Trends

Dua Webtoonist Lokal Adaptasi Web Novel Korea

(ki-ka) Chairunnisa, sebagai komikus, Lead LINE Webtoon Indonesia Ghina Fianny, Produser LINE Webtoon Dita Hanifa dan VBi sebagai ilustrator (dalam layar). (foto: Wisnu Rahardjo/SWA)

swa.co.id, Jakarta - Sebuah novel web berjudul "Marriage Over Love" dari seri Naver yang populer di Korea Selatan, untuk pertama kalinya diadaptasi menjadi webtoon berjudul "Our Secret Marriage" dalam versi Indonesia oleh dua kreator lokal yang berbakat, Chairunnisa dan VBi. Proyek adaptasi ini dilakukan LINE Webtoon Indonesia untuk memperkaya konten dan menyajikan kisah-kisah yang lebih beragam bagi penikmat webtun di Indonesia.

Chairunnisa Puspasari, yang dikenal melalui karya-karyanya seperti "Matahari ½ Lingkaran" (2017) dan "JOYful Delight" (2020) dalam proyek ini berperan sebagai script writer dan storyboard artist. Sebagai script writer, kelahiran 1988 ini bertanggung jawab untuk mengadaptasi cerita asli ke dalam format dialog dan narasi yang sesuai dengan budaya dan selera pembaca Indonesia. Selain itu, perannya sebagai storyboard artist memungkinkannya untuk merancang alur visual setiap episode, memastikan setiap adegan memiliki emosi dan dinamika yang tepat sesuai dengan visi cerita.

Sementara itu, VBi berperan sebagai ilustrator, memberikan kehidupan pada karakter dan latar cerita melalui ilustrasi yang detail dan memukau. VBi tidak hanya menghadirkan visual yang menarik, tetapi juga mampu menangkap esensi dari setiap karakter dan suasana cerita, sehingga pembaca dapat merasakan emosi yang menyentuh dan keterikatan dengan cerita.

Chairunnisa secara resmi bekerja sama dengan LINE Webtoon Indonesia sejak tahun 2017, namun jejak kariernya di dunia komik dimulai lebih awal, yakni pada tahun 2010 ketika masih di bangku kuliah dengan menerbitkan komik cetak berjudul "Chrysanthemum". Namun setelah lulus kuliah dia sempat menghabiskan lima tahun bekerja kantoran sebagai desainer tekstil.

Ketika LINE Webtoon resmi masuk Indonesia pada tahun 2015, Chairunnisa kemudian merasa terpanggil untuk melanjutkan passion-nya sebagai komikus. Dia lalu mengikuti kompetisi Webtoon Challenge agar karyanya bisa ditampilkan. Kompetisi ini menjadi batu loncatan penting dalam kariernya, membuka jalan bagi kolaborasi profesional dengan platform webtun terkemuka secara global. Keputusannya untuk meninggalkan pekerjaan stabil tersebut demi mengejar passion sebagai komikus adalah langkah berani yang membuktikan dedikasi dan cintanya terhadap dunia komik.

“Dengan adanya platform seperti LINE Webtoon, peluang bagi para komikus untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens menjadi lebih besar. Kesempatan untuk berkreasi dan melihat karya sendiri bisa terbit dan dinikmati oleh pembaca adalah impian oleh semua comic artist. Sebelumnya, komikus hanya punya opsi untuk menerbitkan karya mereka dalam bentuk cetak, yang prosesnya lebih sulit dan perlu modal yang besar. Platform webtun tidak hanya mempermudah proses penerbitan, tetapi juga mendorong lebih banyak kreator untuk berkarya dan membagikan ceritanya,” ujar Chairunnisa kepada swa.co.id.

Chairunnisa, karya-karyanya telah menarik hati Naver (foto: Wisnu Rahardjo/SWA)

Sementara VBi adalah ilustrator berbakat asal Salatiga, Jawa Tengah yang telah menunjukkan minat dan keterampilan dalam seni menggambar sejak usia dini. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia telah terpikat dengan dunia komik, terutama dengan seri terkenal Naruto. Ketekunan VBi dalam menggali potensi dirinya membawanya pada perjalanan dalam berbagai bentuk seni. Dia tidak hanya terhenti pada seni menggambar, tetapi juga memperluas cakrawalanya ke bidang seni lukis dan seni patung berkat inspirasi dari guru semasa SMA.

Perjalanan seni VBi semakin matang ketika dia memasuki dunia perkomikan secara profesional. Dia mengawalinya dengan mengikuti Webtoon Challenge dan VBi berhasil menonjol di antara webtoonist lainnya dengan gaya ilustrasi yang unik. Hingga akhirnya pada tahun 2018 VBi menerbitkan karya webtoon pertamanya berjudul "A Flower for Nao".

“Saya dulunya murni hanya penikmat webtun. Ketika mengikuti Webtoon Challenge, saya merasakan bagaimana Webtoon Indonesia sangat mendengarkan kebutuhan kreatornya sehingga apa pun yang kami butuhkan bisa dikomunikasikan dengan mudah. Ketika kami sebagai kreator dan pihak platform sudah saling memahami, pekerjaan menjadi jauh lebih lancar dan efisien,” ungkap VBi.

Ilustrasi webtoon 'Our Secret Marriage' karya VBi. (dok. LINE Webtoon Indonesia)

LINE Webtoon Sebagai Wadah Bagi Kreator

Pada kesempatan yang sama, Ghina Fianny, Lead LINE Webtoon Indonesia menjelaskan bahwa LINE Webtoon selalu berkomitmen untuk mewadahi kreator dari berbagai kalangan agar dapat mempublikasikan karya mereka melalui platformnya.

Salah satunya lewat Webtoon Kanvas, sebuah platform konten yang dihasilkan pengguna (user-generated content). Di sini, siapa pun memiliki kesempatan untuk mengunggah karya mereka untuk ditemukan dan diapresiasi oleh pembaca yang lebih luas. Webtoon Kanvas sudah menjadi wadah bagi lebih dari 30 ribu serial dan 40 ribu kreator di Indonesia.

“Untuk mendukung para kreator, kami memiliki program yang dinamakan Kanvas Reward, di mana setiap bulan kami memberikan insentif kepada lima serial dengan performa terbaik di Kanvas,” ujar Ghina.

Selain Webtoon Kanvas, LINE Webtoon Indonesia juga memiliki Webtoon Originals, yaitu kumpulan judul-judul webtun flaghsip yang telah melalui proses kurasi ketat dan ditampilkan sebagai judul utama di platform tersebut. Webtoon Originals merupakan karya-karya yang dikontrak untuk terbit secara regular dan kreatornya diberi kompensasi bulanan.

Semua webtun dapat dibaca secara gratis, dengan satu episode diperbarui setiap minggu. Namun, jika pembaca ingin mengakses episode minggu depan lebih awal, mereka dapat membelinya dengan koin. Dari penjualan koin ini, pihak LINE Webtoon Indonesia akan berbagi revenue dengan para kreator. Untuk kreator lokal, LINE Webtoon Indonesia juga menyediakan insentif atau gaji bulanan yang dibayarkan per episode.

Adapun dari Webtoon Originals ini juga punya potensi untuk didistribusikan ke LINE Webtoon negara lain. Yang terkini ada serial "GOOD/BAD FORTUNE" karya Ariel Duyung yang sudah diadaptasi di Korea. Dan "Kemala" karya Sweta Kartika yang sudah diterjemahkan ke Webtoon China.

Selain itu ada "WEE!!!" dan "Sarimin" yang juga sudah diterbitkan di negara-negara lain, dan tidak menutup kemungkinan juga untuk diadaptasi ke media lain seperti film, misalnya "Pasutri Gaje" yang disutradarai Fajar Bustomi berdasarkan komik webtun karya Annisa Nisfihani. Dan yang terbaru "Pupus Putus Sekolah" karya Kurnia Harta Winata terpilih menjadi salah satu bacaan yang masuk panduan rekomendasi buku sastra jenjang SD dari Kemendikbud. “Menurut saya ini suatu pencapaian yang besar dari segi komik dan kreator Indonesia,” kata Ghina.

Dia melanjutkan, bahwa kreator memegang peranan penting dalam industri ini agar dapat terus berkembang dan eksis. “Oleh karena itu, kami selalu berupaya untuk mendukung mereka dalam berkarya. Salah satu upaya kami adalah melalui program Toon In, sebuah program edukasi gratis yang dirancang untuk membagikan tips dan trik dalam pembuatan webtun. Program ini terbuka untuk umum dan bertujuan untuk memacu para kreator agar terus berkarya serta meningkatkan kemampuan mereka,” papar Ghina.

Selain itu, LINE Webtoon Indonesia juga berencana untuk melakukan adaptasi terhadap judul-judul lain di masa yang akan datang seperti yang telah dilakukan untuk "Our Secret Marriage" agar dapat memperluas pasar webtun dan menjadikannya sebagai platform global yang menghubungkan berbagai konten.

“Kami berencana untuk berkolaborasi lintas platform seperti dengan Wattpad, sebuah platform web novel. Ke depannya, kami akan mengambil beberapa web novel karya novelis lokal dari Wattpad untuk diadaptasi menjadi webtun. Untuk webtun seperti 'Our Secret Marriage' sumber ceritanya masih 50:50, dengan cerita dari luar negeri dan kreator lokal. Namun, kami berharap ke depannya bisa menciptakan karya yang 100% lokal, baik dari segi cerita maupun kreatornya,” ungkap Ghina optimistis. (*)

Rajanya Webtoon

Naver Webtoon, bagian dari Naver Corporation, telah menjadi pemimpin industri komik digital global dengan pendapatan mencapai US$17 miliar. Sejak didirikan pada tahun 2005 oleh Kim Jun-koo, Naver Webtoon menggabungkan kreativitas dan ekosistem yang kuat untuk mendominasi pasar webtoon. Produk-produk mereka meliputi berbagai genre, dari roman hingga horor, dan telah diadaptasi menjadi film serta drama Korea yang sukses besar, seperti "Hellbound".

Keberhasilan Naver Webtoon tidak terjadi secara tiba-tiba. Awalnya, industri komik Korea (manhwa) mengalami kemunduran akibat sensor pemerintah dan resesi ekonomi pada 1990-an. Banyak penerbit lokal tutup, tetapi para komikus pantang menyerah dan mencari cara untuk mempublikasikan karya mereka secara digital. Inovasi ini menciptakan platform webtoon yang menawarkan komik digital di internet. Salah satu komikus terkenal, Kang Full, meraih kesuksesan besar melalui webtoon "Love Story" di platform Daum.

Kim Jun-koo, pendiri Naver Webtoon (Dok: webtoonscorp.com)

Melihat potensi ini, Naver meluncurkan layanan webtoon pada tahun 2005, dengan Kim Jun-koo sebagai pemimpin. Mereka mengembangkan ekosistem kreator yang melibatkan lebih dari 830 ribu seniman dan menghasilkan 14 juta judul di lebih dari 100 negara. Naver Webtoon juga memperkenalkan model bisnis yang menguntungkan kreator, termasuk Program "Partners Profit Share" (PPS), yang memberikan pendapatan signifikan kepada para seniman. Antara 2020-2021, Webtoon membayar lebih dari US$27 juta kepada lebih dari 120 ribu kreator.

Pandemi COVID-19 meningkatkan popularitas webtoon dan novel digital, dengan lebih dari 85 juta pengguna aktif bulanan. Naver Webtoon memanfaatkan situasi ini untuk memperluas jangkauannya. Pada tahun 2021, mereka mengakuisisi platform novel digital Wattpad senilai US$600 juta, menciptakan Wattpad Webtoon Studios untuk mengembangkan IP para kreator menjadi proyek film dan TV.

Ekspansi global Naver Webtoon dimulai pada 2014, dengan peluncuran situs web dan aplikasi LINE Webtoon di seluruh dunia. Mereka memilih 42 komik, termasuk "Noblesse", "Tower of God", dan "The God of High School" untuk peluncuran global ini. Pada 2015, LINE Webtoon masuk ke Indonesia, dan pada 2016, mereka memperluas ke Jepang (disebut XOY) dan Tiongkok (Dongman Manhua).

Strategi ekspansi juga mencakup kerjasama dengan kreator terkenal seperti Stan Lee dan Michelle Phan, serta mitra seperti Softbank. Webtoon terus menggunakan data untuk memahami tren dan preferensi pembaca, memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan memenuhi kebutuhan audiens global. Kolaborasi dengan perusahaan hiburan besar seperti DC Comics, Marvel, dan Hybe memperkuat posisi mereka di pasar global.

Dengan ambisi untuk mendominasi industri komik digital, Naver Webtoon terus berinovasi dan memperluas ekosistem kreator. Mereka berkomitmen untuk memberikan platform yang mendukung dan menguntungkan bagi para kreator di seluruh dunia, memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan industri ini. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved