Technology

Mas Ahya, Inovasi Baru eFishery Atasi Tantangan Pembudidaya Ikan

Pembudidaya ikan menggunakan Mas Ahya dari eFishery. (Dok. eFishery)

swa.co.id, Jakarta - Industri akuakultur Indonesia memiliki potensi besar. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, potensi total nilai produksi akuakultur Indonesia mencapai US$12 miliar, dengan total kolam sebanyak 6,5 juta dan 2,5 juta pembudidaya ikan. Namun, industri ini masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti akses yang terbatas terhadap benih berkualitas, pakan, listrik, dan model pembiayaan yang fleksibel. Selain itu, para pembudidaya juga harus bergulat dengan penyakit, cuaca buruk, kualitas air yang buruk, dan harga yang tidak stabil.

eFishery, perusahaan teknologi akuakultur, meluncurkan produk baru berbasis AI bernama ‘Mas Ahya’ (Ahli Budidaya) untuk membantu pembudidaya ikan dan petambak udang berkonsultasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mencapai keberlanjutan yang lebih baik. ‘Mas Ahya’ memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (Generative AI) terbaru dari Microsoft untuk mendemokratisasi akses ke pengetahuan dan keahlian seputar budidaya akuakultur untuk semua segmen pembudidaya.

Produk ini dilengkapi dengan fitur konsultasi kapan saja dan di mana saja terkait budidaya, bahkan dengan menggunakan bahasa daerah setempat. Selain itu, fitur lainnya mencakup analisis data real-time, rekomendasi pakan yang disesuaikan, dan pemantauan kondisi lingkungan kolam.

Generative AI, khususnya Large Language Models (LLM), adalah kemajuan terbaru dalam teknologi AI yang mampu menalar dan bertindak sebagai orkestrator untuk menghubungkan berbagai kemampuan atau layanan. Lebih dari itu, LLM mampu melakukan tugas-tugas otomatis dengan intervensi manusia yang semakin sedikit, menghasilkan lompatan produktivitas yang masif.

“Di eFishery, kami telah menemukan implementasi LLM yang berdampak dan tepat guna melalui ‘Mas Ahya’ untuk mentransformasi produktivitas dan profitabilitas para pembudidaya. Teknologi AI seperti LLM, dikombinasikan dengan IoT dan pengetahuan domain, memiliki kekuatan untuk mentransformasi industri dan kehidupan. Kami bangga menjadi pelopor dalam bidang akuakultur," ujar Andri Yadi, VP AIoT & Cultivation Intelligence eFishery.

Inovasi ‘Mas Ahya’ telah mendapatkan pengakuan dari Microsoft. Dalam acara Microsoft Build: AI Day, tim eFishery berkesempatan untuk mempresentasikan ‘Mas Ahya’ kepada Satya Nadella, CEO Microsoft. ‘Mas Ahya’ dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi para pembudidaya, di mana dapat mengakses data kualitas air juga memberikan solusi terhadap setiap masalah mulai dari saat sebelum hingga setelah panen.

Dengan hadirnya ‘Mas Ahya’, eFishery tidak hanya memberikan solusi praktis bagi para pembudidaya, tetapi juga memimpin transformasi digital dalam industri akuakultur. Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor akuakultur Indonesia di kancah global, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pembudidaya lokal. Masa depan akuakultur Indonesia kini berada di tangan teknologi canggih yang dapat diakses oleh semua kalangan, menjadikan eFishery sebagai pemain utama dalam revolusi industri akuakultur yang berkelanjutan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved