Capital Market & Investment

Pasar Kripto Pada Tren Bullish Tahap Awal

Memcoin tengah menjadi tren, namun Bitcoin masih menjadi primadona. (foto ist)

swa.co.id, Jakarta - Analis memproyeksikan pasar kripto di siklus bullish tahap awal. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang terlihat mulai melambat dengan pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang turun dari 3,4% pada kuartal IV/2023 ke 1,3% pada kuartal I/2024 ini berpotensi memicu persepsi positif investor kripto. Sebab, tantangan pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan kebijakan fiskal suku bunga tinggi semakin nyata sehingga dapat mempercepat The Fed untuk mengambil kebijakan penurunan suku bunga, yang tentu apabila terjadi akan berdampak positif bagi pasar kripto.

Kripto Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, mengatakan situasi itu berpotensi menjadi katalis yang cukup kuat untuk mendukung pasar kripto pada level harganya saat ini. "Nantinya, terdapat prospek bahwa situasi ini akan menjadi fondasi yang solid sambil menantikan adanya katalis positif yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar. Mengingat secara siklus, pasar kripto saat ini dapat dikatakan sudah berada pada siklus bullish tahap awal,” kata Fahmi, Rabu (5/6/2024).

Investor dihimbau untuk tetap menyesuaikan strategi sesuai tujuan investasi atau trading-nya masing-masing. Bagi investor yang mencari volatilitas tinggi, memecoin dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan margin pergerakan harga. Sehingga trading dan memantau pasar secara lebih rutin bisa dilakukan agar dapat memanfaatkan momentum dengan tepat.

Walau preferensi terhadap memecoin menunjukkan tren peningkatan, 65.5% responden dalam survei AMBCrypto masih memiliki Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi primadona di tengah narasi yang berkembang. Survei juga mengungkapkan bahwa sebagian besar responden percaya Bitcoin dapat naik sebesar 80% hingga Desember 2024, yang berarti harga Bitcoin bisa mencapai US$121,953 pada akhir tahun 2024.

Fahmi mengatakan investor pemula atau jangka panjang diberikan opsi menerapkan strategi DCA atau dollar cost averaging juga masih cukup ideal untuk dijalankan. "Strategi DCA atau berinvestasi rutin setiap periode tertentu dengan nominal tertentu dapat memberikan investor harga rata-rata yang menarik. Harga rata-rata pembelian tersebut kini tidak perlu dihitung secara manual karena investor bisa memantaunya di fitur portfolio analysis yang tersedia di platform investasi Reku,” ucap Fahmi. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved