Capital Market & Investment

IPCM Kelimpahan Pelayanan Jasa Penundaan Kapal di Perairan Obi

swa.co.id, Jakarta- Kementerian Perhubungan pada 1 April 2024 memberikan pelimpahan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), untuk melaksanakan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di wilayah Perairan Pulau Obimayor, Pantai Barat pada wilayah perairan pandu luar biasa Pelabuhan Laiwui, Provinsi Maluku Utara. Dengan pelimpahan ini, wilayah kerja IPCM terus meluas.

Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara akan dikembangkan menjadi pusat penambangan dan smelter nikel dengan kapasitas produksi nikel sulfat hingga 240 ribu ton per tahun. DI pulau ini ada proyek strategis nasional untuk mendukung pengembangan hilirisasi nikel di Indonesia Timur. Proses penambangan nickle ore (bijih nikel), limonite maupun saprolite salah satunya dilakukan oleh Harita Nickle, group pertambangan dan industri pengolahan sejak tahun 2010 melalui bendera PT Trimegah Bangun Persada (TBP). “Pemerintah telah memberikan kepercayaan atas pelaksanaan pelayanan pemanduan dan penundaan di wilayah Perairan Pulau Obimayor, Pantai Barat. Hal ini membawa kabar gembira di awal tahun 2024 dan kami akan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan jasa pandu tunda untuk menjaga keselamatan kapal, muatan, serta kepercayaan publik, pemegang saham dan mitra bisnis kami,” kata Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, dikutip Selasa (28/5/2024).

Menurutnya, di wilayah tersebut prospeknya sangat bagus, di mana IPCM akan melayani pemanduan untuk kapal-kapal kargo muatan nikel karena di sini berdiri pabrik nikel sulfat yang merupakan bahan utama penyusun precursor katoda baterai kendaraan listrik. Pabrik nikel sulfat ini adalah yang pertama di Indonesia sekaligus menjadi yang terbesar di dunia dari sisi kapasitas produksi. Ekspor perdana nikel sulfat ini telah dilakukan pada Juni 2023.

Dia mengatakan Indonesia memiliki pabrik nikel sulfat terbesar dunia yang dioperasikan oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), Grup Harita Nickel. "Tentunya IPCM sangat bersemangat dengan telah dimulainya kerja sama pelayanan pandu dan tunda pada perairan Pulau Obi Mayor ini. Di mana kami akan turut berperan dalam mendukung upaya pemerintah membangun industri hilirisasi yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan,” ucapnya.

Selain itu, IPCM pada 2024 ini terus aktif memperkuat bisnisnya dengan melakukan sejumlah kerjasama pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di beberapa tempat dengan para mitra strategis. Sampai dengan saat ini, IPCM berhasil melakukan perpanjangan perjanjian kerja sama bisnis untuk pelayanan di wilayah BUP pelimpahan jasa pemanduan dan penundaan kapal milik IPCM yaitu di wilayah TUKS PT Cemindo Gemilang, Bayah (Banten) dan Tersus PT Nusantara Regas, Kepulauan Seribu. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved