Marketing

Jurus Sorex Setelah Kuasai Pangsa Pasar Underwear 40%

Iko Uwais dan Felix Chandra, General Manager PT Prakarsa Jaya Sentosa sekaligus generasi kedua Sorex (Foto: dok. Sorex)

swa.co.id, Jakarta- Setelah berhasil menguasai 40% pangsa pasar underwear (pakaian dalam) wanita, brand Sorex yang diproduksi PT Prakarsa Jaya Sentosa, meluaskan pasar dengan membuat brand Sorex Man untuk segmen pria. Kedua produk ini menyasar konsumen kelas menengah.

Kiprah Sorex sekitar 20 tahun menjadi salah satu merek pakaian dan celana dalam wanita di Indonesia. Produk ini terus berinovasi menghadirkan beragam kebutuhan pakaian serta celana wanita mengikuti perkembangan zaman dan tren model. Selain pemilihan bahan yang terbaik, Sorex juga mempunyai keunggulan desain yang ditampilkan. Sorex tidak melulu merilis celana berdesain polos, melainkan terdapat pula koleksi yang berhiaskan motif, garis-garis, serta tambahan detail renda untuk mempercantik tampilan.

Untuk distribusi permasaran produk Sorex pada kanal konvesional (offline) dan digital (online). Produk tersedia di official store. website, dan marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan lainnya. Sedangkan offline di banyak toko, semisal di pusat grosir Tanah Abang, toko-toko ritel di kota-kota besar di Indonesia dan lainnya.

Perusahan ini didirikan oleh Frankie Chandra. Debut awalnya, produksi Sorex dilakukan sendiri di pabrik Prakarsa Jaya Sentosa di Jakarta. Selanjutnya, dengan perkembangan bisnis pakaian dalam, Frankie juga menggandeng mitra dengan mendatangkan bahan baku dan produk jadi dari China. Untuk itu didirikan perusahan baru lagi bernama PT Megaria Sentosa. “Total karyawan kami sekitar 400 orang,” ucap Felix Chandra, General Manager PT Prakarsa Jaya Sentosa kepada swa.co.id, belum lama ini.

Felix adalah putra Frankie sekaligus generasi kedua perusahaan keluarga merek Sorex ini. Felix terlibat di perusahaan sejak usia 20 tahun. “Saat itu, saya sembari kuliah juga bantu-bantu di bisnis Sorex,” ujar lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini.

Menurut Felix, dibandingkan Sorex, produk Sorex Man sudah memiliki brand ambassador, yaitu aktor laga Iko Uwais. “Kalau produk Sorex untuk wanita, kami tidak menggunakan brand ambassador karena mereknya sudah kuat di kategori pasar underwear,” tuturnya.

Mengapa pilih Iko Uwais jadi duta merek? “Iko Uwais penuh dedikasi dan berprestasi di industri perfilman nasional dan internasional. Iko dan Sorex Man memiliki kesamaan karakter dan sesuai tagline Sorex Man yaitu ‘Brand Lokal Tampil Maksimal’,” Felix menguraikan alasannya.

Sorex Man berharap kehadiran Iko Uwais akan menginspirasi banyak anak bangsa untuk berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia ke Tingkat internasional. “Kami juga memberikan apresiasi acara Next kepada Iko Uwais serta mendapuknya sebagai Brand Ambassador Sorex Man. Anak-anak muda Indonesia harus semangat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan dapat berprestasi di bidangnya masing-masing,” tambah Felix lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Iko yang bernama lengkap Uwais Qorny mengatakan, “Suatu kehormatan bagi saya terpilih sebagai tokoh muda berprestasi Next dari Sorex Man. Penghargaan ini memacu semangat saya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Dan semoga apa yang saya lakukan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk Indonesia. Kunci sukses adalah kerja keras dan konsistensi.”

Iko Uwais memulai debutnya di dunia akting lewat film bertajuk “Merantau” pada 2009. Sejauh ini bapak dua anak ini telah membintangi sekitar 10 film layar lebar. Yang menjadi catatan penting dalam kariernya sebagai aktor yakni perannya sebagai Rama dalam film berjudul “The Raid”. Lahir di Jakarta pada 12 Februari 1983, Iko belajar pencak silat sejak berumur 10 tahun. Dia menjadi pesilat terbaik kategori demonstrasi dewasa, pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional di Cibubur, Jakarta Timur tahun 2005. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved