Technology

Palo Alto Networks Hadirkan Lokasi Cloud Terbaru di Indonesia

Meerah Rajavel, Chief Information Officer Palo Alto Networks dan Steven Scheurmann, Regional Vice President – ASEAN Palo Alto Networks. (Foto: Jeihan Kahfi Barlian/SWA)

swa.co.id, Jakarta-Mengingat semakin kompleks dan canggihnya serangan siber, deteksi dan pencegahan ancaman menjadi semakin sulit serta memakan waktu dan biaya mahal. Palo Alto Networks, perusahaan keamanan siber global, menempatkan lokasi fasilitas multi-cloud barunya di Indonesia yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan para pelanggan lokal dan regional.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, para penyelenggara sistem elektronik publik diwajibkan untuk memproses dan menyimpan data pribadi hanya di dalam Indonesia. Lokasi cloud yang baru ini memberikan akses kepada pelanggan Indonesia untuk mendapatkan manfaat keamanan dari Palo Alto Networks secara menyeluruh sekaligus membantu memenuhi kebutuhan residensi data lokal mereka.

Di Indonesia, lanskap infrastruktur cloud kini sedang mengalami peningkatan pesat, dengan berbagai organisasi tengah berupaya memperbarui aplikasi mereka dan memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh layanan cloud. Di saat yang sama,organisasi, terutama yang bergerak di sektor keuangan, perlu memastikan penyimpanan data mereka sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan di Indonesia yang terus memanfaatkan potensi komputasi awan, maka upaya untuk mendeteksi dan mencegah ancaman akan menjadi semakin besar tantangannya, serta membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih besar pula.

Menurut Laporan State of Cloud-Native Security 2024 dari Palo Alto Networks, 98% organisasi menyimpan data sensitif di berbagai lokasi, baik di server lokal, public cloud, aplikasi SaaS yang memiliki penyimpanan lokal, private cloud yang dikelola oleh pihak ketiga maupun perangkat endpoint, sehingga dapat dipastikan bahwa tantangan keamanan yang dihadapi cukup tinggi. “Fasilitas ini akan memberikan berbagai perusahaan di Indonesia dan kawasan akses terhadap platform keamanan siber kami yang didukung oleh teknologi AI, sekaligus membantu mereka dalam memenuhi persyaratan residensi data,” kata Steven Scheurmann, Regional Vice President - ASEAN, Palo Alto Networks di Jakarta, Kamis (6/6/2024)

Steven melanjutkan bahwa hal ini juga untuk mendukung laju pengembangan digitalisasi organisasi yang dituntut semakin cepat tanpa mengesampingkan aspek keamanan. “Ketika laju development tinggi – seperti halnya AI – keamanan sering kali menjadi pertimbangan kedua. Sepanjang siklus digitaliasi mulai dari development hingga deployment, security sudah harus menjadi bagian integral di dalamnya,” tambah Steven.

Pelanggan di Indonesia saat ini sudah merasakan manfaat dari lokasi cloud lokal oleh Palo Alto Networks melalui solusi keamanan Prisma Access. Dengan ini pelanggan dapat mengamankan dan memenuhi persyaratan kepatuhan kebijakan keamanan untuk aplikasi, data, dan seluruh teknologi cloud-native mereka-di sepanjang siklus pengembangan dan di seluruh lingkungan hybrid dan multi-cloud. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved