Property

OXO The Residences Laris Manis Diborong Konsumen

OXO The Residences Laris Manis Diborong Konsumen
Grand Launching OXO The Residences, 40 unit berhasil terjual habis dengan kisaran harga dari Rp8 miliar-Rp16 miliar per unitnya. (Foto: Dok/OXO Group Indonesia)

swa.co.id, Jakarta-Sebagai pengembang OXO Group Indonesia, kian diperhitungkan kiprahnya di Bali. Saat ini, perusahaan yang dirintis Johannes Weissenbaeck memiliki sekitar 30 properti di Bali termasuk hunian pribadi, vila, townhouse, studio, co-working, resor, dan kapal pesiar di Taman Nasional Komodo.

Reputasinya dalam pengembangan proyek properti tidak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan saat Grand Launching OXO The Residences, Sabtu, 8 Juni 2024, OXO Group Indonesia berhasil menjual seluruh unit hanya dalam waktu satu hari. OXO The Residences berhasil terjual habis (sold out) dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengungkapkan proyek hunian mewah hasil kolaborasi dengan Alexis Dornier.

Properti ini diperkenalkan kepada publik di Nuanu City. Calon pembeli yang hadir mencapai 400 orang (gabungan calon pembeli dari pasar domestik dan internasional). Tercatat 40 unit berhasil terjual habis dengan kisaran harga mulai dari Rp8 miliar hingga Rp16 miliar per unit. Luas bangunan mulai 193 m2 hingga 293 m2 dan luas tanah mulai dari 300-643 m2. “Keberhasilan ini juga semakin memperkuat posisi Bali sebagai salah satu destinasi pilihan The Haves sebagai rumah kedua,” kata Johannes pada siaran pers yang dikutip pada Selasa (11/6/2024).

Prisca Edwards, CEO Investera Australia, yang ditunjuk OXO Group Indonesia untuk memimpin divisi penjualan dan pemasaran proyek OXO The Residences menyebutkan mayoritas konsumen memilih unit dengan 3 dan 4 kamar tidur. Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, unit vila dengan 3 atau 4 kamar tidur menjadi primadona. Para investor lebih memilih unit dengan tiga kamar tidur, sementara unit dengan empat kamar tidur lebih banyak dipilih konsumen (end user).

Johannes menuturkan OXO The Residences menampilkan 40-unit vila bergaya neo luxury di atas lahan seluas 2 hektar yang dilengkapi dengan fasilitas komunal bagi para penghuni. Hunian mewah ini berlokasi tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek yang digadang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan. “Yang membedakan OXO The Residences dengan produk lain di pasar adalah proyek hunian ini merupakan aktualisasi dari konsep yang saat ini kita kenal sebagai Neo Luxury Living,” tuturnya.

Neo Luxury Living yang ditawarkan OXO The Residences memandang kemewahan tidak lagi dibatasi oleh material bahan bangunan yang digunakan, namun lebih kepada value, desain, kepraktisan, experience, dan gaya hidup berkelanjutan. Selain itu, semua penghuni OXO The Residences nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Nuanu City, seperti ProEd Global School dan Luna Beach Club yang bisa dicapai hanya dengan beberapa menit berjalan kaki.

OXO Group Indonesia merupakan perusahaan pengembang yang selalu mengedepankan gaya hidup berkelanjutan. Semua properti yang dibangun oleh OXO dilengkapi dengan panel tenaga surya, area resapan air hujan, water treatment, penyaring air osmosis, hingga bahan baku hasil daur ulang atau dapat didaur ulang. “Kami bahkan telah menerapkan Zero Waste dalam setiap proyek properti kami, dan kami telah melakukan semua hal tersebut sejak awal kami berdiri. Tentu kami juga memiliki sertifikasi green building dari GBCI dan tengah dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi internasional B Corp,” kata Johannes.

Saat ini, perubahan lanskap industri properti di Bali dan tren Neo-Luxury telah menciptakan ceruk pasar baru di industri properti Indonesia. "Kekuatan utama OXO Group Indonesia adalah kami bisa mengikuti tren pasar baru tersebut,” tutur Johannes. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved