Trends

Taktik Andoni Pridatama Berbisnis Madu di Tokopedia dan TikTok, Omset Mencapai Rp2 Miliar

Founder Sarang Maduku Andoni Pridatama. di Malang, Jawa Timur. (Foto : M.Ubaidillah/SWA)

swa.co.id, Malang - Andoni Pridatama sering mengunjungi peternakan lebah dan saling bertukar pikiran. Ada keluh kesah dan kisah unik yang disampaikan peternak lebah.”Di sana, saya bertemu dan mendengar keluh kesah peternak lebah terkait produksi madu dan pendapatan yang tidak stabil karena belum memiliki kerja sama dengan pelaku usaha, ,” kata Andoni, pendiri Sarang Maduku saat berjumpa swa.co.id di Malang, Jawa Timur pada Selasa (4/6/2024).

Gara-gara sering berdiskusi dengan peternak lebah, Andoni terpacu merintis usaha madu. “Sejak saat itu, saya mulai merintis usaha Sarang Maduku ini,” ucap Andoni. Sebelum memutuskan berwirausaha, Andoni bekerja sebagai karyawan bank. “Saya memberanikan diri keluar dari zona nyaman dan membuka usaha madu setelah berkunjung ke peternakan lebah,” ujarnya

Setahap demi setahap, Andoni mengembangkan bisnis madu. Sarang Maduku merupakan jenama yang diusung Andoni. Skala bisninisnya ini tergolong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Andoni menjual produknya di platform digital dan lokapasar (e-commerce), semisal Tokopedia dan ShopTokopedia.

Penjualan Sarang Maduku kian merangkak naik dari tahun ke tahun. Andoni mengklaim omset Sarang Maduku mencapai Rp2 miliar per tahun. Madu buatan Sarang Maduku dijual di e-commerce sejak 2020. Guna menjamin pasokan madu, Andoni dan peternak lebah menjalin kemitraan. Saat ini, Andoni memberdayakan peternak lebah sebanyak 120 orang. Peternak ini tersebar di beberapa daerah, yakni Malang, Kediri, Pati, Subang hingga Sumatera. Mereka memasok madu ke Sarang Maduku.

Nuraini Razak, E-Commerce Communications Director ShopTokopedia, mengacungi jempol peningkatan bisnis Sarang Maduku. UMKM ini merupakan salah satu dari 21 juta penjual yang bertautan di ekosistem Tokopedia dan ShopTokopedia. “Melihat potensi yang besar di Malang dan Jawa Timur, Tokopedia dan ShopTokopedia menggencarkan inisiatif untuk mendorong perkembangan para pelaku usaha sekaligus mempermudah pembeli mendapatkan produk dengan lebih beragam, cepat, dan efisien,” ucap Nuraini di Malang pada Senin (3/6/2024).

Salah satu inisiatif yang diusung adalah Promo Guncang 6.6, sebagai bagian dari rangkaian kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB) di Tokopedia dan ShopTokopedia pada aplikasi TikTok. Selain itu, ada Tokopedia NYAM!, sebagai platform khusus untuk pelaku usaha makanan dan minuman. Lalu kampanye Beli Lokal, yang mengusung produk-produk brand lokal, termasuk dari Malang dan Jawa Timur.

Berdasarkan data Tokopedia, para pelaku usaha di Jawa Timur, termasuk UMKM lokal, yang mengikuti kampanye Beli Lokal di Tokopedia mengalami rata-rata kenaikan transaksi 1,5 kali lipat jika dibandingkan dengan UMKM yang tidak mengikuti Beli Lokal. Volume pemesanan produk pada program Beli Lokal di ShopTokopedia meningkat 2,5 kali lipat di Februari 2024. Angka ini melampaui rata-rata volume pesanan pada September 2023.

Nuraini menjabarkan jumlah pelaku usaha di Malang, Kedungkandang, Blimbing dan Klojen yang bergabung di Tokopedia ini kian meningkat. Tokopedia mencatat konsumen yang jumlahnya meningkat membeli produk di Tokopedia. Konsumen ini berdomisili di Kedungkandang, Sukun dan Blimbing di Malang, Jawa Timur. Di sisi lain, Malang, Gresik, dan Madiun adalah daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pelaku usaha di Tokopedia yang ada di Jawa Timur.

Mojokerto, Lamongan dan Gresik menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pembeli di Tokopedia di Jawa Timur. “Selain itu, jumlah pembeli di ShopTokopedia dalam aplikasi TikTok di Jawa Timur mengalami kenaikan 2 kali lipat di kuartal I 2024, lebih tinggi jika dibandingkan kuartal I tahun lalu,” ucap Nuraini.

Berdasarkan data statistik, UMKM di Jawa Timur berkontribusi sebesar 58,36% tarhadap produk domestik regional (PDRB) Jawa Timur di 2022. UMKM di kawasan ini, termasuk di Malang, memberikan dampak positif terhadap laju perekonomian kawasan. Pertumbuhan ekonomi Kota Malang, misalnya, naik sebesar 6,07% di 2023. Perekonomian kota ini merupakan salah satu kawasan di Jawa Timur yang membukukan pertumbuhan ekonomi tertinggi di tahun lalu. Berpijak dari data makro ini, Tokopedia dan pemerintah daerah meyakini UMKM di Malang bakal semakin atraktif di masa mendatang. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved