Capital Market & Investment

Pasar Kripto Menguat, Investor Mulai Lirik Altcoin

Foto : Istimewa.

swa.co.id, Jakarta- Pasar kripto semakin atraktif seiring disepakatinya ETF Ethereum spot AS oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) atau OJK-nya Amerika Serikat. Ini berdampak terhadap peningkatan harga Bitcoin dan sebagian besar harga altcoin serta optimisme pelaku pasar. Pada awal pekan ini, harga Bitcoin sempat mendapatkan kembali level US$70.000 atau sekitar Rp1,12 miliar karena kabar Bursa Eropa menguat yang dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga European Central Bank (ECB). Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama, dan BTC kembali ditekan oleh tren penurunan sehingga kembali diperdagangkan di bawah level US$70.000.

Fyqieh Fachrur, trader Tokocrypto, menjelaskan Bitcoin harus bertahan di atas level support utama di US$66.000 atau sekitar Rp1,06 miliar untuk menjaga momentum bullish, namun hambatan seperti data inflasi Personal Consumption Expenditures AS dan banyaknya pidato publik pejabat The Fed dapat menghilangkan sentimen positif dari pasar. "Pekan ini, semua perhatian masih tertuju pada serangkaian pidato pejabat The Fed, yang diantisipasi untuk mendapatkan wawasan mengenai kebijakan suku bunga AS di masa depan. Sementara itu, para pelaku pasar sangat menantikan sinyal di tengah indikasi menurunnya inflasi AS," kata Fyqieh seperti disampaikannya pada Senin, (27/52024) kemarin.

Fyqieh mencermati fokus investor dan trader berspekulasi tentang potensi permulaan altseason, yang dipicu oleh lonjakan total kapitalisasi pasar altcoin baru-baru ini. Ethereum (ETH) menjadi memimpin kenaikan altcoin bersama memecoin. ETH telah mengalami peningkatan signifikan, dengan harganya berada di sekitar US$3.991 (Rp64,2 juta) atau sebesar 27% selama seminggu terakhir. "Persetujuan ETF Ethereum di Amerika Serikat baru-baru ini dan potensi dampaknya terhadap altcoin di pasar bullish saat ini. Saat Bitcoin terkoreksi, Ethereum sering kali muncul sebagai yang terdepan, menunjukkan keuntungan yang mengesankan. Tren naik Ethereum mungkin bertepatan dengan fase konsolidasi Bitcoin. Pada fase ini, perhatian investor dan aliran modal menuju altcoin yang sudah mapan, menghasilkan apresiasi harga yang signifikan," jelas Fyqieh.

Altseason mungkin menjalani fase konsolidasi sebelum mendapatkan momentum penuh. Setelah ETF Ethereum, beberapa altcoin lain akan mencoba peruntungannya, termasuk XRP, Litecoin (LTC), Solana (SOL), Pepe, Floki dan masih banyak lagi. Pasar nampaknya bullish dalam menerima ETF dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, hal positif yang dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin adalah pencapaian ETF BTC. ETF Bitcoin Spot di AS mencapai tonggak sejarah 1 juta BTC, memegang 5% dari total pasokan. Tiga pemegang ETF Bitcoin teratas adalah Grayscale, BlackRock, dan Fidelity.

Momentum diperdagangkannya Bitcoin dan Ethereum ETP di Bursa Efek London pada 28 Mei 2024, juga menjadi langkah signifikan yang menunjukkan semakin matangnya adopsi aset kripto oleh institusi keuangan tradisional. Banyak yang berspekulasi bahwa Bitcoin mungkin akan mengalami reli setelah pencapaian tersebut. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved