Capital Market & Investment

Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Masuk Indeks ESG, Bagaimana Prospeknya?

Operasi panas bumi milik PGEO. (dok PGEO)

swa.co.id, Jakarta - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tercatat sebagai konstituen saham di indeks ESG Quality 45 Kehati . Saham PGEO merupakan salah satu dari 45 saham terbaik berdasarkan penilaian kinerja keberlanjutan, kualitas keuangan perusahaan, dan memiliki likuiditas terbaik.

Reza Priyambada, analis investasi di PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, mengatakan investor mengapresiasi praktik ESG di Pertamina Geothermal Energy seiring dengan masuknya saham ini ke indeks ESG Quality 45 Kehati. “Tapi, dampaknya tidak langsung mempengaruhi pergerakan harga saham, tapi masuknya PGEO ke indeks tersebut mengindikasikan minat investor yang spesifik mempertimbangkan kebijakan emiten menerapkan ESG dan memperhatikan kinerja keberlanjutan PGEO. Investor berpeluan semakin atraktif mentransaksikan saham PGEO sehingga pergerakan saham PGEO bisa lebih aktif,” ujar Reza saat dihubungi swa.co.id pada Jumat (31/5/2024).

Pelaku pasar cenderung meminati saham perusahaan yang menggarap energi baru dan terbarukan (EBT). Sebut saja, saham-saham seperti BREN, ARKO, dan emiten EBT lainnya. Pergerakan saham ini cukup atraktif, termasuk PGEO yang fokus ke bisnis panas bumi.

Pelaku pasar pun berekspektasi positif terhadap laju bisnis EBT di masa mendatang. "Tapi, realisasi bisnis EBT perusahaan juga harus dicermati oleh investor. Apakah benar bisnis EBT ini ke depan akan menjanjikan atau sebaliknya.Pelaku pasar menelusuri pertumbuhan volume distribusi energi dan penjualannya, apakah meningkat atau tidak, jumlah pelanggan atau customer-nya juga akan naik tidak, itu akan jadi pertimbangan pelaku pasar ke depannya,” ucap Reza menjabarkan.

ESG Quality 45 IDX KehatiI merupakan satu dari dua indeks berbasis ESG yang diluncurkan Yayasan Kehati bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Desember 2021. Proses seleksi emiten mempertimbangkan aspek-aspek pengimplementasian ESG di dalam perusahaan. Susunan saham yang masuk dalam Indeks ESG Quality 45 IDX Kehati akan ditinjau ulang dan diperbarui secara rutin pada bulan Mei dan November.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi, mengatakan perseroan menekankan aspek keberlanjutan dan implementasi aspek ESG yang terintegrasi dengan operasional s dan aktivitas perusahaan. Implementasi ESG adalah proses yang harus dijalankan terus menerus. Sebagai perusahaan energi hijau, perseroan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat penghargaan terhadap lingkungan, meningkatkan taraf sosial ekonomi masyarakat sekitar tempat operasi perusahaan.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berkomitmen mengembangkan energi bersih. PGEO pada April 2023 menerbitkan obligasi hijau (green bond) senilai US$400 juta dan direspons positif oleh investor global. Penerbitan green bond ini berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali atau senilai US$3,3 miliar. Ini menunjukan sentimen positif investor terhadap potensi investasi EBT, terutama geotermal.

Di tahun lalu, perseroan berpartisipasi di bursa karbon Indonesia, melalui aggregator Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE), dengan kredit karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong Unit 5 dan 6. Harga saham PGEO sejak awal tahun hingga 31 Mei 2024 (year to date) turun sebesar 6,32%, menjadi Rp1.185. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved