Entrepreneur

Mamma Roti: Bisnis Mantan Presenter TV

Prima Alvernia dengan bisnisnya, Mamma Roti (Dok. Pribadi)

swa.co.id, Jakarta - Semenjak Mamma Roti (MR) dihadirkan saat pandeni COVID-19, tepatnya pada Desember 2021, Prima Alvernia terus tancap gas mengembangkannya hingga saat ini telah memiliki 80 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, Prima punya obsesi menghadirkan minimal 500 cabang di Indonesia dan mancanegara pada 2026.

MR, yang ingin menyuguhkan makanan dan minuman yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan harga terjangkau, telah memiliki lima varian makanan. Di antaranya, mexican buns, pastry, dan es krim, serta minuman kopi dan non-kopi (fruity, teh, soda).

Lalu, agar cabang MR makin bertambah, Prima mengembangkan bisnis dengan skema kemitraan. Dengan skema ini, sumber revenue berasal dari pembukaan gerai dan pembelian bahan baku oleh para mitranya.

“Biaya kemitraan Mamma Roti beserta kelengkapannya terbilang sangat terjangkau dan praktis. Tidak juga memerlukan tempat yang besar. Kurang dari Rp200 juta, sudah mendapatkan seluruh peralatan yang diperlukan untuk menjalankan outlet. Sebagian besar mitra kami sudah break even point (BEP) di bawah satu tahun,” Prima berpromosi.

Pada tahun ini, ia memiliki target membuka 100 cabang baru dengan proyeksi pertumbuhan bisnis 50%-100%. Salah satu strateginya, rajin mengikuti pameran bisnis untuk mempertemukan MR dengan para calon mitra yang memang sedang mencari peluang usaha.

“Target saya kira-kira 3-4 pembukaan outlet baru setiap bulannya. Namun, kini kami tengah membuat target baru yang sedang kami matangkan, yaitu membuka 11 cabang setiap bulannya, dengan target 400 cabang baru dalam tiga tahun,” katanya penuh semangat.

Membangun MR bukanlah perkara mudah bagi Prima. Saat pandemi Covid-19, suaminya mendapat musibah, yaitu bisnis yang dibangun bersama rekannya selama lima tahun, bubar begitu saja. “Niat awal saya hanya membantu suami financially and mentally yang ketika itu sedang patah arang,” ungkapnya.

Ia dan sang suami akhirnya membuat brand MR. Karena, suaminya selama lima tahun berbisnis usaha yang serupa dan Prima pun dalam waktu bersamaan membuka beberapa gerai food & beverage.

“Tak disangka, saya justru ikut terjun mengembangkan bisnis Mamma Roti. Suami meng-handle operasional dan produksi, sedangkan saya di strategi pengembangan bisnis, legal, dan finance,” katanya.

Soal membagi waktu antara mengurus bisnis dan pekerjaan sebagai presenter televisi, Prima menjelaskan, ia menggunakan waktu luang dan hari liburnya untuk mengembangkan bisnis. Sementara untuk kegiatan operasional harian, ada tim yang ia percaya untuk bagian manajemen dan produksi.

“Seorang business owner/founder harus bisa melepaskan diri dari operasional harian. Tapi, owner/founder lebih ke pengembangan bisnis, strategis, evaluasi, dan problem solving,” katanya.

Nah, Mei 2024 merupakan bulan terakhir Prima menjadi full time news presenter alias karyawan tetap. “Baru April lalu saya mengajukan resign (one month notice). Keputusan saya ini karena saya kini memiliki ketertarikan yang mendalam mengenai bisnis, investasi, dan keuangan sehingga saya mau memfokuskan waktu dan energi saya di hal tersebut,” Prima menjelaskan.

Tentunya, dalam mengembangkan sebuah bisnis, ada sejumlah tantangan yang dihadapi Prima. Menurutnya, sama seperti bisnis UMKM yang tengah scaling-up, tantangan MR ialah bisa terus progresif dan agresif dalam mengembangkan usaha serta menguatkan tim internal dan manajerial perusahaan agar mampu mengelola secara profesional mengikuti pesatnya perkembangan usaha saat ini.

Hal tersebut dilakukan karena Prima punya mimpi menjadikan MR sebagai bakery shop yang memiliki varian lebih banyak dan jaringan yang luas, serta dicintai pelanggan loyalnya. “Kami akan terus mengikuti pameran internasional dan membuka kemitraan di beberapa negara,” ujarnya tandas. Ia pun bersyukur bisnisnya bisa tumbuh dari tahun ke tahun sebesar 80%-90%. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved