CSR Corner

Yayasan Ishk Tolaram Menggulirkan Program Operasi Katarak Gratis Untuk Lansia

Operasi katarak gratis dari Yayasan Ishk Tolaram. (Foto: Yayasan Ishk Tolaram)

swa.co.id, Jakarta- Yayasan Ishk Tolaram menargetkan sebanyak 900 orang penderita katarak di Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah diberikan operasi katarak gratis. Lembaga filantropi yang fokus pada edukasi dan akses kesehatan ini berkolaborasi dengan dengan Lentera Mata Indah dan Perdami untuk menggulirkan program memulihkan penglihatan penderita katarak dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga menggandeng Campaign, startup pemilik aplikasi Campaign.

dr. Rahmat Setiawan, Deputy Program Director Yayasan Ishk Tolaram Indonesia, menyampaikan program ini merupakan upaya untuk memberikan kembali penglihatan dan kemandirian kepada para lanjut usia (lansia). Operasi katarak gratis ini menggunakan metode SICS (Small Incision Cataract Surgery) yang aman, efektif, dan hanya membutuhkan waktu singkat. Pasien tidak memerlukan rawat inap pasca operasi. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka,”kata Rahmat Setiawan pada siaran pers yang dikutip Minggu (2/6/2024).

Program ini memanfaatkan teknologi untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mata melalui aplikasi Campaign. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai aksi untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mata dan mendukung program operasi katarak gratis. “Pengguna aplikasi dapat berdonasi tanpa uang dengan mendukung kampanye dan menyebarkan informasi seputar kesehatan mata,” ujar Nabila Aulia, Program Sponsorship Management Campaign.

Program berlangsung sejak 23-25 Mei 2024 lalu. Sebanyak 810 mata dari 701 pasien telah mendapatkan operasi katarak di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama, Semarang, Jawa Tengah. Sementara itu, sebanyak 200 penderita katarak pada Juni ini akan mendapatkan operasi katarak di RSUD Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

Sukaesih (67 tahun), salah satu pasien yang mendapatkan kesempatan operasi katarak gratis, menuturkan setelah menderita katarak selama 2 tahun, awalnya bisa membaca dengan baik, namun pandangannya kian melemah dan berbayang kebiruan. “Biasanya tidak bisa melihat orangnya dan hanya bisa mendengar suaranya saja, walaupun jaraknya sangat dekat, tapi setelah operasi, bisa melihat dengan jelas,” katanya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved