Property

Pinhome Ungkap Generasi Milenial Mendominasi Pembelian Properti di Kuartal Pertama

Ilustrasi properti. Milenial mendominasi pembelian properti. (foto ist)

swa.co.id, Jakarta - Pinhome merilis laporan pasar properti di kuartal pertama tahun 2024 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam laporan ini terungkap generasi milenial mendominasi pembelian pasar properti atau sebanyak 55% transaksi properti dilakukan oleh generasi milenial.

CEO dan Co-Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan fakta tersebut menegaskan peran generasi muda dalam menggerakkan pasar properti, terutama di tengah dinamika seperti pergeseran minat ke wilayah berkembang dan peningkatan permintaan sewa rumah di tengah kenaikan suku bunga. Pasar properti Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di kuartal pertama di tahun ini yang didorong permintaan pembeli rumah pertama dan milenial, terutama pada segmen rumah terjangkau.

Temuan Pinhome mengungkapkan generasi milenial mendominasi pasar properti lantaran generasi ini memilih rumah dengan harga menengah ke bawah (Rp200-600 juta) yang menjadi pilihan utama, dengan tipe 36 sebagai yang paling diminati. Bogor, Tangerang, dan Bekasi pun menjadi lokasi favorit bagi milenial untuk membeli rumah.“Pemilu 2024 dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi dua faktor utama yang membentuk lanskap pasar properti pada kuartal pertama. Pemilu memicu sikap hati-hati di kalangan pembeli properti mewah, sementara minat terhadap rumah terjangkau tetap tinggi. Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan hunian yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi,” ujar Dayu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Beberapa temuan lain dalam laporan tersebut di antaranya pertama permintaan rumah mewah selama periode Pemilu melambat dibandingkan dengan segmen rumah terjangkau, mengindikasikan sikap 'wait and see' dari pembeli rumah mewah. Kedua minat terhadap wilayah penyangga IKN melonjak seperti Samarinda dan Balikpapan mengalami peningkatan minat yang signifikan, masing-masing lebih dari 20 kali lipat dan 4 kali lipat, menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketiga Insentif bebas PPN mendorong pembelian, meskipun mendorong percepatan keputusan beli rumah hingga 25%, tenggat waktu kebijakan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi pembeli. Keempat meningkatnya suku bunga pinjaman bank mendorong permintaan sewa rumah, terutama di kalangan milenial yang mencari alternatif hunian yang lebih terjangkau.

Dara memproyeksikan tren kenaikan suku bunga akan berlanjut, yang dapat menyebabkan penurunan permintaan KPR, namun permintaan KPR takeover dan sewa rumah diprediksi akan naik. “Laporan Pinhome ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika pasar properti Indonesia, menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan di industri properti untuk memahami tren dan prospek pasar di masa depan," ujar Dara.(*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved