Trends

IPO Masterclass, Coaching agar Perusahaan Sukses IPO

Ilustrasi foto : Vicky Rachman/SWA.

swa.co.id, Jakarta - EY Indonesia bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan IPO Masterclass selama dua hari pada akhir Mei lalu. Acara ini menjadi platform bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dalam mempertimbangkan perjalanan menuju Initial Public Offering (IPO) dan dihadiri oleh 53 peserta bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan penting dan alat yang diperlukan untuk menavigasi proses IPO.

Di Indonesia, IPO masih menjadi salah satu strategi utama bagi perusahaan yang ingin mencapai ambisi pertumbuhannya. Laporan EY Global IPO Trends Kuartal I/2024 menyoroti aktivitas pencatat saham yang kuat di Indonesia, dengan bursa di Asia Tenggara mencatatkan 20 IPO yang berhasil mengumpulkan $224 juta pada kuartal pertama tahun ini .

Meskipun terdapat ketidakpastian ekonomi global, Indonesia terus mendominasi pasar IPO ASEAN, dengan pencatatan 19 saham baru pada kuartal I/2024, menyumbang 7% dari keseluruhan IPO global. Hal ini menunjukkan berlanjutnya daya tarik IPO bagi perusahaan-perusahaan Indonesia. “IPO Masterclass dihadiri oleh 53 peserta dari 27 organisasi, mewakili 13 industri yang berbeda, termasuk keuangan, real estate, konstruksi, produk konsumen (agribisnis, farmasi, F&B, dan kosmetik), dan energi. "Saat ini, terdapat 926 perusahaan yang terdaftar di BEI dan 137 diantaranya merupakan klien audit di KAP Purwantono, Sungkoro, Surja (EY Indonesia),” kata Jongki Widjaja, EY Indonesia Assurance Partner dan Indonesia IPO Leader, Selasa (11/6/2023).

Bursa Efek Indonesia membuka IPO Masterclass hari kedua dengan membahas mengenai kondisi pasar modal Indonesia saat ini. Lalu, BRI Danareksa Sekuritas memaparkan lebih dalam mengenai persiapan perjalanan IPO, dilanjutkan dengan Hanafiah Ponggawa & Partners, membahas hukum yang berlaku yang diperlukan untuk go public. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (Cimory) menutup rangkaian acara dengan memberi wawasan kepada para peserta tentang pengalaman mengenai proses IPO.

I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia menyatakan IPO Masterclass mempersiapkan perusahaan untuk meningkatkan dan memanfaatkan pertumbuhan pasar modal Indonesia. Terlepas dari tantangan yang ada saat ini seperti masalah geopolitik, inflasi yang tinggi, dan masalah rantai pasokan, penting untuk mengubah ekspektasi investor dengan menunjukkan ketahanan melalui model bisnis yang inovatif, kinerja yang kuat, dan pertimbangan ESG. “Memahami ekspektasi investor dan menunjukkan profitabilitas serta cash flow yang positif adalah kunci keberhasilan IPO,” katanya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved