Management

Strategi Donny Memimpin Standard Chartered dan ASEAN Markets

Rino 'Donny' Donosepoetro (kanan) sebagai Cluster CEO Indonesia and ASEAN Markets. (dok Standard Chartered)

swa.co.id, Jakarta- Standard Chartered telah menunjuk Rino 'Donny' Donosepoetro sebagai Cluster CEO Indonesia and ASEAN Markets (Australia, Brunei and the Philippines). Donny menggantikan Andrew Chia, yang kini menjabat sebagai Head of Wealth and Retail Banking (WRB) untuk Singapura, ASEAN, dan Asia Selatan.

Setelah ditunjuk sebagai Cluster CEO, Donny berbagi tentang strategi bisnis Standard Chartered. Di sisi bisnis Corporate and Investment Banking (CIB) perusahaan akan terus mendorong masuknya foreign direct investment ke Indonesia dengan mengandalkan jaringannya yang kuat, terutama sebagai satu satunya bank asing yang hadir di semua negara anggota ASEAN. Cina, Korea dan Jepang merupakan negara-negara dengan hubungan bisnis yang kuat dengan Indonesia yang juga merupakan fokus pertumbuhan bisnis bagi Standard Chartered. “Bank juga terus berfokus pada upaya transisi menuju net zero dan keuangan berkelanjutan. Standard Chartered Indonesia akan terus mendukung korporasi lokal dan BUMN dalam transisi mereka menuju net zero, sejalan dengan ambisi Bank untuk memobilisasi pendanaan berkelanjutan sebesar US$300 miliar,” ujar Doni dalam acara media briefing pekan lalu.

Standard Chartered juga akan memanfaatkan jaringannya untuk mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia memperluas kehadiran mereka di luar negeri, dan meraih peluang investasi khususnya terkait rantai pasokan baterai dan kendaraan listrik, Data Centre, dan energi terbarukan. Donny menjelaskan bahwa bank menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis dan kegiatan operasionalnya, terutama di negara dengan aspirasi keberlanjutan yang tinggi seperti Indonesia.

Sesuai dengan laporan terbaru berjudul The Southeast Asia’s Green Economy 2024 yang diterbitkan oleh Standard Chartered dengan bekerja sama dengan Bain & Company, GenZero, dan Temasek, Indonesia telah mengalami peningkatan yang stabil sebesar 28% dalam investasi ramah lingkungan swasta pada tahun 2023. Laporan ini membahas berbagai kesempatan investasi hijau di Indonesia seperti infrastruktur untuk mobil listrik, pelestarian hutan, tanah gambut serta blue carbon mangrove restoration.

Laporan ini menggaris bawahi kemajuan di Indonesia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan peluncuran JETP CIPP (Just Energy Transition Partnership - Comprehensive Investment and Policy Plan) yang menguraikan prioritas dan rencana pendanaan untuk implementasi JETP.

Bank ini melakukan berbagai inisiatif pembiayaan berkelanjutan, antara lain memberikan fasilitas pinjaman kepada perusahaan manufaktur kendaraan listrik untuk memfasilitasi produksi kendaraan listrik di dalam negeri serta Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Bank juga terlibat dalam empat transaksi Repurchase Agreement (Repo) dengan Bank BUMN dengan jumlah total USD 150 juta dan IDR 2.5 triliun. Fasilitas repo ini mendukung penyediaan likuiditas USD untuk pembiayaan terkait ESG di Indonesia. Adapun pendapatan sustainable finance Bank juga tumbuh dua digit setiap tahunnya sejak tahun 2021.

Sementara itu, di sisi consumer, saat ini perusahaan telah mengalihkan fokus bisnis perbankan ritelnya ke digital partnership, selagi terus mengembangkan layanan wealth management dan priority banking yang ditawarkan bank serta bisnis corporate banking yang kuat di Indonesia. Strategi ini terus menunjukkan hasil yang menjanjikan, terlihat dari besaran transaksi harian untuk pinjaman digital yang naik secara signifikan hingga mendekati US$1 juta per hari.

Selain itu, portfolio digital loan balance Standard Chartered meningkat sebanyak empat kali lipat pada tahun 2023, dan angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh lebih lanjut sebesar empat kali lipat lagi pada tahun ini. Standard Chartered juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan fintech dan akan mengumumkan nama-nama tersebut dalam waktu dekat.

Donny mengapresiasi Standard Chartered yang beroperasi di Indonesia selama lebih dari 160 tahun, serta pencapaian yang telah diraih selama ini. Bank ini, lanjut Donny, meyakini potensi Indonesia dan berharap dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara dan dalam memenuhi kebutuhan klienyang terus berkembang. "Dalam menjalankan peran baru ini, saya juga sangat optimis atas peluang-peluang yang ada di depan kami. Standard Chartered Indonesia terdiri dari individu-individu mumpuni yang selalu berupaya memanfaatkan keahlian dan sumber daya kami untuk memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan,” ucap Donny.

Donny sebagai Cluster CEO juga menyampaikan outlook Standard Chartered tentang perekonomian dan tren bisnis di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh kuat didorong oleh permintaan domestik, masuknya investasi langsung asing, dan ekspor yang sehat. Lebih lanjut, pertumbuhan ini juga didukung oleh pembelanjaan terkait pemilu dan perayaan Idulfitri, yang menghasilkan pertumbuhan PDB sebesar 5,11% di kuartal I/2024 (year on year).

Standard Chartered meyakini perekonomian Indonesia memiliki landasan yang kuat dan sehat dan akan tetap berada dalam siklus pertumbuhan yang meningkat di tengah ketegangan kondisi geopolitik. Dengan demikian, Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia sebesar 5,1% pada tahun 2024, juga memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan menguat antara sekarang dan akhir tahun ini. Bank ini merevisi perkiraan nilai tukar rupiah dengan dollar Amerika Serikat pada akhir tahun ini menjadi Rp15.750.(*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved