Marketing

Jurus Sukses Raja Tumbler

Ilustrasi foto : Istimewa

swa.co.id, Jakarta - Bagi mereka yang terbiasa membawa tumbler, tentu tidak asing lagi dengan Stanley. Merek ini terbilang papan atas dalam segmen peralatan outdoor dan alat minum tahan lama. Dibesut oleh William Stanley Jr. pada tahun 1913, Stanley menjadi tempat minum favorit sejumlah artis top seperti Adele, Shay Mitchell, Hannah Brown, Ben Affleck, Kelly Clarkson, dan Olivia Rodrigo. Mereka menggunakan Stanley Tumbler untuk menjaga minumannya tetap dingin atau panas sepanjang hari​.

Sebagai seorang insinyur listrik, William Stanley Jr. ingin membuat wadah minuman yang mampu mempertahankan suhu minuman untuk waktu yang lebih lama, baik panas maupun dingin. Dia pun menciptakan tumbler-nya dengan cara menggabungkan teknologi isolasi vakum, yang biasanya digunakan dalam perangkat laboratorium, dengan bahan baja yang tahan lama. Hasilnya adalah botol yang tidak hanya kuat tetapi juga mampu menjaga suhu minuman tetap stabil selama berjam-jam​​.

William Stanley Jr. , sang pembuat Stanley (www.mundoconectado.com.br)

Penemuan ini merevolusi cara orang menikmati minuman panas dan dingin, terutama di luar ruangan atau dalam kondisi kerja yang keras. Produk pertama yang diluncurkan oleh William Stanley Jr. segera menjadi populer di kalangan pekerja lapangan, petualang, dan pecinta aktivitas outdoor karena ketahanannya dan kemampuannya menjaga suhu minuman​​.

Keberhasilan produk ini memotivasi William Stanley Jr. untuk mendirikan pabrik guna memproduksi botol vakum dalam skala lebih besar dan lebih efisien. Dia pun mendirikan pabrik di Connecticut, AS. Sejak saat itu, kelahir 28 November 1858 di Brooklyn, New York, itu terus berinovasi dan mengembangkan berbagai produk alat minum dan peralatan outdoor lainnya.

Garis tangan berkata lain. Hanya tiga tahun setelah menciptakan tumblernya, William Stanley Jr. wafat pada 14 Mei 1916. Namun, setelah kematiannya, pabrik dan perusahaan yang dia dirikan terus berkembang. Merek Stanley, yang dikenal dengan produk botol vakum baja tahan karat, kemudian diteruskan oleh berbagai pemimpin perusahaan yang memastikan kelangsungan inovasi dan kualitas produk yang telah menjadi ciri khas Stanley.

Setelah beberapa dekade, Stanley bergabung dengan Aladdin Industries pada tahun 1965, yang kemudian diakuisisi oleh PMI (Pacific Market International) pada tahun 2002. PMI terus mengembangkan dan memperluas lini produk Stanley, menjaga warisan William Stanley Jr. tetap hidup dengan terus berinovasi dalam produk-produk alat minum dan peralatan outdoor yang berkualitas tinggi​

Sejalan waktu, Stanley memproduksi berbagai produk alat minum dan peralatan outdoor, yang meliputi termos, mug perjalanan, botol air, serta alat memasak untuk berkemah. Pabrik utama mereka berlokasi di Seattle, di mana mereka terus berinovasi dan memperluas lini produk mereka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan modern.

Perubahan Strategi Pemasaran

Setelah diakuisisi oleh PMI (Pacific Market International) pada tahun 2002, Stanley mengalami revitalisasi merek. PMI fokus pada inovasi produk dan pemasaran yang lebih agresif, termasuk penekanan pada daya tahan dan keandalan produk dalam berbagai kondisi.

Titik penting terjadi di sisi strategi pemasaran. Di tangan PMI, strategi pemasaran Stanley mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya, produk Stanley terutama dipasarkan kepada pekerja lapangan dan pecinta outdoor. Namun, sejak 2019, mereka mulai berfokus pada pemasaran produk kepada audiens yang lebih luas, termasuk wanita dan pengguna media sosial. Mereka bekerja sama dengan influencer dan blog seperti The Buy Guide, yang membantu meningkatkan penjualan produk Quencher mereka secara signifikan. Penggunaan strategi pemasaran berbasis influencer di platform seperti TikTok juga membantu produk mereka menjadi viral, meningkatkan penjualan dan popularitas merek​​​​.

Stanley Quencher adalah nama produk dari Stanley, yang merupakan tumbler atau botol minum dengan desain khusus untuk menjaga suhu minuman. Produk ini dirancang dengan beberapa fitur unggulan seperti kapasitas besar (sering kali 40 ons), dinding vakum ganda untuk isolasi suhu yang efektif, dan dilengkapi dengan pegangan yang memudahkan membawa. Quencher memiliki desain yang ramping sehingga dapat masuk ke dalam tempat gelas mobil, serta memiliki sedotan untuk kemudahan minum tanpa harus membuka tutupnya.

Kualitas tinggi ini pada gilirannya sangat dihargai oleh pelanggan. Dan di era media sosial yang begitu hebat, Stanley menikmatinya. Pengalaman positif pelanggan dengan produk Stanley sering dibagikan di media sosial, semakin meningkatkan reputasi merek ini.

Salah satu yang terkenal, tentu saja kisah tumbler Stanley yang selamat dari kebakaran mobil dan tetap menjaga es tetap utuh. Kisah yang luar biasa viral itu menunjukkan ketahanan serta kualitas produk mereka. Lewat akun TikTok @danimarrielettering, tampak di dalam video tersebut, tumbler Stanley masih utuh di dalam sebuah mobil yang terbakar.

Pamor Stanley sebagai tumbler yang oke punya pun makin mencorong. Ini sejalan dengan kinerja yang juga terus melejit. Kinerja Stanley memang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir setelah strategi pemasaran diubah. Pada tahun 2019, penjualan tahunan Stanley hanya mencapai US$70 juta, tetapi tahun lalu (2023), mencapai US$750 juta berkat produk Quencher mereka dan strategi pemasaran yang sukses​​​​.

Tumbler Stanley tetap utuh dalam mobil yang terbakar (TikTok @danimarrielettering)

Kunci Sukses

Layaknya produk yang telah berusia lanjut (111 tahun), salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Stanley adalah memastikan mereka tetap relevan di pasar yang sangat kompetitif. Mereka harus terus berinovasi dan menyesuaikan produk serta strategi pemasaran untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berubah.

Selain itu, mereka juga menghadapi tantangan dalam mengelola rantai pasokan dan memastikan kualitas produk tetap tinggi seiring dengan peningkatan produksi dan permintaan. Stanley telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dan berkembang dengan perubahan pasar, menjadikannya salah satu merek yang paling dihormati dalam industri alat minum dan peralatan outdoor​​​​.

Jadi, apa sebenarnya kunci sukses Stanley?

Pertama, inovasi produk dan desain yang dimulai dengan William Stanley Jr. yang menggabungkan isolasi vakum dengan botol baja pada tahun 1913. Produk-produk Stanley terkenal karena daya tahannya yang luar biasa dan kemampuan mereka untuk menjaga suhu minuman tetap stabil dalam waktu yang lama​​.

Kedua, rebranding dan target audiens baru. Transformasi kunci terjadi saat Stanley mengubah strategi pemasaran mereka untuk menarik audiens yang lebih luas, khususnya wanita. Mereka bekerja sama dengan influencer dan blog seperti The Buy Guide untuk mempromosikan produk mereka di media sosial.

Pendekatan ini membantu Stanley menjangkau pasar yang sebelumnya tidak mereka targetkan​​. Ashlee LeSueur, salah satu pendiri The Buy Guide, mengatakan, “Kami bilang kepada Stanley bahwa kami mengharapkan Quencher mereka menjadi versi dewasa... Sama seperti setiap gadis memiliki Hydro Flask yang sesuai dengan ranselnya, ibunya akan memiliki warna Quencher sendiri.” (cnbc.com, 23 Desember 2023).

Kerjasama dengan influencer di platform seperti TikTok memainkan peran penting dalam popularitas Stanley. Produk seperti Stanley Quencher menjadi viral, menarik perhatian jutaan pengguna dan meningkatkan penjualan secara signifikan. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran merek tetapi juga membangun komunitas pelanggan yang setia. Di TikTok, tagar #StanleyTumbler telah dilihat lebih dari 1 miliar kali.

Stanley juga menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dengan mendengarkan umpan balik pelanggan dan merespons tren pasar. Misalnya, ketika permintaan untuk produk Quencher meningkat, mereka memperluas produksi dan variasi warna untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Menghadapi Persaingan

Selain memproduksi botol dan tumbler, Stanley juga memperluas lini produk mereka ke peralatan memasak outdoor dan alat-alat lainnya. Diversifikasi ini membantu mereka menjangkau berbagai segmen pasar dan memperkuat posisi mereka sebagai merek yang andal di berbagai kategori.

Stanley mesti melakukan hal itu karena pasar tumbler terus membesar. Mengacu Dataintelo, pasar tumbler global diperkirakan bernilai sekitar US$3,4 miliar pada tahun 2023 dan diprediksi akan mencapai US$7,3 miliar pada tahun 2032, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 9,1% selama periode 2024 – 2032. Pertumbuhan pasar ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap manfaat kesehatan dari minum air dengan benar dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan​.

Pasar tumbler dunia (Dataintelo)

Stanley juga mesti agresif dan inovatif karena di tengah pasar yang membesar, sejumlah pesaing bermunculan. Di antaranya YETI Holdings, Thermos, S'well, Tervis Tumbler, CamelBak Products, dan Newell Brands. Di luar itu, tentu saja ada Corkcicle.

Corkcicle adalah salah satu pesaing utama Stanley di pasar tumbler. Corkcicle, yang didirikan pada tahun 2010, dikenal dengan produk tumbler yang memiliki desain stylish dan fungsional. Produk-produk mereka, seperti Corkcicle Triple-Insulated Tumbler, terkenal karena kemampuan untuk menjaga minuman tetap dingin atau panas untuk waktu yang lama dan desain yang menarik bagi konsumen modern.

Menawarkan desain yang lebih stylish dan modern – seringkali dengan berbagai pilihan warna dan pola –, juga dengan insulasi tiga lapis yang menjaga minuman dingin hingga 9 jam dan panas hingga 3 jam, Corkcicle punya banyak penggemar. Produk ini juga sering dipilih oleh pengguna yang menginginkan tumbler yang lebih ringan dan mudah dibawa. Pada tahun 2023, Corkcicle mencapai pendapatan tahunan sekitar US$28,4 juta.

Dihadapkan pada pesaing-pesaing ini, tentu saja tidak mudah. Namun, sebagai Raja Tumbler, sudah pasti singgasananya akan terus digoyang para pesaing. Stanley yang telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dan berkembang dengan perubahan pasar, pastinya dituntut menjadikan tantangan ini sebagai bahan bakar untuk terus berinovasi. Sebab, jika gagal melakukannya, jangan heran bila tahtanya akan direbut kompetitor. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved