Trends

Bank Jago Mengerek Literasi Keuangan di Permainan Kartu Jujurly

Brand Activation Social Lead Community Manager Bank Jago Edo Velandika. (dok Jago)

swa.co.id, Tangerang Selatan - Literasi keuangan masyarakat Indonesia masih harus terus ditingkatkan. Berdasarkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%. Persentase tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 38,03%, namun masih di bawah rata-rata global.

Berbagai upaya terus dilakukan semua pihak dalam rangka mendukung literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, mulai dengan seminar, artikel-artikel edukasi, hingga lewat permainan Jujurly yang diinisiasi PT Bank Jago Tbk. Edukasi keuangan menggunakan permainan kartu Jujurly guna membiasakan masyarakat berani jujur bicara soal keuangan.

Kartu Jujurly merupakan inisiatif permainan yang dirancang bersama Bank Jago dengan PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar keuangan pribadi dan investasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Let’s be real, ngomongin duit seringkali terasa kaku dan intimidating. Tapi sekarang tidak lagi. Dengan Kartu Jujurly, obrolan tentang duit bisa jadi lebih seru, interaktif dan insightful,” ujar Brand Activation Social Lead Community Manager Bank Jago, Edo Velandika, Jumat (7/6/2024).

Melalui permainan kartu Jujurly, masyarakat secara tidak langsung diajak untuk lebih terbuka membicarakan target keuangan maupun tantangan untuk mencapainya, baik dengan keluarga, teman terdekat, ataupun profesional. Dengan demikian, setiap orang bisa saling belajar dan berdiskusi dalam mengatur keuangan dan merencanakan anggaran masa depan yang realistis. “Melalui permainan ini kita bisa belajar dari orang lain dan menemukan ide-ide baru tentang bagaimana mengatur keuangan sesuai dengan cara mereka. Misalnya, kita bisa belajar cara budgeting yang baru atau semakin mindful dalam membeli barang. Jadinya kita akan lebih bertanggung jawab atas pilihan-pilihan kita,” tutur Dika, yang juga merupakan perencana keuangan profesional bersertifikasi.

Selain itu, lanjut Dika, edukasi keuangan melalui permainan juga dapat memperkuat hubungan antar-individu, terutama dengan pasangan ataupun teman. Harapannya, dari relasi intim yang terbangun dapat menghasilkan tujuan keuangan bersama yang positif dan produktif, serta tercipta kemandirian finansial yang sehat.

Dika menjelaskan masalah keuangan membuat stres. Solusinya, diskusikan permasalahan itu dengan dengan seseorang yang dipercaya untuk mengurai masalah, bertukar pikiran tentang solusi, dan bahkan mungkin mendapatkan nasihat. "Dengan komunikasi yang terbuka kita lebih mudah membuat goal bersama, menghindari kesalahpahaman, dan membangun financial security,” tutur Dika. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved