Technology

Kimia Farma dan Selaras Citra Berkolaborasi Mendistribusikan Alat Pendeteksi Dini Jantung Buatan Lokal

Direktur Utama SCNP Richard Ong di Jakarta pada Kamis, ^(Foto : M.Ubaidillah/SWA)

swa.co.id, Jakarta - PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk, menjalin kolaborasi dengan PT Selaras Medika Digital Indonesia (SMDI), distributor tunggal dari produk buatan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) untuk mendistribusikan Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA). Produk ini adalah alat kesehatan karya anak bangsa. NIVA merupakan perangkat non-invasif yang dapat mendeteksi dini risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

NIVA mampu mengukur 15 parameter kesehatan kardiovaskular termasuk kekakuan arteri, tekanan darah sentral, serta fungsi endotel. NIVA dapat mendukung pencegahan dan deteksi dini penyakit kardiovaskular, yang merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia dan telah menjadi beban yang signifikan dalam program kesehatan pemerintah.

Deteksi dini tersebut memungkinkan untuk dilakukannya intervensi medis lebih awal, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut dan lebih parah serta mengurangi kebutuhan perawatan medis yang sangat mahal (kuratif). Oleh karena itu, kedepannya NIVA dapat digunakan dalam program deteksi awal yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.

Direktur Utama KFTD, Djagad Prakasa Dwialam, menyampaikan kemitraan ini memperluas distribusi produk NIVA secara nasional sehingga masyarakat di seluruh wilayah dapat memperoleh manfaatnya secara inklusif dan berkelanjutan. Dengan jaringan 48 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, KFTD berupaya untuk meningkatkan pemerataan akses alat kesehatan, termasuk produk NIVA.

KFTD berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas produk kesehatan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil, melalui kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. "Kualitas dan inovasi produk yang telah teruji, didukung oleh para ahli medis dan stakeholder lainnya, akan menjadi landasan utama dalam mencapai tujuan ini,” ujar Djagad di Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Direktur Utama SCNP, Richard Ong, menyampaikan SMDI selaku distributor resmi NIVA berperan untuk menjamin kelancaran distribusi dan layanan purna jual. Kolaborasi ini merupakan komitmen untuk tetap berkelanjutan dalam berinovasi dan menyediakan solusi kesehatan yang bermutu dalam industri kesehatan nasional. "Manajemen SCNP bangga dapat bekerja sama dengan ITB dalam menciptakan produk alat kesehatan yang bernilai TKDN signifikan, yang dilanjutkan dengan kolaborasi bersama KFTD dalam upaya distribusi alat kesehatan kepada masyarakat di Indonesia. NIVA adalah bukti nyata bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk kesehatan yang unggul dan berdaya saing global,” kata Richard

NIVA memberikan informasi berharga tentang kesehatan kardiovaskular seseorang pra serangan. Pemeriksaan ini juga dapat mengungkap "usia pembuluh darah" yang mungkin lebih tua atau lebih muda dari usia sebenarnya. Riset dan pengembangan dilakukan bersama oleh Tim Biomedik ITB dan (almarhum) Dokter Ismoyo Sunu dan diproduksi oleh SCNP serta didistribusikan oleh KFTD. NIVA telah lolos uji klinis dari RSPJ Harapan Kita dan menjadi alat kesehatan dalam pencegahan dan deteksi dini PKV. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved