Business Update

Terobosan Bank Index Optimalkan Layanan Perbankan Segmen SME

Gimin Sumalim, Presiden Direktur PT Bank Index Selindo

Besarnya potensi segmen pasar kelompok usaha kecil-menengah (UKM) atau small-medium enterprise (SME) dan sejalan dengan visinya menjadi bank SME yang mengutamakan layanan dan teknologi membuat Bank Index menjadikan SME sebagai target pasar utama.

Karakteristik SME yang unik juga menjadi daya tarik. SME memiliki potensi pertumbuhan yang lebih fleksibel dan berkembang pesat. Kelompok pasar SME pun terlibat dalam jaringan ekosistem bisnis yang luas. Dengan menjadi mitra finansial bagi kelompok ini, Bank Index dapat memperluas jaringan bisnisnya

Meski demikian, Bank Index menyadari bahwa persaingan bisnis perbankan di ceruk ini sangat ketat. Untuk itu, bank ini memiliki diferensiasi dan unique selling point agar membedakannya dengan bank lain.

Untuk produk dana pihak ketiga (DPK), dibuat produk atau program khusus segmen nasabah SME. Kelebihan produk tersebut, menawarkan suku bunga kompetitif, program berhadiah menarik bagi nasabah individual maupun korporasi. internet banking business, virtual account, dan sistem payroll yang memberikan kemudahan bagi nasabah. Sementara dari sisi lending, saat ini Bank Index masih mengutamakan faktor kedekatan (personal approach) antara nasabah dan pihak bank.

“Diferensiasi Bank Index dibandingkan dengan bank lain, Bank Index berfokus pada penawaran produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah secara personal dengan asas kekeluargaan,” Gimin Sumalim, Presiden Direktur PT Bank Index Selindo, menjelaskan.

Hal ini tecermin pada pendekatan yang personal, layanan pelanggan yang responsif, dan berbagai program untuk meningkatkan kepuasan nasabah. Selain itu, Bank Index sudah memiliki fasilitas digital banking, yakni IndexQu & IndexQu Bisnis. Hal ini memberikan nasabah fleksibilitas dalam melakukan segala transaksi perbankan.

Menurut Gimin, Bank Index terus berinovasi dalam menggarap segmen SME. Beberapa pendekatan digunakan dalam program inovasi dari sisi funding, antara lain melakukan digitalisasi.

Ada sejumlah proyek terkait inovasi digitalisasi tersebut, di antaranya digital onboarding, pembukaan rekening dan deposito digital serta QRIS yang saat ini dalam proses perizinan ke regulator. Selain itu, Bank Index mulai berkolaborasi dan melakukan partnership dengan pihak ketiga (fintech atau startup).

Bank Index juga telah melakukan revamp UI/UX pada aplikasi mobile banking. Kini tampilan IndexQu menjadi lebih kekinian dan user friendly. Bank Index menyediakan pula beberapa fitur baru untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, antara lain penambahan wilayah PDAM, promo banner, self registration & activation, serta peningkatan keamanan seperti biometrik.

Dari sisi lending, Bank Index mengembangkan digital sistem untuk mendukung peningkatan produktivitas, percepatan proses, serta terciptanya decisive competitive edge di pasar. Penggunaan digital sistem tersebut meningkatkan kecepatan layanan bank bagi nasabah lending.

Terkait pertumbuhan penyaluran kredit selama tahun 2023, tercatat kredit tumbuh 14,5% dan pada tahun 2024 ditargetkan naik hingga 15%. Tahun 2024, Bank Index masih berfokus pada segmen SME dengan porsi terbesar pada sektor perdagangan dan perindustrian.

DPK Bank Index tahun 2023 tumbuh 15,1% dibandingkan pencapaian akhir tahun 2022. Strateginya untuk meningkatkan DPK ialah fokus pada penghimpunan dana biaya murah, seperti produk giro dan tabungan. Selanjutnya, meluncurkan produk dan program DPK dengan suku bunga yang kompetitif serta memberikan hadiah menarik untuk nasabah individual dan nasabah korporasi.

Langkah inovasi funding dan lending yang ditempuh Bank Index tersebut membuahkan hasil. Sejumlah indikator keberhasilan menunjukkan hal itu, seperti peningkatan jumlah nasabah, kenaikan penggunaan layanan digital, pertumbuhan pengumpulan dana murah dan pendapatan fee-based income.

Inovasi Bank Index tersebut merupakan bagian dari transformasi yang dilakukan pada tahun 2023. Bank ini mentransformasi organisasi untuk meningkatkan kemampuannya dalam pertumbuhan bisnis. Di cabang-cabang diterapkan pertumbuhan secara organik tanpa menambah kantor cabang fisik, yaitu dengan adanya Business Manager baik dari sisi funding maupun kredit.

Bank Index juga menambah lini bisnis baru, yaitu Trade Finance dan Non-Bank Financial Institution. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menarik top talent dari pasar untuk mendukung pencapaian target bank.

Secara bertahap, Bank Index juga mempersiapkan diri agar nasabah dapat melakukan transaksi pembayaran pajak melalui IndexQu, di antaranya MPN G3, PKB, PBB dan top-up e Money serta penambahan transfer BI Fast pada aplikasi Internet Banking Bank Index dan Internet Banking Bisnis Bank Index.

“Pengembangan bisnis Bank Index tahun 2024 diarahkan kepada akselerasi pertumbuhan bisnis secara organik, program digitalisasi, kolaborasi, serta diversifikasi produk dan layanan. Pengembangan organisasi, kapabilitas sumber daya manusia, dan perencanaan suksesi juga menjadi area pengembangan di tahun ini,” ungkap Gimin.§


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved