Technology

Ditopang Aplikasi E-Tekpol, PTPN IV Targetkan Produksi CPO 592 Ribu Ton

E-Tekpol dimanfaatkan dalam monitoring produksi crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan palm kernel oil (PKO) atau minyak inti sawit (Foto: PTPN IV)

swa.co.id, Jakarta- PTPN IV Regional III, BUMN perkebunan sawit di bawah naungan Subholding PTPN IV PalmCo yang beroperasi di Provinsi Riau, membuat terobosan dengan memanfaatkan aplikasi berbasis web bernama E-Tekpol. Ini merupakan upaya perusahaan dalam peningkatan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional melalui pembentukan Sub Holding PTPN IV PalmCo.

Sebagai salah satu bagian dari PTPN IV PalmCo, PTPN IV ini berusaha untuk meningkatkan produksi pada sisi off-farm melalui pendekatan digital. "Alhamdulillah, E-Tekpol resmi kami manfaatkan tahun ini dan Insya Allah akan menjadi salah satu solusi dalam peningkatan efektivitas serta efesiensi produksi di masa mendatang," kata Kepala Bagian Teknik Pengolahan PTPN IV Regional III Salman Hari Budiman dalam keterangan resm, dikutip Kamis, (13/6/2024)

Dalam tiga tahun terakhir, PTPN IV PalmCo berhasil mencatatkan kinerja positif. . Pada 2023, perusahaan berhasil memproduksi COP sebanyak 583 ribu ton atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 578 ribu ton. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan pada tahun 2021 sebesar 574.794 ton.

PTPN IV Regional III di 2024 ini memasang target produksi CPO sebesar 592 ribu ton. Perusahaan BUMN perkebunan ini juga memasang target produktivitas CPO di angka 5,67 ton per hektare atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,6 ton CPO per hektare. Target produksi ini memanfaatkan aplikasi E-Tekpol serta dukungan penguatan dari sisi on-farm.

Salman mengatakan implementasi E-Tekpol dimanfaatkan dalam monitoring produksi minyak sawit mentah (CPO) dan palm kernel oil (PKO) atau minyak inti sawit secara real time dan up to date. Selain itu, di dalam aplikasi berbasis web E-Tekpol juga terdapat fitur pengawasan stok CPO di masing-masing pabrik kelapa sawit, laporan rendemen, stok cangkang sawit sebagai produk sampingan, serta tracking pengangkutan CPO secara real time. "Semua data akan dilaporkan secara real time dalam bentuk tabel dan grafis sehingga kita dapat melakukan evaluasi setiap hari sebagai langkah untuk peningkatan produksi," paparnya.

Menurutnya, E-Tekpol sendiri sejatinya merupakan integrasi dari sejumlah aplikasi yang telah dimanfaatkan PTPN IV Regional III pada bidang off-farm selama beberapa tahun terakhir, seperti PKS Online, Millena, Intank, Fleet Management, SiMoli, dan lainnya.

Sistem tersebut mendapat sejumlah penambahan fitur seperti otomasi atau proses pengolahan data secara otomatis sehingga data yang ditampilkan dapat lebih komprehensif dari masing-masing aplikasi sebelumnya.

Salman menuturkan sistem tersebut sepenuhnya merupakan hasil kreasi dan inovasi dari para planters PTPN IV Regional III, mulai dari konsep hingga eksekusi menjadi sistem yang memberikan manfaat besar dalam mendukung kinerja operasional perusahaan. "Keberadaan sistem ini juga menjadi bank data yang sangat penting bagi kami untuk penentuan arah, strategi, dan kebijakan perusahaan. Selain itu, sistem terintegrasi ini juga bertujuan menjadi bagian peningkatan produksi pada sisi off-farm perusahaan," ujarnya.

Region Head PTPN IV Regional III, Rurianto, mengapresiasi ketersediaan E-Tekpol yang menjadi bagian dari pendukung transformasi perusahaan. Ia mengatakan bahwa transformasi digital merupakan jawaban dalam menghadapi perubahan dan tantangan ke depan. "Seperti yang disampaikan Direktur Utama PTPN IV, bahwa bergerak menuju 4.0 adalah keniscayaan yang tak mungkin dihindarkan,” tuturnya.

PTPN IV Regional III saat ini telah dalam fase terakhir penerapan Integrasi E- Plantation. Integrasi itu meliputi dashboard berbasis web GIS fase II, computerized maintenance management system, partial integration SAP, dan digitalized inititiaves lainnya.

Menurutnya, penerapan transformasi digital merupakan keharusan sebagai upaya menambah kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan efektivitas pengawasan dan evaluasi, serta efektifitas pengambilan keputusan. "Perkebunan adalah tentang manusia. Kita harus pastikan transformasi ini sustainable, berkelanjutan agar PTPN IV Regional III terus berada di jalur yang tepat untuk tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan perkebunan sawit terbaik di Indonesia," ungkapnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved