Capital Market & Investment

Transaksi Kripto Berpotensi Capai Rp800 Triliun di 2024

Hingga April 2024, transaksi kripto di RI mencapai Rp211 triliun. (foto istimewa)

swa.co.id, Jakarta - Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat nilai transaksi kripto di Indonesia per April 2024 senilai Rp211 triliun. Jumlah investor kripto di Indonesia juga mengalami peningkatan pesat, kini telah mencapai 20,16 juta orang. Jika tren ini terus berlanjut, transaksi kripto diprediksi mencapai Rp700-800 triliun pada tahun 2024 ini. "Estimasi ini berdasarkan pada pertumbuhan nilai transaksi yang sudah terlihat hingga April 2024 dan ekspektasi keuntungan yang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, diperkirakan mencapai sekitar Rp23,61 triliun,” ungkap CEO TokoCrypto Yudhono Rawis, Kamis (30/5/2024).

Menurut Yudho, ada perubahan perilaku investor kripto di Indonesia pada tahun 2023 dibandingkan dengan 2024. Pada tahun 2023, investor lebih cenderung mempertahankan aset mereka daripada mengkonversinya ke uang fiat, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga yang belum mencapai puncak tertinggi sepanjang masa.

Investor pada awal tahun ini semakin aktif bertransaksi untuk membeli maupun menjual aset kripto. Ini menunjukkan kepercayaan yang meningkat terhadap stabilitas dan potensi keuntungan jangka pendek di pasar kripto. Tren positif ini juga didukung oleh beberapa perkembangan penting di pasar global. Perubahan sikap regulator global, seperti Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris yang kini lebih terbuka, berpotensi mendorong lahirnya regulasi yang lebih ramah terhadap aset kripto di berbagai yurisdiksi, termasuk Indonesia.

Regulasi yang lebih harmonis dan mendukung dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri kripto dan membuka jalan bagi pertumbuhan pasar kripto yang lebih inklusif di berbagai negara. Ini juga merupakan harapan dari pelaku industri kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mengawasi dan mengatur aset kripto pada awal tahun 2025 mendatang.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Senjaya menyatakan, regulasi aset kripto di Indonesia semakin lengkap. Pemerintah memiliki yang sama, yaitu agar masyarakat bisa bertransaksi kripto dengan aman dan nyaman, demikian juga dengan para trader.

Tirta menyampaikan Bappebti sudah dilengkapi dengan Komite Aset Kripto. Komiten ini terdiri dari beberapa unsur, antara lain Bappebti, kementerian dan lembaga terkait, bursa aset kripto, dan lembaga kliring aset kripto.

Terdapat juga asosiasi di bidang aset kripto, akademisi, praktisi, dan asosiasi terkait. Namun, perlindungan investor akan sulit dilakukan jika masyarakat tidak berinvestasi pada platform yang terdaftar di Bappebti. “Oleh karena itu, Bappebti terus menghimbau masyarakat untuk berinvestasi pada platform yang terdaftar di Bappebti supaya bisa mendapatkan perlindungan yang sesuai,” ungkap Tirta kepada swa.co.id di sela-sela Reku Finance Flash pada Rabu (29/5/2024).

Komite Aset Kripto berperan sebagai salah satu motor penggerak yang memastikan roda industri aset kripto berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk bagi para pedagang atau exchange. Sehingga, proteksi bagi investor kripto di Indonesia semakin ketat.(*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved