung UMKM dan sektor pariwisata yang berkelanjutan. "Gernas BBI/BBWI merupakan salah satu upaya strategis pemerintah yang nyata, berkelanjutan, dan terarah dalam memberikan dukungan kepada UMKM dan sektor pariwisata Indonesia agar terus dapat berkembang dan menjadi pilar utama perekonomian nasional,” kata Mahendra di Palembang, Minggu, (26/5/2024).

Per Desember 2023, jumlah UMKM di Sumsel sebanyak 2,5 juta unit yang berkontribusi mencapai 60 % dari PDRB (produk domestik regional bruto) Sumsel dan menyerap 70% tenaga kerja. Infrastuktur dan konektifitas yang baik akan menjadi potensi yang kuat untuk pengembangan sektor pariwisata yang lebih baik.

Mahendra, pada keterangan tertulisnya ini, menyampaikan upaya menjaga pertumbuhan konsumsi masyarakat dengan meningkatkan investasi yang menunjang sektor jasa termasuk di dalamnya yang sangat penting pariwisata dan ekonomi kreatif..

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam video sambutannya, mengapresiasi OJK sebagai campaign manager serta para top brand dan Gubernur Sumatera Selatan atas terlaksananya rangkaian Gernas BBI dan BBWI di Sumsel. Luhut berpesan agar OJK dapat terus membantu kolaborasi BBI dan BBWI di seluruh daerah dan membantu meningkatkan kemampuan UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan.

Pelatihan UMKM naik kelas telah dilaksanakan dengan peserta sebanyak 1.373 UMKM dari 17 kabupaten/kota di Sumsel. Peserta mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif serta meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka untuk bersaing di pasar global. Dalam pendampingan dilakukan kurasi menjadi 5 besar UMKM Champion Provinsi Sumsel yang selanjutnya dapat mengikuti Anugerah BBI/BBWI 2024 tingkat nasional mewakili Provinsi Sumsel.

Hasil pemantauan pelatihan tercatat 15 besar UMKM membukukan kenaikan omset sebesar 69,51%. Pencapaian lainnya ditunjukkan secara nasional tercatat terdapat lebih dari 150.000 UMKM yang telah melakukan onboarding UMKM ke platform e-commerce.

Dukungan dari lembaga jasa keuangan juga diwujudkan melalui penyaluran kredit dan pembiayaan kepada UMKM. Proporsi penyaluran kredit UMKM terhadap total penyaluran kredit oleh perbankan di Sumsel sebesar 23,95% atau senilai Rp39,75 triliun. Realisasi anggaran dan belanja operasional di Sumsel pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp3,61 triliun.

Porsi untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp1,18 triliun atau 30%, dengan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dari belanja barang dan jasa tersebut sebesar Rp584,34 miliar atau 49,52% dari Rencana Umum Pengadaan (RUP) (tertinggi ke-4 secara nasional).

Gernas BBI/BBWI 2024 di Sumsel merupakan upaya kolektif pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Keberhasilan acara ini menyoroti potensi besar UMKM dan pariwisata dalam berkontribusi pada ekonomi nasional Indonesia.

Semarak kegiatan Harvesting Gernas BBI/BBWI di Kota Palembang ini dimeriahkan lebih dari 140 booth pameran yang terdiri dari: 63 pelaku UMKM yang terdiri dari 38 UMKM binaan pihak terkait yang memamerkan produk khas Provinsi Sumsel dengan kategori kriya, fashion, kuliner, dan kesehatan, dan 25 UMKM kuliner umum, 33 Dinas Koperasi dan UMKM, Pemerintah Daerah terkait, Dekranasda, dan mitra lainnya yang memamerkan produk khas dan unggulan masing-masing daerah, booth OJK dan Bank Indonesia (BI) yang menyediakan layanan umum, termasuk edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, 13 lembaga jasa keuangan menawarkan berbagai produk dan layanan keuangan, dan 31 booth pendukung lainnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved