Management

Tips Hadapi Disrupsi dan Perubahan Sosial dari Bos BCA

Direktur BCA Santoso. (foto Ubaidillah/SWA)

swa.co.id, Jakarta - Dinamika dan perubahan itu membutuhkan kemampuan individu untuk beradaptasi dan menciptakan nilai tambah serta bersikap adaptif untuk melihat peluang dengan jeli sehingga tetap relevan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan sosial. Peluang yang ada dapat dilihat sebagai kesempatan untuk manusia terus bergerak maju memanfaatkan teknologi menciptakan inovasi-inovasi untuk kehidupan yang lebih baik.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk , Santoso, menegaskan pentingnya soft skills seperti kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan berpikir kritis dalam menghadapi perubahan yang cepat seperti saat ini. Teknologi bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menjadi mitra dalam memperluas kemampuan. Untuk tetap relevan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan sosial, inovasi dan kemampuan adaptasi menjadi kunci.

Manajemen bank ini meyakini optimalisasi teknologi itu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat. "Contoh nyatanya adalah BCA yang awalnya memperluas akses ATM di seluruh Indonesia, hingga kini BCA meluncurkan aplikasi BCA Mobile dan MyBCA sebagai bukti bahwa BCA beradaptasi dengan baik di era penuh kemajuan teknologi,” katanya dalam BCA Berbagi Ilmu di UNUD Bali seperti dikutip pada Sabtu (8/6/2024).

EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan BCA Berbagi Ilmu di bawah payung Bakti BCA menjadi bentuk dukungan perseroan kepada generasi muda untuk menjadi SDM unggul dan memberikan kontribusi kepada ekonomi Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia memperkirakan puncak bonus demografi penduduk hingga tahun 2030, ditunjukkan dari jumlah penduduk usia produktif yang mencapai dua kali lipat jumlah penduduk usia anak dan lanjut usia.

Bank yang dikenal BCA ini meyakini investasi terbaik bagi generasi muda ini adalah pendidikan."Karena itu Bakti BCA berkomitmen untuk terus memfasilitasi mereka dengan berbagai bentuk dukungan. Kami juga percaya bahwa individu yang berdaya dapat memberdayakan komunitasnya, dan komunitas yang berdaya dapat berkontribusi positif pada kelestarian ekosistem, sehingga tercipta sebuah siklus yang saling berpengaruh dan berkaitan,” kata Hera. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved