Capital Market & Investment

Cek Peluang Saham Defensif di Pekan Ini

Foto : dok SWA.

swa.co.id, Jakarta- PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mencermati dinamika pasar pada 3-7 Juni 2024. Community Lead IPOT, Angga Septianus, menghimbau investor untuk memerhatikan 2 sentimen lain yakni hasil pertemuan OPEC dan inflasi Indonesia.

Terkait sentimen outflow foreign di IHSG, Angga menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan asing keluar masif di IHSG terutama saham-saham perbankan yakni rupiah yang kembali melemah di atas Rp16.200, potensi inflasi yang belum bisa turun ke angka 2% dan mengurangi probabilitas penurunan suku bunga tahun ini dan kondisi geopolitik Timur Tengah yang semakin memburuk. “Dihadapkan pada arus keluar modal asing dari IHSG, memilih saham-saham defensif dengan kinerja yang membaik bisa menjadi strategi yang baik. Saham-saham defensif cenderung lebih stabil dalam kondisi pasar yang bergejolak,” jelas Angga di Jakarta pada awal pekan ini.

Saham UNVR bisa menjadi alternatif yang menarik di tengah derasnya outflow asing karena emiten ini memiliki tren positif dalam struktur teknikalnya. UNVR dapat menjadi pilihan saham yang cukup stabil di tengah kondisi pasar yang cenderung memilih sektor yang lebih bertahan lama. “Ketika ada arus keluar modal asing, beralih ke sektor konsumen yang lebih defensif, seperti UNVR, bisa menjadi strategi yang cerdas. Selain itu, UNVR juga mencatat peningkatan kinerja selama kuartal pertama, yang menambah daya tariknya sebagai pilihan trading,” tandasnya.

1. Buy on Pullback UNVR (support Rp2.910, resist Rp3.230). Struktur teknikal emiten ini uptrend dan bisa dijadikan opsi pilihan saham yang cukup defensif di tengah kondisi market yang memilih sektor yang defensif. Ketika asing outflow, masuk ke sektor defensif konsumer seperti UNVR bisa jadi pilihan karena UNVR juga mengalami perbaikan kinerja di kuartal pertama.

2. Buy JPFA (support Rp1.335, resist Rp 1.435). Potensi kenaikan kinerja emiten ini di kuartal kedua tahun ini berkat sentimen Hari Raya Idul Fitri dan melemahnya harga jagung sebagai bahan baku. Kembali melemahnya harga komoditas jagung akan meringankan beban bahan baku.

3. Buy ARTO (support Rp2.320, resist Rp2.530). Emiten ini mengalami lonjakan volume disertai aksi beli investor asing, tentunya menarik jika bisa menembus level resistance R[2.450. Aksi beli investor asing saat rebalancing MSCI pada 31 Mei kemarin menjadi penopang harga ARTO. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved