Trends

Peserta Tiktok Ad Awards 2024 Lampaui Target

Gelaran TikTok Ad Awards 2024 (Foto: Istimewa)

swa.co.id, Jakarta- Tiktok menggelar Tiktok Ad Awards untuk para brand dan agensi yang sudah melakukan kampanye pemasaran di komunitas Tiktok. Penghargaan ini dilakukan serentak di enam negara di Asia Tenggara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing Tiktok Indonesia mengatakan bahwa pihaknya ingin mengapresiasi brand yang telah memberikan inspirasi dan dampak kepada masyarakat. “Kami ingin merayakan kreativitas para brand bahwa di balik kampanye pemasaran itu prosesnya tidak mudah,” kata Sitaresti di Jakarta pada Rabu (29/5/2024).

Selain Ad Award, Resti mengatakan pihaknya juga aktif mengadakan edukasi kepada para brand agar terus bisa berkreasi. Salah satu yang dilakukan misalnya memberikan tips and trick agar iklan lebih efektif dan mendapatkan enggagement yang tinggi dari pengguna. “Kami juga mengundang partner serta affiliate untuk membagikan pengetahuan cara membuat karya yang kreatif dan efektif, serta memberikan impact,” ujarnya.

Adapun jumlah pendaftar tercatat sebanyak 300 submission. Angka ini, kata Resti, di luar ekspektasi Tiktok yang berkisar 100 pendaftar. “Target awalnya di bawah 100. Namun ternyata animonya besar sekali. Tiktok Indonesia menjadi yang paling banyak pendaftarnya dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lain.” Ada tujuh kategori yang dilombakan di tahun pertama ini yakni Best Branding Campaign, Best Commerce Campaign, Best Performance Campaign, Best Local Hero Campaign, Media Agency of the Year, Creative Agency of the Year, dan Marketing Partner of the Year.

Dia menjelaskan untuk kategori Best Branding Campaign, penilaian berdasarkan iklan kampanye yang native dan tidak terlalu hard sell, menghibur, menggunakan sound yang ada di Tiktok secara optimal, dan menggunakan fitur yang ada di Tiktok dengan kreatif. Sementara itu, Best Commerce Campaign dilihat dari efektivitas iklan dari sisi penjualan hingga jumlah penjualan. “Best Performance Campaign yang kami lihat performa kampanyenya dan hasil yang bisa diukur dengan matriks, serta Best Local Hero Campaign dikhususkan untuk UMKM dengan penilaian kreatifitas, hasil, serta jangkauannya,” ujarnya.

Garry Koesoema, Head of Marketing Eatsambel, mengungkapkan banyak orang merasa brand baru pasti kalah oleh brand besar. Padahal, stigma ini harus dipatahkan, karena kuncinya ada di kreativitas. “Eatsambel sendiri bermula dari UMKM sambel rumahan, tetapi kami berhasil berkompetisi di pasar berkat kreativitas dan dukungan TikTok,” kata dia. Lewat fitur FYP, Eatsambel sukses membuat konten kreatif yang pada akhirnya meningkatkan awareness serta penjualannya.

Pada kesempatan ini, Amir Widjaja, Executive Director, Marketing & Lifestyle Business OCBC yang juga didapuk sebagai juri menjelaskan bahwa kreativitas tidak hanya untuk brand besar saja. Tetapi seberapa besar keinginan mereka menjadi kreatif. “Tiktok Ad Awards telah menjadi pengingat bagi saya untuk selalu belajar dari berbagai industri serta brand dengan berbagai ukuran bahwa tidak ada batasan untuk menjadi kreatif," sebut Amir

Ke depannya, Tiktok akan terus menggelar acara serupa sehingga brand dan agensi bisa berkarya menggunakan ekosistem kreatif di Tiktok. Hal ini juga akan membantu brand lebih dikenal dan dapat mencapai tujuan bisnis mereka dengan efektif. “Kami sangat antusias untuk terus memberdayakan ekosistem kreatif Tiktok agar dapat membantu brand menghasilkan konten yang menginspirasi setiap harinya," kata Resti. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved