Management

Grup Astra Mempraktikkan Prinsip Keberlanjutan di 7 Lini Bisnis

Menara Astra di Jakarta. (foto Ubaidillah/SWA)

swa.co.id, Jakarta - Dalam mengakselerasi transisi menuju perusahaan yang berkelanjutan (sustainable), PT Astra International Tbk (ASII) atau Grup Astra menggulirkan berbagai inisiatif keberlanjutan di tujuh lini bisnisnya. Inisiasi tersebut diwujudkan sesuai dengan prinsip yang tertuang pada Astra 2030 Sustainability Aspirations. Tujuh lini bisnis berkelanjutan Astra terdiri dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi & energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi dan properti.

Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah, mengatakan Astra berkomitmen untuk rutin melakukan transisi portofolio bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta berkontribusi dalam kemajuan sosial di Indonesia agar dapat menjadi organisasi yang lebih berkelanjutan. "Untuk itu, Astra telah menetapkan Astra 2030 Sustainability Aspirations sebagai panduan untuk perjalanan transisi untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Riza di Jakarta, Jumat (7/6/2024).

Di sektor otomotif, Astra mengurangi emisi karbon melalui kontribusi yang menyeluruh pada upaya akselerasi ekosistem elektrifikasi di sektor otomotif. Saat ini, Astra telah memasarkan tiga model mobil battery electric vehicle (BEV), dua model mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan 14 model mobil hybrid electric vehicle (HEV) di bawah merek Toyota, Lexus, serta lima model BEV dan satu model PHEV di bawah merek BMW. Untuk roda dua, PT Astra Honda Motor telah memasarkan dua model sepeda motor BEV, yaitu EM1 e: dan EM1 e: PLUS.

Dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) meluncurkan Astra Otopower sebagai jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Saat ini, Astra Otopower memiliki 31 unit mesin pengisi daya untuk digunakan oleh publik yang tersebar di 28 lokasi di Pulau Jawa, seperti di gedung perkantoran, hunian, tempat peristirahatan jalan tol, dan di beberapa lokasi lain.

Di sektor jasa keuangan, Astra Financial sebagai lini bisnis jasa keuangan dengan 14 anak usahanya memperluas program penanaman pohon di area kritis yang bertujuan untuk mengurangi jejak karbon. Selama tahun 2023, Astra Financial telah menanam lebih dari 58 ribu pohon di 29 provinsi di Indonesia untuk menyerap karbondioksida, memperkuat ekosistem lokal, memelihara keanekaragaman hayati, serta mitigasi bencana.

Di sektor alat berat, pertambangan, konstruksi & energi, PT United Tractors Tbk (UNTR) dan anak usahanya, sebagai lini bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi & energi, mengembangkan strategi bisnis ke depan yang difokuskan pada sektor pertambangan mineral dan energi terbarukan melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta pengembangan potensi pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) untuk meningkatkan bauran energi terbarukan. “Hal tersebut diperkuat oleh komitmen strategis Astra untuk tidak berinvestasi di tambang batu bara dan pembangkit listrik tenaga batu bara yang baru, sehingga berfokus pada peluang investasi baru di sektor pertambangan non batubara dan mineral lainnya seperti nikel dan emas,” ucap Riza.

Dalam lini bisnis Agribisnis, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menerapkan beberapa rencana program adaptasi untuk meningkatkan ketahanan iklim dengan salah satu fokus utama yaitu membangun fasilitas methane capture untuk menangkap gas metana yang dihasilkan dalam pengolahan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi alternatif untuk pabrik.

Sementara di infrastruktur dan logistik, Astra Infra sebagai perusahaan dalam lini bisnis infrastruktur dan logistik lebih proaktif dalam mendukung upaya keberlanjutan dengan berbagai inisiatif program, seperti pemasangan solar panel untuk penerangan jalan umum dan kantor operasional di ruas tol Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, Jombang-Mojokerto, dan Pelabuhan Penajam Banua Taka, penggunaan biofuel dan implementasi eco driving, serta pemasangan stasiun pengisian kendaraan listrik Umum (SPKLU) di delapan titik rest area di ruas tol Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, Jombang-Mojokerto, dan Rest Area KM 456 Semarang-Solo.

Di lini bisnis teknologi informasi, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) turut memasarkan produk yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan. Seperti halnya penggunaan material dan toner yang telah diimplementasikan dengan teknologi seperti Super EA-Eco toner dan Smart Energy Management untuk mengurangi konsumsi daya dan emisi karbon dioksida (CO2) pada perangkat mesin cetak Fuji Film Business Innovation. Penerapan teknologi terbaru ini, proses pencetakan dapat dilakukan dengan suhu yang lebih rendah 30-35oC jika dibandingkan toner konvensional yang mencapai 200-250oC.

Di sektor properti, Astra Property mengutamakan efisiensi air dan listrik serta sertifikasi bangunan ramah lingkungan. Seperti halnya pemasangan PLTS di Menara Astra, dan penerapan Water Sensitive Urban Design seperti di Ammaia Ecoforest, salah satu portofolio milik Astra Property. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved