Trends

Avoskin di Kuartal Pertama Mengumpulkan Kemasan Bekas 40 Ribu Unit

Peluncuran Sustainabilty Movement Avoskin di Jakarta pada Selasa, 4 Juni 2024 (Foto: Anastasia Anggoro Suksmonowati/SWA)

swa.co.id, Jakarta-Avoskin meluncurkan dua kampanye terbarunya yakni Glowing Milik Semua dan Mulai dari Meja Rias. Brand produk-produk kecantikan asal Yogyakarta ini mengajak masyarakat mencintai diri sendiri dan meyakini bahwa semua orang berhak memiliki kulit glowing.

Avoskin juga mengajak Sahabat Avo, panggilan konsumen setianya, berpatisipasi aktif pada aksi kepedulian lingkungan. “Program sustainability sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2017. Program ini adalah DNA Avoskin yang ingin menjadi sustainability brand. Kami tidak hanya ingin menawarkan value proportition dan unique selling saja. Tapi lebih dari itu” kata Erny Kurniawati, Brand Director Avoskin di Jakarta, Selasa (4/6/2024).

Dia mengatakan untuk menjadi brand yang menerapkan prinsip berkelanjutan maka dibutuhkan lingkungan yang sehat. Karena ketika keadaan tidak stabil, skincare bukan lagi menjadi kebutuhan. Oleh karena itu dibutuhkan kehidupan yang baik dan harmonis salah satunya dengan menjaga alam.

Erny menjelaskan kampanye Mulai dari Meja Rias merupakan turunan dari kampanye Love Avoskin Love Earth yang diluncurkan tahun 2018 lalu. Lewat kampanye ini, Avoskin mengajak pengguna lebih selektif memilih produk perawatan, mengurangi kapas sekali pakai, dan limbah kemasan skincare berbahan mikroplastik.

“Selama beberapa tahun terakhir, Avoskin telah terlibat secara kontinyu dalam beragam aksi kepedulian lingkungan, mulai dari produksi kemasan eco-friendly, aksi recycle beauty waste bersama sederet organisasi dan komunitas pecinta lingkungan yang menghasilkan kreasi sampah botol kaca. Limbah ini disulap menjadi frame cermin, tissue box, dan coaster. Selain itu, kami juga menjadi orang tua asuh 4 Orang Utan muda di kepulauan Kalimantan bernama Jelapat, Bumi, Taymur dan Avo,” ujarnya.

Aksi ini, kata dia, merupakan upaya untuk mendukung konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Dalam gerakan pengeloaan sampah, Avoskin mengkampanyekan program pengembalian kemasan bekas sejak tahun 2021. Per kuartal I/2024, gerakan ini berhasil mengumpulkan 40 ribu kemasan (packaging) dan menarik partisipasi 2.000 orang. Gerakan Ini merupakan hasil kerjasama Avoskin dengan Waste4Change. Drop box pengembalian bekas wadah skincare sudah ada di 12 kota dan total sudah memiliki 10 titik.

Avoskin juga menerapkan sustainability di dalam operasionalnya, mulai dari research and development. Erny menmaparkan pihaknya mengkombinasikan bahan natural dan activated. “Untuk bahan natural, kita memilih bahan yang tidak merusak ekosistem. Misalnya membuat produk bukan dair bahan yang langka. Sehingga nantinya tumbuhan tersebut mudah untuk berproduksi lagi," ujarnya.

Sustainaibility menjadi isu penting bagi Avoskin, sebab pihaknya pernah mengalami keterhambatan produksi akibat dari perubahan iklim. Saat itu, bunga Damaskus sebagai bahan pembuatan produk yang berasal dari Turki terlambat berbunga karena perubahan iklim. Ini membuat proses produksi terhambat.

Dalam visi lima tahun ke depan, Avoskin ingin membangun habit kesadaran lingkungan konsumennya. Sementara dalam 10 tahun mendatang, pihaknya ingin membuat gerakan yang bisa menginspirasi para brand di industri kecantikan untuk membuat gerakan yang sama. “Kamu juga berharap pemerintah bisa mendukung gerakan ini dan bisa memudahkan akses bagi brand dengan lebel eco-friendly. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved