Trends

Ekspansi Bisnis, Rian D’Masiv Targetkan Buka 100 Gerai Ayam Forever di 2024

(kiri-kanan) Rian D'Masiv dan Peter Shearer, CEO & Founder Wahyoo Group di peluncuran Wahyoo Ventures di Jakarta pada Rabu, 15 Mei 2024. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

swa.co.id, Jakarta- Rian D’Masiv berencana membuka gerai Ayam Forever sebanyak 100 unit di tahun ini. Nantinya, penambahan gerai ini diproyeksikan untuk menggenapi jumlah total outlet Ayam Forever sebanyak 200 unit hingga akhir tahun ini. Rian mengatakan jumlah gerai Ayam Forever per Mei 2024 ini sekitar 102 unit. “Ayam Forever dimulai pada tahun 2022. Alhamdulilah, jumlah outlet hampir 100 cabang di seluruh Indonesia, saya membuka kemitraan franchise Ayam Forever. Saya berharap bisa menambah 100 gerai di tahun ini. Per Mei tahun ini ada penambahan 1-2 gerai. Saya optimistis jumlah outlet Ayam Forever bertambah 100 unit di sisa tahun ini,” ujar Rian kepada swa.co.id seperti ditulis pada Senin, (27/5/2024).

Musisi bernama lengkap Rian Ekky Pradipta ini memulai bisnis Ayam Forever untuk menambah diversifikasi penghasilan. Sebelum pandemi Covid-19, Rian mengandalkan penghasilannya sebagai musisi. Adapun, paket waralaba Ayam Forever ada berbagai opsi. “Ada yang paket resto Rp150 juta, untuk paket gerai (stall) yang kecil-kecil sekitar Rp-40-an juta,” ujar Rian yang dikenal sebagai fans klub Manchester United.

Manajemen Ayam Forever melakukan kurasi kepada calon mitra Ayam Forever. Tujuannya agar menyelaraskan persepsi dan program peningkatkan omset para mitra ke depannya. “Kami tidak asal menerima calon mitra waralaba, kami melakukan kurasi mitra,” tuturnya.

Ayam Forever, lanjut Rian, adalah ayam goreng yang dibubuhi bumbu dari minyak cabe. Varian menunya beragam, ada ayam merah original dan lainnya. “Unique selling point Ayam Forever ada bumbu chili oil-nya. Kami menargetkan konsumen di seluruh segmen, yakni konsumen kalangan atas hingga menengah bawah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rian mengklaim total omset Ayam Forever di tahun 2023 naik sebesar 50% jika dibandingkan pendapatan di tahun 2022. Tahun ini, Rian membidik pertumbuhan pendapatan yang tak jauh berbeda dari tahun lalu itu. Demi mencapai target omset dan gerai di tahun ini, Rian mempromosikan Ayam Forever di berbagai kanal digital dan konvesional. “Saya berperan sebagai penjaga merek, seperti peran brand ambassador. Mitra saya, yakni Ivan, yang mengelola manajemen dan operasional Ayam Forever,” ujar Rian yang hobi mengoleksi jersey dan kaos bernilai jutaan hingga ratusan juta rupiah itu

Ivan yang dimaksud Rian adalah Valentino Ivan, founder Infiniti Group. “Iya, saya bersama Rian, adalah mitra Ayam Forever” ucap Ivan saat dijumpai swa.co.id di sela-sela grand launching Wahyoo Ventures by Wahyoo Group di Jakarta pada Rabu (15/5/2024). Ivan mengatakan Infiniti Group adalah perusahaan di industri makanan dan minuman (food & beverage). Konsumen Ayam Forever, menurut Ivan, kian meningkat dalam 2 tahun terakhir ini.

Rian menyebutkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Dia menyebutkan jumlah UMKM sekitar 65 juta unit. “Ayam Forever support Wahyoo Group mengembangkan skala bisnis UMKM, khususnya UMKM kuliner di Wahyoo Ventures, kami saling support eksosistem UMKM,” sebut Rian, sang vokalis D’Masiv.

(kanan) Rian Ekky Pradipta, Brand Owner Ayam Forever. (Foto : Wahyoo Group).

Rian berpesan agar pelaku UMKM tidak mudah menyerah dan beradaptasi menghadapi tantangan bisnis. “Salah satu trigger saya ketika memulai bisnis F&B adalah saat itu tiba-tiba konser harus di-cancel akibat pandemi, akhirnya saya memulai hal yang baru di luar kebiasaan saya bermain musik. Untuk itu (bisa membangun bisnis) saya tidak bisa sendirian, perlu ada orang yang tepat untuk bisa mendampingi, yang memiliki visi dan semangat sama,” ucap vokalis yang pernah memecahkan Rekor MURI tampil di 50 lokasi bersama D’Masiv ini.

Selain karena pandemi, kegemarannya mengonsumsi ayam mendorong Rian mendirikan Ayam Forever. Rian pada masa kecilnya itu jarang mengonsumsi ayam dan dianggapnya sebagai makanan mewah. “Kenapa mewah? Karena kondisi ekonomi orang tua waktu itu sulit, bapak sopir taksi. Jadi ayam menjadi makanan mewah bagi kami yang hanya bisa dimakan sebulan sekali. Dengan bisnis ini, saya ingin membuat ayam menjadi terjangkau bagi siapa saja, enggak perlu tunggu awal bulan buat makan,” ucap Rian menceritakan pengalamannya. Well, pengalaman Rian di masa kecilnya itu berbuah manis karena memantiknya menjadi pengusaha UMKM kuliner. Proficiat. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved