Marketing

Phapros Luncurkan Enam Produk Baru Hasil Riset

Phapros Luncurkan Enam Produk Baru Hasil Riset
PT Phapros Luncurkan Produk Baru. (Foto: Istimewa)
PT Phapros Luncurkan Produk Baru. (Foto: Istimewa)

swa.co.id, Jakarta - Sepanjang tahun 2024, PT Phapros Tbk memiliki berbagai inisiatif strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya. Sebagai bagian dari holding BUMN farmasi, perusahaan ini berkomitmen untuk meluncurkan sejumlah produk baru yang akan menjadi mesin pertumbuhan bagi Perseroan.

Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, menyampaikan bahwa tahun ini Phapros akan memperoleh enam nomor izin edar atas produk baru, yang seluruhnya merupakan hasil pengembangan internal dari Tim R&D Phapros. Empat dari enam produk baru tersebut akan difokuskan pada upaya preventif dan promotif terapi untuk anak.

“Kami mengembangkan produk anak saat ini dengan teknologi formulasi sediaan obat yang lebih canggih, dimana bentuk sediaan yang nantinya akan kami luncurkan adalah bentuk sediaan seperti permen gummy dan juga tablet hisap sehingga akan lebih disukai oleh anak,” tutur Ida dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (17/06/2024)

Ida mengakui bahwa Phapros kini memberikan perhatian khusus pada kesehatan anak-anak, mengingat Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Pada tahun 2045, sebagian besar penduduk Indonesia akan berada dalam usia produktif, yaitu antara 15 hingga 64 tahun. Oleh karena itu, penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak saat ini agar mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan.

Phapros sejalan dengan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memprioritaskan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong upaya promotif, preventif, dan pemanfaatan teknologi. Lima prioritas utama program tersebut meliputi peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan perbaikan gizi masyarakat, pengendalian penyakit seperti HIV, malaria, dan tuberkulosis, pembudayaan gerakan masyarakat sehat, serta penguatan fasilitas kesehatan.

“Selain empat produk baru terkait segmen anak, dua produk lainnya adalah agen terapi untuk tuberculosis dan antibiotik injeksi. Kami optimistis keenam produk ini akan menjadi katalisator pertumbuhan bisnis Phapros ke depan bersama dengan produk-produk yang sudah ada saat ini,” tambah Ida.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa pada Maret 2023, jumlah anak usia dini (0-6 tahun) di Indonesia mencapai 30,2 juta jiwa, setara dengan 10,91% dari total populasi negara ini. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak sebagai bagian dari populasi yang signifikan.

Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan peningkatan kasus tuberculosis (TB) di Indonesia pada tahun 2023. Tercatat ada 820.789 kasus TB yang ditemukan dari estimasi 1.060.000 kasus. Peningkatan ini menyoroti urgensi dalam penanganan dan pencegahan penyakit menular di tengah masyarakat, terutama mengingat dampaknya terhadap anak-anak dan populasi umum.

“Artinya, pasar obat untuk anak itu cukup besar di Indonesia. Termasuk juga untuk penderita penyakit TB. Di sinilah Phapros mengambil peran,” tutup Ida. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved