Marketing

Syngenta Indonesia Kreasikan Anti Hama Inovatif, Tingkatkan Produktivitas Petani Bawang Merah

Simodis 100DC, sebuah teknologi untuk membantu petani dalam mengendalikan serangan hama ulat grayak pada tanaman bawang merah (Foto: dok Syngenta Indonesia)

swa.co.id, Jakarta- Syngenta Indonesia, perusahaan pertanian global terdiri dari Syngenta Crop Protection dan Syngenta Seeds melansir Simodis 100DC sebagai teknologi pengendalian hama ulat grayak untuk membantu petani mengendalikan hama di tanaman bawang merah.

Para petani mengapresiasi Simodis sebagai inovasi teknologi baru dari Syngenta untuk petani bawang merah di Indonesia, khususnya di Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Kecamatan Larangan merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah paling luas di kawasan Brebes yaitu mencapai 8.000 hektare. "Untuk mendapatkan hasil yang baik dan aman bagi petani, saat menggunakan Simodis petani perlu menerapkan enam tepat yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat dosis, tepat cara, tepat jenis, dan tepat mutu,” tutur Ilawati, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Larangan, Ilawati pada siaran pers yang dilansir pada Sabtu (8/6/2024).

Saat ini petani bawang merah menghadapi berbagai tantangan. Selain kondisi cuaca seperti curah hujan dan bencana alam seperti banjir yang melanda wilayah Brebes, petani juga berjuang mengendalikan serangan hama ulat grayak. Serangan ulat grayak ini dapat menyebabkan petani mengalami kerugian hingga mencapai 80%.

Insektisida yang tersedia di pasaran sudah tidak lagi efektif seperti dahulu kala. "Petani membutuhkan teknologi yang benar-benar ampuh untuk mengendalikan ulat grayak, membuat tanaman kuat, bawangnya besar, umbinya banyak, dan warnanya bagus,” ujar Yanto, petani bawang merah. Dia juga menambahkan bahwa petani membutuhkan teknologi yang aman bagi petani sebagai aplikator.

Senior Brand Manager Insektisida dari Syngenta Indonesia, Citra Presilia Halim, menyampaikan selama 15 tahun terakhir ini belum ada inovasi teknologi untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman sayur. Teknologi terakhir yaitu diamida yang diluncurkan sekitar 15-20 tahun lalu. “Hal ini yang mendorong Syngenta Indonesia meluncurkan produk baru Simodis untuk menjawab kebutuhan petani yang meminati teknologi pengendali ulat grayak yang lebih baik,” kata Citra.

Simodis 100DC memanfaatkan teknologi plinazolyn, sebuah teknologi berbahan aktif paling mutakhir yang efektif mengendalikan hama ulat pada tanaman bawang merah dengan tiga keunggulan yaitu mengendalikan hama ulat hingga tuntas, menghasilkan tanaman kokoh dan lebih hijau sehingga dapat memaksimalkan potensi tumbuh kembang tanaman bawang merah untuk menghasilkan panen yang berlimpah dan berkualitas.

Ketersediaan Simodis merupakan bentuk komitmen Syngenta Indonesia untuk mendukung petani sayuran, khususnya bawang merah agar mendapatkan hasil panen yang optimal dan berkualitas. "Berdasarkan hasil riset dan pengembangan serta uji coba yang komprehensif, Simodis diluncurkan dengan formulasi yang telah dikembangkan khusus untuk tanaman sayuran. Simodis ini cocok untuk tanaman bawang merah yang memiliki lapisan lilin,” jelas Citra.

Teknologi plinazolyn pada Simodis diklaim Citra memiliki beberapa keunikan yang membuatnya menghasilkan kendali yang lebih baik, seperti kemampuan untuk membuat ulat berhenti makan, daya lekat kuat pada permukaan daun, stabil dalam berbagai kondisi cuaca, tidak mudah tercuci air hujan, tahan lama hingga 5-7 hari, serta aman terhadap tanaman.

Syngenta berharap Simodis menyokong produktifitas petani bawang merah."Syngenta Indonesia akan terus berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi teknologi pertanian dan mitra terpercaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dan keluarganya,” ucap Citra.

Syngenta meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan, berkualitas, dan aman dengan ilmu pengetahuan kelas dunia dan solusi tanaman yang inovatif. Teknologi Syngenta memungkinkan jutaan petani di seluruh dunia untuk memanfaatkan sumber daya pertanian yang terbatas dengan lebih baik. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved