Management

Mengapa Bank Digital Negeri Ginseng Sukses?

Tiga bank digital Korea; Kakao Bank, K Bank, Toss Bank (Korea Herald)

swa.co.id, Jakarta - Dalam lanskap perbankan digital di Asia, Korea Selatan menonjol sebagai anomali positif. Di saat sebagian besar bank digital di Asia kesulitan untuk menghasilkan keuntungan, bank-bank digital di Negeri Ginseng seperti Kakao Bank, K Bank, dan Toss Bank berhasil mencatat profitabilitas yang signifikan.

Kakao Bank, misalnya. Bank digital pertama di Korea Selatan yang didirikan pada Januari 2016 oleh Korea Investment Holdings dan perusahaan internet, Kakao Corp. ini menunjukkan prestasi luar biasa. Sejak menguntungkan pada 2019 (laba bersih sebesar 13,7 miliar won, atau Rp168,23 miliar), Kakao Bank terus mencatat pertumbuhan yang kuat.

Pada tahun 2023, Kakao Bank yang memiliki lebih dari 20 juta nasabah mencatat laba bersih sebesar 354,9 miliar won (Rp4,35 triliun), meningkat 34,9% dari tahun sebelumnya. Kinerja ini jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan laba sebesar 346,8 miliar won (Rp4,25 triliun). Laba operasional juga mencapai rekor tertinggi, meningkat 35,5% menjadi 478,5 miliar won (Rp5,61 triliun).

Kinerja ciamik ini terus berlanjut. Pada kuartal pertama 2024, Kakao Bank mencatat rekor laba sebesar 111,2 miliar won (Rp1,3 triliun), naik 9% dari tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didorong oleh peningkatan pinjaman hipotek dan suku bunga yang kompetitif​​.

Bank digital lainnya, K Bank juga moncer. Pada tahun 2022, K Bank yang meluncur pada 2017 sebagai bagian dari konsorsium yang dipimpin perusahaan telekomunikasi KT Corporation, bersama Woori Bank dan beberapa investor lainnya seperti MBK Partners dan Bain Capital​ mencetak laba bersih cukup gede: sebesar 83,6 miliar won (Rp1,02 triliun), meningkat 272% dari tahun sebelumnya.

Salah satu faktor utama keberhasilan K Bank yang kini memiliki 10 juta nasabah itu adalah kolaborasinya dengan Upbit, bursa kripto terbesar di Negeri Ginseng. Kemitraan ini memungkinkan K Bank untuk menawarkan layanan perbankan berbasis nama asli untuk transaksi kripto, yang terbukti sangat populer selama pandemi COVID-19. Selama pasar bullish Bitcoin, K Bank mengalami peningkatan pendaftaran nasabah yang signifikan, yang berkontribusi besar terhadap pendapatan dan pertumbuhan bank.

Bank digital ketiga di Korea Selatan adalah Toss Bank. Bank ini merupakan bagian dari Viva Republica, perusahaan teknologi finansial yang juga mengembangkan aplikasi pembayaran terkenal, Toss. Toss Bank diluncurkan pada tahun 2021 dengan tujuan menyediakan layanan perbankan yang inovatif dan mudah diakses oleh semua kalangan masyarakat.

Meskipun masih relatif baru, Toss Bank telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2022, Toss Bank berhasil mencatat peningkatan yang signifikan dalam saldo deposito dan pinjaman yang beredar.

Pada kuartal ketiga tahun 2023, Toss Bank mencatat laba bersih sebesar 8,6 miliar won (Rp100,79 miliar). Ini merupakan kali pertama bank tersebut mencatatkan laba sejak diluncurkan. Keberhasilan ini merupakan peralihan yang signifikan dari kerugian sebesar 10,5 miliar won (Rp123,06 miliar) pada kuartal sebelumnya. Laba ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan bunga yang mencapai 391,8 miliar won (Rp4,59 triliun) pada kuartal ketiga, lebih dari tiga kali lipat dari 116,2 miliar won (Rp1,36 triliun) pada periode yang sama tahun sebelumnya​.

Dengan kinerja ini, berikut potensinya, Toss Bank berhasil menarik investasi besar sebesar US$405 juta (sekitar Rp6 triliun) dalam putaran pendanaan Seri G pada Desember 2023, menunjukkan kepercayaan investor yang kuat meskipun terjadi penurunan pendanaan fintek secara umum. Toss Bank sendiri memiliki sekitar 6 juta pelanggan pada Maret 2024 dan diperkirakan juga akan mencatat laba bersih pada paruh kedua tahun ini​​.

Pinjaman dan tabungan di bank digital Korea Selatan tahun 2023, dalam triliun won (Sumber: Statista).

Faktor Sukses Bank Digital

Salah satu alasan utama keberhasilan bank digital di Korea Selatan adalah dukungan dari perusahaan teknologi besar dengan kemampuan digital yang kuat sebagai pemegang saham strategis. Dukungan terbesar tentu saja adalah integrasi bank-bank digital ke dalam ekosistem yang telah dibangun para pemilik bank digital tersebut.

Kakao Bank, misalnya, didukung oleh Kakao Corp, perusahaan teknologi besar di Korea Selatan yang memiliki aplikasi pesan populer, Kakao Talk. Dengan memanfaatkan ekosistem Kakao Talk, Kakao Bank dapat dengan cepat mengakuisisi pengguna baru dan memanfaatkan basis pengguna yang sudah ada untuk mempromosikan layanan perbankannya. Pengguna Kakao Talk dapat dengan mudah mengakses layanan perbankan Kakao Bank, langsung dari aplikasi pesan mereka, yang mempermudah dan mempercepat berbagai transaksi keuangan.

Sebagai informasi, KakaoTalk, aplikasi pesan terkemuka di Korea Selatan, memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan pada awal tahun 2024. Jumlah ini mencerminkan dominasi KakaoTalk di pasar aplikasi pesan di Negeri Ginseng.

Sementara itu, K Bank didukung oleh KT Corporation, perusahaan telekomunikasi terkemuka di negeri itu (KT adalah penyedia layanan seluler terbesar kedua di Korea Selatan dengan lebih dari 16 juta pelanggan). Dukungan dari perusahaan besar ini memberikan K Bank keunggulan kompetitif dalam hal sumber daya teknologi dan pemasaran. KT Corporation juga memiliki jaringan pelanggan yang luas, yang bisa dimanfaatkan K Bank untuk promosi dan akuisisi pelanggan.

Bagaimana dengan Viva Republica, pemilik Toss Bank?

Viva Republica Inc., didirikan pada tahun 2013 oleh Lee Seung-gun, seorang mantan dokter gigi yang memulai perusahaan setelah delapan kali kegagalan bisnis sebelumnya. Perusahaan ini berbasis di Seoul dan dikenal sebagai operator super app, Toss.

Toss Bank pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 sebagai platform transfer uang peer-to-peer (P2P) dan sejak itu telah berkembang menjadi aplikasi yang menawarkan lebih dari 40 layanan keuangan, termasuk pinjaman, penilaian kredit, investasi pribadi, dan layanan perbankan digital lainnya.

Seperti halnya Kakao Bank dan K Bank, Toss Bank juga menikmati dukungan pemilik strategisnya. Dukungan dari Viva Republica memberikan Toss Bank akses ke ekosistem teknologi dan keuangan yang kuat, sumber daya keuangan yang signifikan, dan jaringan pelanggan yang luas. Viva Republica, memiliki lebih dari 15 juta pengguna aktif bulanan (MAU) pada awal tahun 2024. Angka ini menunjukkan popularitas yang signifikan dan adopsi yang luas dari platform fintek mereka di Korea Selatan. Toss terus berkembang dengan menambahkan berbagai layanan keuangan untuk menarik lebih banyak pengguna dan memperluas basis pelanggannya.

Selain dukungan para pemilik strategis yang memiliki kapasitas teknologi tinggi serta ekosistem yang kuat, ketiga bak digital tersebut juga sukses karena inovatif dalam memberikan layanannya.

Pada tahun 2023, umpamanya, Kakao Bank meluncurkan layanan refinancing hipotek yang memungkinkan pengguna untuk mengajukan pinjaman hipotek secara online. Produk ini menjadi sangat populer dan membantu meningkatkan volume pinjaman hipotek Kakao Bank secara signifikan.

Lalu K Bank yang posisinya identik sebagai penyedia layanan keuangan dalam ekosistem cryptocurrency terus berinovasi dengan mengembangkan produk dan layanan baru. Misalnya, mereka telah memperkenalkan produk seperti "Smart Savings" yang menawarkan fitur otomatisasi untuk membantu pelanggan mencapai tujuan tabungan mereka dengan lebih efektif.

Adapun salah satu produk inovatif dari Toss Bank adalah "gathering passbook", yang memungkinkan sekelompok orang untuk mengelola akun bersama. Produk ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pengguna dalam mengelola keuangan mereka secara kolektif, yang sangat berguna untuk keluarga, teman, atau kelompok kerja.

Kunci sukses lainnya tentu saja kekuatan teknologi yang membuat layanan mereka user friendly, antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan, data nasabah terlindungi, mudah, dan cepat. Pelanggan juga dapat mengakses berbagai layanan seperti tabungan, pinjaman, investasi, dan asuransi melalui aplikasi mobile mereka tanpa perlu mengunjungi kantor cabang fisik. Pendekatan ini memudahkan pelanggan untuk mengelola semua aspek keuangan mereka di satu tempat.

Pendek kata, tiga bank digital di Korea Selatan berhasil mencapai profitabilitas melalui kombinasi inovasi bisnis, dukungan dari perusahaan teknologi besar, serta regulasi yang mendukung.

Faktor-faktor inilah yang diyakini berkontribusi pada keberhasilan bank digital di Korea Selatan, yang uniknya, tidak mudah direplikasi di tempat lain.

Yang menarik, dengan kesuksesan ini, Korea Selatan kini tengah bersiap untuk menambah bank digital keempat. Ada empat konsorsium yang berencana mengajukan lisensi, termasuk Douzone Bank, Soso Bank, Korea Credit Data Bank, dan U-Bank. Khusus U-Bank, bank ini menarik perhatian dengan fokus pada inklusi keuangan bagi komunitas yang kurang terlayani seperti warga lanjut usia dan pekerja asing​​.

Melihat apa yang terjadi, perjalanan bank digital di Korea Selatan adalah bukti nyata bahwa inovasi dan keberanian bisa mengubah industri. Keberhasilan mereka memberikan pelajaran berharga bagi pasar lain di Asia yang ingin mengembangkan sektor perbankan digital mereka. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved