Entrepreneur

Dari Tanah Abang ke Pasar Global

Gerai Bocorocco ada di 62 titik, antara lain Metro Dept Store, Sogo Dept Store, Galeri Lafayette, Central Dept Store (Foto: dok Bocorocco)

swa.co.id, Jakarta - Selama ini penggemar sepatu kulit sering berburu produk branded ke Italia. Hal itu kerap dilakukan Ridwan Saidbun yang gemar membeli sepatu merek Bocorocco. Kualitas sepatu ini dikenal bagus, tidak sakit jika dipakai, namun harganya juga tidak murahan. Seiring berjalannya waktu, siapa sangka saat ini Ridwan justru jadi pemegang merek Bocorocco di Indonesia yang sudah 12 tahun ada di pasar alas kaki nasional.

Kisah Ridwan ini memang langka di kalangan pelaku bisnis di Indonesia. Dia satu-satunya orang Indonesia yang memegang merek sepatu asal Italia di Indonesia. “Saya juga kedatangan pengusaha Malaysia dan Singapura yang ingin buka toko Bocorocco di kedua negara tetangga tersebut,” ujarnya seperti ditulis pada Rabu (5/6/2024).

Di tangan Ridwan, pemasaran sepatu Bocorocco bisa mencuri perhatian di beberapa pusat perbelanjaan premium tempat memajang sepatunya. Sebut saja di Metro Department (Dept) Store, Sogo Dept Store, Galeri Lafayette, Central Dept Store di kota-kota besar di Tanah Air dan seterusnya. “Total outlet Bocorocco ada di 63 titik, baik di dept. store maupun toko sendiri,” kata Ridwan kepada swa.co.id.

Cerita Ridwan memegang merek Bocorocco berawal dari pengalamannya mengenakan sepatu yang menyebabkan nyeri pada tumit kakinya. "Karena sering nyeri, maka saya bolak balik ke dokter. Tapi, rasa nyeri itu datang lagi. Sampai akhirnya, saya mencari alternatif pengobatan dan berkenalan dengan sepatu Bocorocco yang dikenal mampu memberikan pengaruh kesehatan. Awalnya, sempat tidak percaya, tapi setelah dicoba beberapa langkah, saya sudah merasakan manfaatnya,” ujar Ridwan mengenang.

Berangkat dari pengalaman pribadinya itu, Ridwan menjumpai pemegang lisensi Bocorocco untuk memasarkan sepatu ini di Indonesia. “Waktu itu saya diberikan wewenang wilayah Asia dan Pasifik. Kebetulan saat Covid-19 di Italia, pengelolaan merek sepatu Bocorocco kurang terurus dengan baik. Akhirnya saya dipercaya penuh untuk men-take over brand tersebut,” jelasnya.

Kehadiran Bocorocco menambah varian produk sepatu yang dipasarkan Ridwan. Sejatinya, Ridwan adalah generasi kedua bisnis sepatu yang telah dirintis orang tuanya sejak tahun 1942. Orang tuanya berdagang sepatu di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat ini, Ridwan juga melibatkan putrinya, Ingrid Saidbun, menjadi Director of Sales & Marketing Bocorocco Shoes. Ingrid adalah generasi ketiga dari keluarga Ridwan yang berbisnis sepatu.

Duet Ridwan dan putrinya ini mampu membuat bisnis keluarga tersebut kian berkibar. Beberapa saudara Ridwan lainnya juga terlibat di perusahaan. Tak heran jumlah pabrik, karyawan dan proyek sepatu dinas kian meningkat.

Lihat saja pabriknya kini ada tiga. Pertama, pabrik di Cikupa, Tangerang seluas 1 hektare mempekerjakan 400 karyawan, hanya memproduksi sepatu khusus ritel. Kedua, pabrik di Karanganyar, Solo seluas 2 hektare memiliki 1.400 karyawan diperuntukkan produksi sepatu TNI/Polri. Ketiga, pabrik di Gembongan, Solo seluas 3 hektare dengan 3.000 karyawan. Total kapasitas produksi di tiga pabrik itu sekitar 7,5 juta pasang sepatu.

Menurut Ridwan, kemampuan produksi pabriknya di bawah 10% dari total kebutuhan sepatu nasional yang ditaksir 800 juta pasang sepatu. “Jika kami mampu capai produksi 10% saja, itu luar biasa,” ucapnya berharap. Dia mengatakan selama tiga tahun terakhir ini mengerjakan order sepatu untuk militer yang dipesan TNI dan Polri di seluruh Indonesia. Bahkan, kini, Bocorocco jadi pemasok official footwear Tim Nasional Indonesia (PSSI) untuk sepatu formal dan semi formal.

Volume Industri Alas Kaki Indonesia (2020-2028)

Sumber : Statista (dalam jutaan pasang sepatu)

Ya, produksi sepatu di tiga pabrik itu untuk memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri. Kandungan material TKDN sekitar 80-90%. Sisanya bahan baku impor dari China, Italia dan Taiwan. “Untuk ekspor sepatu sudah kami kirim ke Amerika Serikat, Inggris dan Italia. Kami juga berencana untuk ekspansi ke pasar India,” kata Ridwan dengan nada bersemangat.

Sebagai produsen sepatu kulit lokal, Ridwan memastikan banyak bahan baku lokal yang berkualitas nomor wahid. Dia menggunakan bahan baku impor lebih sedikit dibanding bahan baku lokal sehingga saat ada ramai ribuan kontainer barang tertahan di pelabuhan, dia mengaku tidak terkena imbas. Toh, dia mengaku ada bahan baku yang masih diimpor, misalnya chemical sheet atau salah satu bahan baku untuk ujung sepatu.

Ridwan mengklaim keunggulan produksi sepatunya memiliki teknologi PCT (Pillow Concept Technology) yang disematkan di dalam sepatu Bocorocco. Sepatu ini memiliki 9 lapisan yang tidak hanya memberikan rasa nyaman, namun juga memberikan manfaat kesehatan.

Ridwan Saidbun, Chairman Bocorocco Shoes (Foto: dok Bocorocco)

Mencipta Sejuta Pengusaha

Untuk memperluas pemasaran sepatunya dan mendorong terciptanya wirausaha muda, Ridwan meluncurkan program bertajuk Bocorocco Entrepreneur, sebuah bisnis multi level marketing (MLM) yang bertujuan untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia. Gerakan ini diharapkan untuk Kebangkitan Ekonomi dan Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bocorocco Entrepreneur didirikan oleh Ridwan dengan membawa semangat inovasi dan kesuksesannya ke dalam dunia bisnis MLM dengan visi memberikan perubahan hidup yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Misi Bocorocco Entrepreneur adalah menciptakan 1 juta entrepreneur di seluruh negeri. Bisnis ini dirancang untuk memberikan peluang kebebasan finansial bagi semua anggotanya, memungkinkan mereka untuk meraih impian dan mencapai kesejahteraan ekonomi melalui jaringan dan kerja sama,” ungkap Ridwan.

Bocorocco Entrepreneur menciptakan peluang kerja baru, mengurangi tingkat pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain itu, melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan, gerakan ini memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan global. Gerakan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, dan memperkokoh ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ridwan mengatakan keunggulan bisnis Bocorocco Entrepreneur antara lain menawarkan produk berkualitas dan peluang penghasilan besar. Sistem MLM yang adil dan transparan akan memungkinkan anggota untuk memperoleh penghasilan yang signifikan. Ada pula pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para anggota. Juga, didukung komunitas yang solid.

Saat ini, Bocorocco Entrepreneur telah berhasil menarik minat keanggotaan (member) lebih dari 1.000 member yang berpartisipasi aktif menempa kewirausahaan. “Kami percaya bahwa dengan terus memberikan produk berkualitas, pelatihan yang komprehensif, dan sistem yang adil, kami bisa membantu lebih banyak individu meraih kebebasan finansial dan kesuksesan pribadi,” ujarnya.

Dibandingkan buka usaha sendiri, menurut Ridwan bergabung di Bocorocco Entrepreneur lebih efisien. "Bandingkan buka satu toko offline Bocorocco investasinya Rp5-10 miliar. Sedangkan kalau bergabung di MLM cukup beli satu pasang sepatu sudah bisa memiliki toko online dan bebas menjual berapa pun banyaknya. Makin banyak penjualan tentu makin banyak penghasilan," jelasnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved