Management

Kampus Kemenperin Ciptakan Inovasi Penunjang Industri Alat Berat

Ilustrasi alat berat. (dok ist)

swa.co.id, Jakarta - Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak 8.066 unit. Adapun, permintaan terbanyak yakni untuk alat berat hydraulic excavator sebanyak 6.791 unit, disusul bulldozer sebanyak 727 unit, dump truck 513 unit, dan motor grader sebanyak 35 unit.

Industri alat berat berperan penting dalam menunjang aktivitas di berbagai sektor, antara lain konstruksi, pertambangan, dan kehutanan. Seiring dengan kebutuhan produk alat berat yang meningkat, industri ini turut menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi.

Guna mendukung peningkatan kinerja industri alat berat, Kemenperin terus meningkatkan kompetensi SDM industri alat berat melalui Politeknik STMI Jakarta yang telah menjalin kerja sama. Salah satu alumni D1 Batch 4 telah berhasil melakukan improvement dengan merancang dan membuat jig untuk handling pump dan stand khusus pump yang mempermudah proses pemasangan Main Pump Engine. Inovasi ini telah berhasil diimplementasikan di divisi engineering dan telah mampu menurunkan waktu proses dari 90 menit menjadi 80 menit (sesuai target).

Sementara itu, alumni D4 Batch 1, berhasil meningkatkan kapasitas proses mainframe dengan mengurangi pemborosan (waste handling) sehingga kapasitas meningkat 54%, yaitu dari 35 unit per bulan menjadi 54 unit per bulan. Lalu Desi Kwintoko alumni Batch 1 lainnya berhasil mengimplementasikan Lean Manufacturing dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) yang mampu meningkatkan kapasitas proses mendekati 100%, yaitu dari maksimum 30 unit per bulan menjadi 60 unit per bulan.

“Bentuk keberhasilan pada improvement di sektor alat berat ini menjadi bukti nyata dari hasil kerja sama yang telah dijalankan sesuai dengan tujuan, yakni pembentukan SDM industri yang terampil dan kompeten. Tentunya keberhasilan ini dipicu oleh kesesuaian antara kurikulum program studi dengan kebutuhan industri alat berat,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Masrokhan, Kamis (13/6/2024).

Presdir PT Komatsu Indonesia, Jamalludin menyampaikan bahwa program pendidikan setara Diploma I Manufaktur Alat Berat ini perlu terus berlanjut karena terbukti bermanfaat memberikan pemahaman keilmuan teknik industri khususnya manufaktur serta sebagai bentuk orientasi dari perusahaan. “Keberhasilan alumni pada program ini pun diharapkan dapat meningkatkan animo pendaftaran pada Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta,” ujarnya.

Dengan inovasi dan peningkatan kompetensi SDM yang terus berlanjut, tentunya industri alat berat Indonesia siap untuk menghadapi tantangan masa depan dan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved