CSR Corner

P&G Gelar Anjani 2024, Siap Dukung Pengusaha Perempuan

Jumpa Pers Anjani 2024. (Foto: Audrey/SWA)

swa.co.id, Jakarta - Setelah sukses terlaksana selama tiga tahun berturut-turut, Anjani (Gerakan Maju Perempuan Indonesia) kembali hadir dengan edisi ke-4 mengusung tema "Future-proof Womenpreneur". Berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Juni, Anjani hadir sebagai bentuk konsistensi P&G Indonesia dalam mendukung pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan keterampilan para pelaku usaha perempuan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sebanyak 64,5% dari total Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan. Diperkirakan pada tahun 2025, UMKM yang dikelola oleh perempuan akan memiliki total nilai ekonomi mencapai US$135 miliar. Namun demikian, para pelaku usaha perempuan masih menghadapi tantangan untuk berkelanjutan secara finansial dalam mengembangkan bisnis mereka, dimana salah satu hambatan utamanya adalah karena terbatasnya akses dan koneksi terhadap rantai pasokan yang lebih besar.

Melihat hal tersebut, P&G mengidentifikasi peluang untuk berkontribusi mengatasi tantangan tersebut melalui peningkatan kapabilitas bisnis pelaku usaha perempuan, dan melalui inisiatif "Keragaman Pemasok" (Supplier Diversity). Bagi P&G, Keragaman Pemasok telah menjadi strategi bisnis selama lebih dari 40 tahun, dimana P&G berkomitmen untuk mendukung bisnis yang dipimpin dan dimiliki perempuan dengan mulai secara aktif melibatkan mereka ke dalam rantai pasokan P&G.

Saranathan Ramaswamy, Presiden Direktur P&G Indonesia menyampaikan di P&G, Kesetaraan dan Inklusi adalah bagian fundamental dari identitas perusahaan, dimana mereka meyakini bahwa akses dan kesempatan yang sama tersedia bagi semua orang, untuk dapat berkembang dan sukses, khususnya di tengah masyarakat dimana bisnis P&G beroperasi.

Dengan semangat tersebut, P&G kembali menyelenggarakan Anjani untuk keempat kalinya. Ini merupakan wujud nyata dari konsistensi P&G dalam bergerak dan tumbuh bersama para pelaku usaha perempuan Indonesia, serta membekalinya dengan keterampilan dan akses yang mereka butuhkan untuk terhubung dengan rantai pasokan yang lebih besar, sehingga mereka pun dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya.

"Tidak hanya lewat Anjani, kami pun terus mengembangkan basis Keragaman Pemasok kami dengan mulai secara aktif melibatkan lebih banyak bisnis yang dimiliki oleh perempuan ke dalam rantai pasokan kami. Inilah salah satu cara konkret kami dalam mewujudkan misi P&G sebagai Force for Growth and Force for Good," ujar Saranathan dalam jumpa pers, Rabu (12/06/2024).

Sejak tahun 2020 hingga 2023, terdapat 65 usaha yang dimiliki perempuan (Women-Owned Business/WOB) serta usaha yang dipimpin oleh perempuan (Woman-Led Business/WLB) yang telah diberdayakan lewat program Anjani. Tahun ini, terdapat 25 pelaku usaha perempuan yang akan berpartisipasi dalam Anjani 2024, yang telah terpilih dari ratusan pendaftar.

Dalam pelatihan kali ini, sesuai dengan tema acara, para partisipan mendapatkan pelatihan berbasis digital kreatif yang dapat meningkatkan perkembangan bisnis dengan menyesuaikan kemajuan teknologi. Selain itu, para peserta juga mendapat peluang dan akses baru dalam bermitra dengan lebih banyak pelaku usaha perempuan, sehingga semakin membuka kesempatan berjejaring yang lebih luas dan beragam.

Melihat upaya tersebut, Indra Gunawan, S.KM.,M.A., sebagai Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan apresiasi terhadap P&G. Dia sangat mengapresiasi inisiatif pemberdayaan perempuan, seperti Anjani 2024, yang terus berkomitmen untuk memberdayakan perempuan pelaku usaha di Indonesia. Menurutnya, program ini bukan hanya memberikan pelatihan dan dukungan yang sangat dibutuhkan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendorong inovasi dan pertumbuhan.

"Kami berharap Anjani 2024 dapat terus memberikan dampak positif yang signifikan sehingga dapat terus menghasilkan manfaat lebih besar dan dapat membantu menggerakkan roda perkembangan ekonomi perempuan di Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi banyak perusahaan lain dalam memberdayakan pelaku usaha perempuan,” ujar Indra.

Annisa Darojati, Direktur Purchasing dan Pemimpin Kesetaraan dan Inklusi (Equality & Inclusion) P&G Indonesia, menyoroti pentingnya Keragaman Pemasok untuk mendapatkan rantai pasokan yang lebih luas. Para pelaku usaha perempuan kini semakin memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, program Anjani hadir sebagai wadah bagi mereka untuk terus meningkatkan keterampilan dalam menjalankan bisnis yang sesuai dengan perkembangan pasar, serta memberi ruang agar mereka mendapatkan akses dan koneksi dalam skala yang lebih besar.

Salah satu langkah penting adalah penerapan keterampilan digital, karena digitalisasi memiliki peran yang sangat vital dalam dunia bisnis modern. "Pada edisi keempat Anjani ini, kami memberikan pelatihan yang komprehensif dalam pembuatan konten digital, strategi pemasaran digital, serta pemanfaatan alat digital untuk pertumbuhan bisnis. Selain itu, para Alumni Anjani juga diundang untuk berbagi pengalaman dan cerita kesuksesan mereka, memberikan wawasan dan inspirasi kepada peserta baru, sehingga dapat menumbuhkan optimisme di kalangan peserta baru," tutur Annisa.

Farida Achmad, Founder dan CEO Absolute Group yang merupakan Alumni Anjani juga turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, sebagai alumni Anjani, dia merasakan dampak positif yang signifikan dari program ini dalam mengembangkan bisnis . "Melalui Anjani, saya tidak hanya mendapatkan akses ke sumber daya dan pelatihan yang berharga, tetapi juga mendapat dukungan moral dan inspirasi dengan terkoneksi ke berbagai jenis usaha di rantai pasokan yang lebih besar," katanya.

"Saya berterima kasih kepada P&G Indonesia yang telah mewujudkan program Anjani ini. Saya yakin bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi saya secara pribadi, tetapi juga bagi banyak perempuan lain untuk memajukan bisnis mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat secara keseluruhan," Farida menambahkan.

Anjani yang juga dikenal sebagai Women Entrepreneur Academy di negara-negara di mana P&G beroperasi, menjadi tempat bagi perempuan pelaku usaha untuk membantu menghilangkan batasan-batasan usaha dan mengisi kapasitas atau kemampuan yang mereka butuhkan, seperti kepemimpinan di dunia bisnis, rantai pasokan, literasi keuangan, konten kreatif dan teknologi, serta kemampuan lainnya. Pada kesempatan yang sama, P&G juga menegaskan kembali komitmennya terhadap Keragaman Pemasok dalam menciptakan peluang bisnis lebih luas bagi pelaku usaha perempuan dalam ekosistem bisnis.

P&G percaya bahwa bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan di Indonesia akan terus berkembang di masa mendatang. Semakin banyak pelaku usaha perempuan yang dilengkapi dengan keterampilan yang mereka butuhkan dan dibimbing untuk mendapatkan peluang dalam keragaman pemasok, semakin mereka dapat mengembangkan bisnis mereka dan turut berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. P&G berkomitmen untuk terus memberdayakan perempuan melalui program Anjani, guna memfasilitasi akses yang lebih besar bagi pelaku usaha perempuan untuk berkontribusi dalam upaya Keragaman Pemasok. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved