Automotive

Kiat Autopedia Memikat Konsumen Membeli Mobkas di Caroline

Dealer mobil bekas, Caroline, di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

swa.co.id, Jakarta- Virda membeli mobil bekas (mobkas) di gerai Caroline pada Mei 2024. Dia membeli mobkas Mitsubishi Xpander Ultimate tahun produksi 2019. Sebelum bertransaksi, Virda menelisik mobkas incarannya itu di website Caroline.id. “Saya melihat dulu di website Caroline. Kemudian, saya dating ke dealer Caroline, mobilnya di bawa ke rumah untuk test drive,” ujar Virda saat dihubungi via aplikasi pesan singkat, WhatsApp, di Jakarta, Jumat (7/62024).

Usai test drive, Virda tak sungkan-sungkan untuk membeli mobkas Xpander Ultimate di dealer Caroline. Harganya cocok plus warna mobil ini sesuai keinginannya. Selain itu, Caroline memberikan garansi asuransi selama 1 tahun dan garansi buyback. “Pelayanannya super mengesankan sih, kondisi mobilnya dalam keadaannya prima, harganya masih wajar, diperbolehkan test drive di rumah. Semua proses transaksi cepat dan lancar. Serah terima mobil dari dealer Caroline dilakukan di rumah. Yang mengesankan, saya masih dapat asuransi selama 1 tahun, juga buyback guarantee,” tutur Virda.

Perihal minat konsumen terhadap mobkas, pengamat otomotif, Yuniadi Haksono Hartono, pengamat otomotif, menjabarkan penjualan mobkas berpotensi tumbuh lantaran rasio kendaraan beroda empat di Indonesia relatif rendah.

Berdasarkan data Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan OICA (International Organization of Motor Vehicle Manufacturers), Yuniadi menjabarkan populasi mobil mencapai 99 unit per penduduk sebanyak 1.000 jiwa. Angka ini lebih rendah dibandingkan Singapura dengan rasio 211 per 1.000 orang, Thailand yang rasionya 275 unit per 1.000 jiwa, Malaysia 490/1.000, dan Brunei Darussalam 805/1.000 orang."Rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih sangat rendah, perekonomi yang kian meningkat, kebutuhan kendaraan bermotor meningkat dan daya beli masyarakat yang cukup stabil akan mendorong pertumbuhan bisnis mobil bekas," tutur Yuniadi.

Sumber : Gaikindo & OICA (diolah).

Dia mencermati generasi muda belum mampu memiliki mobil baru dan melirik mobkas sebagai alternatif untuk membeli mobil. "Tapi, konsumen semakin kritis dan menginginkan layanan pelanggan yang baik, persaingan usaha tidak hanya pada kualitas kendaraan tetapi juga pelayanan pelanggan," ujar Yuniadi. Pada era digital ini, Yuniadi berpendapat penyedia jasa penjualan mobkas menghadapi tantangan untuk merespons perubahan perilaku konsumen yang beralih ke digital, tetapi juga berkeinginan mengunjungi dealer untuk membeli mobkas.

Berdasarkan data yang dihimpun, Yuniadi menjabarkan pencarian konsumen di platform digital meningkat 1,3 kali di mobile search sebagai pintu gerbang utama informasi kepada konsumen untuk membeli mobil di Indonesia. Kemudian, sebanyak 76% pembeli mobil mencari harga dan penawaran di website sebelum mengunjungi dealer. “Platform digital mengarahkan pembeli mobil ke showroom setelah mengunjungi website mobil di ponsel mereka saat berada di dealer,” imbuhnya. Sekitar 78% pembeli mobil terhubung dengan dealer melalui search di internet.

Sejumlah perusahaan penjual mobkas menyiasati tren ini. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), misalnya, menyediakan kanal online to offline (O20) untuk penjualan mobkas di segmen ritel melalui Caroline.id dan dealer Caroline di 11 titik. Janny Candra, Direktur Utama Autopedia Sukses Lestari, menyampaikan layanan lelang mobkas

dijual di platform digital dan gerai pajang (showroom). Menurut Jany, mobil yang dijual melalui platform digital lelang JBA dan Caroline telah melalui proses inspeksi yang ketat untuk menjaga kualitasnya. Data mengenai spesifikasi dan hasil inspeksi kendaraan tersebut mudah diakses oleh calon konsumen melalui website atau aplikasi JBA dan Caroline. “Dokumen tidak palsu dan kami memberikan trust,” ujar Jany, yang juga salah satu pendiri ASLC.

Caroline adalah gerai pajang untuk penjualan mobil bekas (mobkas) yang dikelola Autopedia Sukses Lestari. Perseroan menyodorkan skema offline to online (O2O) untuk menjual mobkas. “Selain gerai fisik, kami menyediakan Caroline.id agar konsumen bisa melihat mobil di platform digital. Setelah itu, konsumen bisa mendatangi gerai Caroline di beberapa wilayah, seperti di Depok, Bekasi, Serpong, Cimahi dan Karawang,” tuturnya.

Penjualan mobkas di Caroline.id sebanyak 3.135 unit di tahun lalu. Raihan ini naik sebesar 26,3% dibandingkan tahun sebelumnya. ASLC membidik penjualan mobkas sebanyak 3.654 unit di tahun ini. Peningkatan kinerja penjualan mobkas ASLC ini didukung oleh pembukaan dealer Caroline di berbagai kota. Pada Mei 2024, misalnya, Autopedia membuka dealer Caroline.id sebanyak 2 unit di Karawang, Jawa Barat serta cabang flagship store terbarunya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Rencananya, perseroan akan membuka gerai Caroline sebanyak 2 unit di Juni 2024. “Nilai investasi sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar per gerai. Kami akan membuka Caroline di Karawang dan Tambun, Bekasi. Sedangkan investasi untuk gerai Caroline di Pondok Cabe ini mencapai Rp3 miliar,” ujar Jany,

Jany menjabarkan sejumlah faktor yang mendorong perseroan membuka cabang Caroline di Pondok Cabe, yakni lokasinya dikelilingi kawasan pemukiman serta gerai ini menambah daya jangkau kepada konsumen di Jakarta Selatan, Tangerang dan sekitarnya. Flagship store Caroline di Pondok Cabe ini menampung mobkas lebih dari 40 unit.”Diantaranya mobil Subaru,” ucap Vendri Iskar, Central Operation Head Autopedia.Vendri menjelaskan mobkas di rentang harga Rp150-an juta laris manis dibeli konsumen, diantaranya mobkas Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, dan Daihatsu Xenia.

Menyodorkan Garansi

Autopedia menyodorkan garansi 7G+ yang memberikan benefit kepada konsumen, diantaranya jaminan suku cadang utama selama 1 tahun. Sebelum mobil ditampilkan di seluruh cabang Caroline, setiap mobil diinspeksi pada 150 titik yang mencakup pengecekan diseluruh area mobil, mulai dari interior, eksterior, mesin, hingga bagian-bagian terkecil untuk memastikan kondisi mobil secara transparan.

Tim inspektor dari Caroline akan memastikan kelayakan mobil bekas serta memastikan bahwa semua mobil terbebas dari risiko-risiko seperti bekas banjir, kecelakaan besar, manipulasi odometer, hingga dokumen palsu. Setelah selesai inspeksi, seluruh mobil akan masuk ke proses rekondisi yang dilakukan di Caroline Recondition Center untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan, contohnya melakukan pengecatan ulang pada bagian body yang mengalami baret. Setelah perbaikan pada interior dan eksterior, proses selanjutnya adalah melakukan inspeksi pada bagian mesin dan kaki-kaki guna melakukan perbaikan jika ditemukan adanya kerusakan.

Proses terakhir yaitu quality control berupa penggantian oli dan filter oli serta detailing mobil pada bagian interior atau eksterior guna memastikan telah memenuhi standar yang ditetapkan.Dengan begitu, mobil tak perlu dibawa lagi ke bengkel atau salon mobil untuk memberikan kenyamanan ekstra.

Selain garansi 7G+, Caroline memberikan jaminan berupa garansi buyback yang memudahkan konsumen mengembalikan mobil jika terdapat indikasi bekas banjir, kecelakaan besar, atau manipulasi dokumen dan odometer. “Kami mendapat wisdom dari Pak Teddy untuk bersikap jujur dalam berbisnis,” ucap Jany perihal pelayanan dan garansi yang diberikan Caroline kepada konsumen. Teddy yang dimaksud Jany adalah Theodore Permadi (TP) Rachmat, pendiri Grup Triputra dan pemilik saham ASLC. Teddy adalah sapaan akrab TP Rachmat.

Ihwal pelayanan konsumen, Caroline memberikan perlindungan maksimal kepada pelanggan, mengingat maraknya kasus-kasus penipuan yang sering terjadi di pasar mobil bekas. Guna mengapresiasi konsumen, Caroline menawarkan cicilan gratis sebanyak 1 kali untuk pembelian mobkas pilihan di Caroline Pondok Cabe sejak 28 Mei hingga 4 Juni 2024. “Kami yakin bahwa dengan kombinasi benefit dan komitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik, Caroline akan menjadi pilihan utama konsumen yang ingin membeli mobil bekas dengan aman, mudah, dan terpercaya,” tambah Jany.

Autopedia, lanjut Jany, menyodorkan layanan digital dan sentuhan personal di showroom Caroline. Perseroan membuka gerai Caroline di berbagai kota agar konsumen mudah membeli mobil. Berdasarkan data ASLC, porsi konsumen yang membeli mobil di platform digital sebesar 30% dan penjualan di gerai sebesar 70%. Ini menunjukkan kepercayaan antara ASLC dan konsumennya cukup kuat. “Kami memberikan trust, garansi, dokumen legal, memberikan sentuhan personal di showroom yang aman dan nyaman untuk transaksi pembelian mobil bekas,” ucap Jany. Autopedia, menurut Janny, mengembangkan ekosistem mobkas pada lelang via JBA dan dealer mobil bekas online to offline di Caroline.id dan gerai Caroline.

Selanjutnya, Jany menjelaskan ASLC telah beroperasi sejak tahun 2014 dan penjualan mobkas terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Jumlah penjualan mobil dan sepeda motor via lelang JBA di kuartal I/2024 mencapai 28.712 unit, tumbuh 48% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Penjualan mobkas di segmen ritel melalui Caroline sebanyak 725 unit, meningkat 19%. Tingginya permintaan mobil bekas juga dipengaruhi oleh kenaikan harga mobil baru yang membuat sebagian masyarakat beralih membeli mobkas.

Pada kesempatan terpisah, Abyan Habib Yuntoharjo, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyampaikan industri mobkas masih terus tumbuh meskipun angka penjualan mobil baru sedang tertekan. Informasi tersebut, lanjutnya, tercermin dari angka pembiayaan otomotif yang terus tumbuh stabil di atas 10% meskipun angka penjualan kendaraan khususnya kendaraan untuk penumpang (passenger car) turun sejak akhir 2023 hingga awal tahun ini.

Dia berpendapat industri jual-beli mobkas relatif tak lekang zaman terutama karena secara alami seberapapun tingkat penjualan kendaraan mobil baru tentunya akan dijual juga oleh pemiliknya. “Ekosistem dari masing-masing pelaku industri mobil bekas juga dapat mendukung kinerjanya, sehingga semakin lengkap layanan dari satu perusahaan maka akan mendukung kinerja perusahaan tersebut,” ungkap Abyan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved