Technology

Pemegang Saham Venteny Sepakati Perubahan Status

Jajaran direksi VNTY pada public expose RUPST di Jakarta pada Rabu, 29 Mei 2024. (Foto M.Ubaidillah/SWA)

SWA.co.id, Jakarta - PT Venteny Fortuna International Tbk menyetujui perubahan status sebagai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sebelumnya penanaman modal asing (PMA). Perseroan menetapkan hal ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu pekan ini.

Emiten teknologi yang sahamnya berkode VTNY ini tercatat sebagai konstituen saham di Papan Utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei tahun ini. Sebelumnya, saham Venteny ada di Papan Pengembangan. Hal ini menandakan kinerja perseroan yang sangat baik dan terus menghasilkan profitability. Laba kotor perseroan tahun 2023 tercatat tumbuh 112%, menjadi Rp68,1 miliar dari Rp32 miliar di tahun 2022.

Perubahan status yang terjadi dilakukan untuk menunjang strategi bisnis perseroan dalam melengkapi ekosistem bisnisnya. Venteny pada 2023 melakukan beberapa strategi bisnis, diantaranya mengakusisi PT Lampung Berkah Finansial Teknologi (Lahan Sikam) dan memiliki 30% saham dari PT Digitalisasi Perangkat Indonesia dengan 2 entitas di dalamnya yaitu Indofund dan Dipay.

Damar Raditya, COO Group Venteny, mengakatakan perkembangan pesat yang diraih perseroan di sepanjang tahun lalu itu dipengaruhi oleh ekosistem bisnis perusahaan yang menjawab seluruh kebutuhan konsumen, seperti pemilik usaha, UMKM, karyawan baik swasta maupun pemerintahan. "Kami pada 2023 lalu memperluas jangkauan ke konsumen dengan membuka anak perusahaan di Jepang dan kantor representatif di Palembang, Sumatera Selatan” kata Damar di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Perseroan menerapkan strategi keberlanjutan pada setiap pelaksanaan bisnisnya. Salah satunya dengan memikirkan aspek keberlanjutan dalam setiap pengambilan keputusan sebagai bentuk untuk menjaga kepentingan dan aspirasi para pemangku kepentingan. Venteny dan pihak ketiga pada tahun lalu bekerjasama untuk mengelola sampah plastik sebanyak 10 ribu kilogram sebelum memasuki area perairan Indonesia.

Di tahun ini, perseroan akan semakin memperluas jangkauan dengan membuka beberapa kantor representatif lainnya di beberapa wilayah di Indonesia. Perseroan mengambil andil dalam mempercepat proses digitalisasi dari bisnis proses UMKM menggunakan teknologi yang dikembangkan Venteny. Perseroan menggandeng lembaga pemerintah dan asosiasi. Selain itu, Venteny semakin memantapkan aplikasi Venteny Employee Super App sebagai go-to-app untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di Indonesia.

Venteny di 2023 mencatatkan pendapatan sebesar Rp181,9 miliar, tumbuh sebesar 149% dibanding tahun sebelumnya yakni Rp 73,2 miliar. Dalam periode tersebut, kontributor pendapatan sebesar 43% berasal dari pendapatan business to business (B2B) Financial Service sebesar Rp77,5 miliar. Venteny Employee Super App menyumbangkan 35% atau Rp64,2 miliar dari total pendapatan perseroan.

Kontribusi pendapatan lainnya juga didapat dari penjualan pengembangan produk teknologi informasi yang menyumbangkan 22% dari total pendapatan yaitu sebesar Rp40,2 miliar, naik 347%. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen perseroan sebagai perusahaan teknologi untuk meningkatkan perkembangan UMKM dalam melaksanakan bisnisnya melalui inovasi teknologi. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved