Capital Market & Investment

Amati Potensi Cuan Saham Alfamart, Bank BUMN, ASII & TOWR

(Ilustrasi foto : SWA)

swa.co.id, Jakarta- Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Jumat lalu ditutup turun 0,9%, tapi disertai dengan aksi beli investor asing (net buy) Rp18,8 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah TPIA, AMMN, BBCA, BRPT, dan BMRI. Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas mengatakan hari ini IHSG berpotensi sedikit teknikal rebound, efek dari kenaikan bursa Amerika Serikat pada Jumat lalu. “Level support IHSG di 6.880 hingga 6.940 poin, sedangkan level resistance berada di 7.000 hingga 7.040 poin,” ujar Fanny pada risetnya di Jakarta, Senin (3/6/2024).

Indeks-indeks utama Wall Street mayoritas menguat pada Jumat (31/5/2024). Seluruh indeks menutup kinerja Mei dengan mencatatkan kenaikan setelah hasil inflasi pilihan The Fed sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Dow Jones Industrial Average naik 1,51% menjadi 38.686,32, terangkat oleh kenaikan saham Salesforce dan UnitedHealth masing-masing sebesar 7,5% dan 2,8%. S&P 500 naik 0,80% menjadi 5.277,51.

Nasdaq Composite turun tipis 0,01% menjadi 16.735,02, karena Nvidia dan beberapa saham teknologi megacap lainnya melemah. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti meningkat 0,2% pada April, angka yang sama telah diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. PCE inti naik 2,8% YoY, sedikit diatas prediksi 2,7% dari para ekonom. Saham Dell Technologies anjlok lebih dari 17% meskipun pendapatan kuat setelah mengatakan bahwa penumpukan server AI lebih kecil dari yang diperkirakan. Saham cloud Zscaler melonjak 8,5%, sementara saham MongoDB turun hampir 24%.

Bursa Asia Mayoritas Menguat Pada Perdagangan akhir Mei. Indeks Nikkei 225 naik 1,14% ke 38,487, KOSPI menguat 0,04% ke 2.636, ASX 200 naik 0,96% ke 7.701, Straits Times bertambah 0,40% ke 3.336. Sedangkan, Hang Seng melemah 0,83% ke 18.079 dan Shanghai Composite turun 0,16% ke 3.086. Bursa Asia terdorong setelah data ekonomi AS pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan momentum yang melambat, sehingga memperkuat argumen The Fed untuk mulai memangkas suku bunga tahun ini. Selain itu, fokus investor juga terhadap data aktivitas manufaktur China. Para ekonom memperkirakan PMI manufaktur dan non manufaktur akan masuk wilayah ekspansif.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Senin pekan ini;

1. BBRI: buy on weakness.

Support di Rp4.300, cutloss jika break di bawah Rp 4.100.

Jika tidak break di bawah Rp4.100, potensi naik ke Rp4.400-4.500 pada jangka pendek (short term).

2. TOWR: speculative buy.

Support di Rp680, cutloss jika break di bawah Rp670.

Jika tidak break di bawah Rp680, potensi naik ke Rp710-740 short term.

3. SMGR: buy on weakness.

Support di Rp3.450, cutloss jika break di bawah Rp3.350.

Jika tidak break di bawah Rp3.350, potensi naik ke Rp3.570-3.670 short term.

4. ASII: speculative buy.

Support di Rp4.290, cutloss jika break di bawah Rp4.200.

Jika tidak break di bawah Rp4.200, potensi naik ke Rp4.450-4.550 short term.

5. BBNI: buy on weakness.

Support di Rp4.350, cutloss jika break di bawah Rp4.250.

Jika tidak break di bawah Rp4.250, potensi naik ke Rp4.500-4.600 short term.

6. AMRT: speculative buy.

Support di Rp2.650, cutloss jika break di bawah Rp2.610.

Jika tidak break di bawah Rp2.610, potensi naik ke Rp2.700-2.740 short term.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved