Economic Issues

AstraPay Tingkatkan Optimalisasi Penggunaan QRIS

Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Diana Yumanita. (Foto : Astra Pay).

swa.co.id, Jakarta- Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu pendorong utama pesatnya digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi QRIS sejak 2021 hingga kuartal I/2024 mencapai 4,47 miliar transaksi dan senilai Rp459,4 triliun. Pada April 2024, jumlah pengguna QRIS sebanyak 48,89 juta orang (33,76% dari target penambahan di 2024).

Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Diana Yumanita, menyampaikan pengembangan QRIS oleh BI dilakukan untuk mengurangi fragmentasi industri sistem pembayaran melalui implementasi standar interkoneksi dan interoperabilitas ekosistem sistem pembayaran. “QRIS telah menjadi game changer dan membantu pedagang meningkatkan transaksi dan menerima pembayaran dengan lebih efektif dan efisien, “jelas Diana dalam acara Dialog Inspiratif AstraPay, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Salah satu kelebihan lain yang sudah bisa dirasakan adalah transaksi menggunakan QRIS dapat dilakukan di lintas negara, seperti di Malaysia, Thailand, dan yang terbaru di Singapura. Diana menyebutkan saat ini masih ada kesenjangan (gap) antara tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. “Rendahnya tingkat literasi tersebut, tentu dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak untuk bisa mendorong pemahaman literasi keuangan yang lebih baik kedepannya,” kata Diana.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengarahkan kebijakan sistem pembayaran melalui penguatan literasi digital serta manajemen risiko bagi penyelenggara dan masyarakat. Sementara itu, Komisaris AstraPay sekaligus penggiat digital payment, Peter Jacobs menyampaikan pemahaman terhadap literasi keuangan digital yang baik tentunya akan membantu masyarakat dalam memilih produk layanan digital, terhindar dari segala bentuk penipuan dan ancaman digital, dan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dari penyedia layanan keuangan.

Turut hadir Chief Executive Officer (CEO) AstraPay, Rina Apriana, menjadi speaker dalam penyelenggaraan program tersebut. Rina menyebutkan bahwa AstraPay sebagai perusahaan penyedia layanan dompet digital memainkan peran penting dalam ekosistem pembayaran digital yang semakin berkembang. “Dengan meningkatnya adopsi teknologi keuangan, penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digital juga semakin meluas dengan kemudahan dan kecepatan bertransaksi yang ditawarkan. AstraPay turut hadir mendukung optimalisasi penggunaan QRIS yang lebih masif untuk sejumlah merchant khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” tutur Rina.

Sementara itu, Rina menyebutkan total pengguna AstraPay mencapai lebih dari 13 juta pengguna dengan jumlah transaksi yang telah mencapai 32 juta kali serta pencapaian Gross Transaction Value (GTV) yang mencapai Rp19,03 triliun pada periode Januari-Mei 2024. “Sampai dengan akhir tahun 2024 nanti, AstraPay menargetkan 15 juta pengguna dengan jumlah transaksi yang kami targetkan sebesar 32 juta kali serta dengan GTV yang ditargetkan mencapai Rp52,59 triliun,” kata Rina.

AstraPay sebagai pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) juga memiliki peranan penting dalam mendukung peningkatan pemahaman sistem pembayaran digital untuk mendukung perkembangan dan inovasi sistem pembayaran yang sehat dan berkelanjutan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved