Capital Market & Investment

Investor Pantau Altcoin di Fase Altseason

swa.co.id, Jakarta - Prospek pasar kripto pada tahun ini dipengaruhi beragam faktor, antara lain akseptansi oleh regulator di berbagai negara dan adopsi yang meningkat dari institusi keuangan tradisional memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan kripto. Inovasi teknologi dalam blockchain dan Decentralized Finance (DeFi) juga terus berkembang, membuka peluang baru bagi pasar kripto.

Namun, volatilitas harga kripto patut dicermati oleh investor. Selain itu, isu keamanan, pencucian uang dan penipuan di dunia kripto juga perlu diatasi untuk menjaga kepercayaan investor. "Secara keseluruhan, pasar kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat positif dengan potensi pertumbuhan yang besar di tahun 2024. Dengan dukungan regulasi yang lebih baik dan adopsi yang terus meningkat, industri kripto di Indonesia siap untuk mencapai pencapaian baru dan menjadi pemain penting di Asia Tenggara," kata CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis pada Jumat (31/5/2024).

Pasar kripto mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Persetujuan ETF Ethereum spot AS oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) membuat Bitcoin bersama dengan sebagian besar altcoin menguat minggu lalu di tengah meningkatnya optimisme.

Pada awal pekan ini harga Bitcoin sempat mendapatkan kembali level US$70.000 atau sekitar Rp1,12 miliar karena kabar Bursa Eropa menguat yang dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga European Central Bank (ECB). Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama, dan BTC kembali ditekan oleh tren penurunan sehingga kembali diperdagangkan di bawah level US$70.000 atau sekitar Rp1,1 miliar.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan Bitcoin harus bertahan di atas level support utama di US$66.000 atau sekitar Rp1,06 miliar untuk menjaga momentum bullish, namun hambatan seperti data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS dan banyaknya pidato publik pejabat The Fed dapat menghilangkan sentimen positif dari pasar pada akhir Mei ini."Pekan ini, semua perhatian masih tertuju pada serangkaian pidato pejabat The Fed, yang diantisipasi untuk mendapatkan wawasan mengenai kebijakan suku bunga AS di masa depan. Sementara itu, para pelaku pasar sangat menantikan sinyal di tengah indikasi menurunnya inflasi AS," kata Fyqieh.

Menurut Fyqieh saat ini fokus investor dan trader mulai berspekulasi tentang potensi permulaan Altseason atau musim altcoin, yang dipicu oleh lonjakan total kapitalisasi pasar altcoin baru-baru ini. Ethereum (ETH) menjadi memimpin kenaikan altcoin bersama memecoin. ETH telah mengalami peningkatan signifikan, dengan harganya berada di sekitar US$3.991 (Rp64,2 juta) atau sebesar 27% selama seminggu terakhir.

Menurut data TradingView, total kapitalisasi pasar altcoin saat ini mencapai sekitar US$1,16 triliun, menandai peningkatan 15% selama dua minggu terakhir. Lonjakan ini mendekati level resistensi yang terlihat pada pertengahan Maret ketika kapitalisasi pasar mencapai US$1,2 triliun.

Saat ini, pelaku pasar mengidentifikasi pasar kripto pada periode Altseason, mengingat kenaikan signifikan yang dialami oleh beberapa altcoin dibandingkan dengan Bitcoin. Dominasi kapitalisasi pasar Bitcoin telah melemah sebesar 3,8%, yang menandakan bahwa altcoin telah mengalami performa lebih baik daripada Bitcoin. Ketika altcoin secara konsisten mengungguli Bitcoin, ini adalah tanda umum dari Altseason," jelas Fyqieh.

Fyqieh menjelaskan Altseason mungkin menjalani fase konsolidasi sebelum mendapatkan momentum penuh. Setelah ETF Ethereum, beberapa altcoin lain akan mencoba peruntungannya, termasuk XRP, Litecoin (LTC), Solana (SOL), Pepe, Floki, Notcoin dan masih banyak lagi. Pasar nampaknya bullish dalam menerima ETF dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemicu utama Altseason biasanya melibatkan beberapa faktor, seperti peningkatan adopsi dan penggunaan aplikasi berbasis blockchain yang mendorong permintaan untuk altcoin tertentu. Contohnya, persetujuan ETF Ethereum spot di AS baru-baru ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat perkembangan ekosistem blockchain Ethereum, sehingga mendorong permintaan dan harga altcoin di ekosistem Ethereum.

Persetujuan ETF Ethereum dipandang sebagai katalis untuk potensi musim altcoin. Namun, karena proses pencatatan, dampak penuhnya mungkin tidak dapat dirasakan secara langsung dan mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk terwujud. Dampak Altseason bagi industri kripto sangat signifikan. Dari sisi nilai transaksi, peningkatan aktivitas perdagangan altcoin dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menarik lebih banyak investor baru. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved