Management

Telkomsel Mengakselerasi Transformasi

Board of directors Telkomsel. (dok. Telkomsel)

swa.co.id, Jakarta- Jajaran kepemimpinan baru di Telkomsel memainkan peran kunci untuk melanjutkan dan mempercepat transformasi. Penetapan susunan baru komisaris dan direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 Mei 2024 lalu diharapkan mampu mendorong berbagai inisiatif strategis dalam pengembangan layanan broadband, pemanfaatan teknologi telekomunikasi terkini, serta meningkatkan performa bisnis secara berkelanjutan.

Segmen bisnis digital telah menjadi penggerak utama transformasi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan. Pertumbuhan data dan layanan digital mencatat kinerja positif di kuartal pertama tahun ini lantaran meningkat sebesar 8,6% (year on year), sehingga berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan naik menjadi 89,9% dari 84,4% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dalam menghadapi dinamika industri telekomunikasi yang terus berkembang, Telkomsel terus beradaptasi dan berinovasi untuk mengatasi berbagai tantangan dengan transformasi ke arah bisnis digital, baik untuk segmen business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C).

Di segmen B2C, pasca integrasi IndiHome ke dalam ekosistem layanan Telkomsel, perusahaan terus mendorong kehadiran layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) yang komprehensif di seluruh Indonesia melalui strategi cross-selling dan upselling untuk pengalaman konektivitas yang seamless antara layanan fixed dan mobile. Dengan implementasi teknologi eSIM terkini, Telkomsel pun terus memperluas dan mempermudah akses terhadap layanan eSIM untuk pengalaman digital yang lebih mudah, terpadu, dan praktis.

Setelah kesuksesannya dalam meningkatkan kapabilitas asisten virtual Veronika guna memberikan layanan yang lebih responsif dan intuitif, Telkomsel juga akan memperluas pemanfaatan Teknologi Microsoft Azure OpenAI Service dalam ekosistem layanannya.

Di segmen B2B, melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise bersama TelkomGroup, Telkomsel terus menjadi mitra utama dalam mendorong transformasi digital di segmen korporasi dan industri dengan menghadirkan berbagai inovasi dan solusi terbaru. “Dengan dukungan teknologi konektivitas broadband digital dan basis pengguna seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel percaya bahwa pasti ada solusi untuk setiap kebutuhan bisnis dengan portofolio lengkap layanan digital Telkomsel,” ujar VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono seperti ditulis pada Selasa (28/5/2024).

Guna mendukung semakin terbentuknya industri 4.0, Telkomsel bekerjasama dengan berbagai mitra di industri vertikal dan lintas sektor untuk mengadopsi teknologi terkini, seperti yang sebelumnya telah dilakukan dengan pencetusan smart city, smart surveillance, robotic telesurgery, smart manufacturing, smart mining, fleet management, smart warehouse, dan sebagainya.

Kehadiran teknologi 5G yang dipelopori Telkomsel di Indonesia juga telah memungkinkan adopsi solusi digital terkini seperti AI hingga IoT bersama pelaku bisnis lintas sektor industri. Guna memperkuat layanan konektivitas broadband, Telkomsel juga mengembangkan solusi teknologi jaringan termutakhir dalam kemitraan dengan Huawei untuk Hybrid Fiber 5G, Embedded AI, dan WiFi Optimization, serta dengan ZTE untuk Network Edge AI, 5G Advanced, dan Intelligent Home Network.

Di samping itu, Telkomsel pun telah bertransformasi menjadi penyedia layanan konvergensi terbesar yang pertama mengimplementasikan standar arsitektur jaringan Open Digital Architecture (ODA) dengan Autonomous Network di Indonesia, untuk menghadirkan kecepatan dan stabilitas layanan jaringan terdepan melalui skema zero touch self-assurance berbasis AI.

Merespons Tantangan Bisnis

VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono.

Saki melanjutkan bahwa tantangan utama yang harus diatasi mencakup beberapa aspek kunci. Pertama, dukungan regulasi yang mengatur penyediaan spektrum frekuensi radio yang ideal untuk implementasi jaringan 5G sangat diperlukan, termasuk regulasi yang mengatur adopsi pengembangan 5G lebih lanjut di berbagai sektor. “Regulasi yang jelas dan mendukung akan mempercepat adopsi teknologi terkini di industri vertikal dan lintas sektor,” jelasnya.

Selain itu, kesiapan infrastruktur juga menjadi tantangan signifikan. Penyediaan jaringan transport fiber optik yang memadai sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan 5G di kawasan strategis dan potensial sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyediaan perangkat pengguna 5G yang semakin terjangkau dan optimal, dengan ragam layanan digital berbasis aplikasi yang kompatibel dengan teknologi 5G, juga menjadi faktor penentu dalam memperluas adopsi teknologi terkini di masyarakat.

Dukungan kebijakan insentif dari pemerintah berupa relaksasi beban pembayaran pendapatan negara bukan pajak (PNBP) hingga usulan pengurangan (sampai dengan nol rupiah) dapat sangat membantu dalam mengoptimalkan penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Kebijakan ini akan memberi ruang bagi operator untuk berinvestasi lebih dalam terkait pengembangan infrastruktur 5G, sehingga dapat mempercepat penetrasi dan pemanfaatan teknologi terkini di berbagai sektor.

Adapun di tengah persaingan industri telco yang semakin dinamis, Telkomsel terus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan menyediakan konektivitas, solusi, dan layanan yang inovatif dan unggul sesuai kebutuhan semua orang, setiap rumah, dan kegiatan usaha untuk membuka semua peluang. “Pendekatan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan pelanggan yang sehat dan berkualitas di tengah persaingan industri yang semakin ketat,” tambah Saki.

Pihaknya akan terus mengedepankan prinsip customer-centric untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kualitas layanan. Ke depannya, Telkomsel berharap dapat menarik lebih banyak pelanggan baru dan semakin mempertahankan pelanggan yang ada, dengan menghadirkan pengalaman yang melebihi ekspektasi pelanggan.

Pengembangan ke depan

Telkomsel telah menyiapkan sejumlah investasi dalam infrastruktur dan terus aktif berkolaborasi dengan mitra serta stakeholders untuk melanjutkan inisiasi layanan fixed mobile convergence.

Perusahaan akan terus memperluas layanan broadband di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, Telkomsel bersiap mengikuti seluruh tahapan proses lelang spektrum frekuensi radio yang ideal untuk penyelenggaraan jaringan mobile broadband dengan evolusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Terkait lelang spektrum 700 MHz dan 26 GHz , Telkomsel berharap proses ini dapat terlaksana dengan baik sehingga meningkatkan kualitas layanan jaringan broadband kepada publik.

Telkomsel dengan dukungan TelkomGroup juga terus melanjutkan upaya memperluas cakupan jaringan fiber (fiberisasi) di seluruh infrastruktur transmisi akses antar BTS hingga telah mencapai di atas angka 75% di seluruh wilayah Indonesia, bahkan pertumbuhan fiberisasi khusus di luar Jawa telah pada kuartal pertama tahun ini mencapai 48% dari periode sebelumnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaaan dalam mengakselerasi pertumbuhan pelanggan dengan strategi cross-selling dan up-selling yang melibatkan penawaran produk-produk unggulan seperti layanan seluler Telkomsel, IndiHome, fixed wireless access (FWA) Telkomsel Orbit, dan fixed mobile convergence (FMC) Telkomsel One.

TelkomGroup telah menggelar jaringan fiber sepanjang 176.663 Km, sehingga layanan internet fiber optik berkecepatan tinggi IndiHome kini telah hadir di 514 kota/kabupaten, menjangkau pelanggan hingga seluruh pelosok negeri. Sampai dengan kuartal satu tahun 2024, layanan IndiHome telah dipercaya oleh lebih dari 8,9 juta pelanggan di seluruh Indonesia. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved